
Mengenal Kode ICD 10 Neurogenic Bladder untuk Diagnosis Medis
Kode ICD 10 Neurogenic Bladder untuk Diagnosis Medis Akurat dan Panduan Klaim Asuransi Kesehatan

DAFTAR ISI
- Kode ICD-10 Neurogenic Bladder
- Penanganan Neurogenic Bladder
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Neurogenic bladder atau kandung kemih neurogenik adalah gangguan fungsi kandung kemih yang disebabkan oleh kerusakan atau gangguan pada sistem saraf. Kondisi ini membuat penderitanya kesulitan mengontrol buang air kecil, baik berupa dorongan berkemih yang tidak tertahankan maupun ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih.
Dalam dunia medis, penetapan diagnosis penyakit ini dicatat menggunakan sistem pengodean internasional. Pemahaman mengenai kode ICD-10 neurogenic bladder sangat penting untuk proses pencatatan medis, penanganan yang tepat, serta kelancaran klaim asuransi kesehatan.
Kode ICD-10 Neurogenic Bladder
Sistem klasifikasi International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) mengategorikan neurogenic bladder di bawah kelompok penyakit sistem perkemihan. Kode utama yang digunakan untuk mencatat disfungsi neuromuskular kandung kemih ini berada pada kategori N31.
Berikut adalah rincian subkategori kode ICD-10 untuk neurogenic bladder sesuai dengan karakteristik medisnya:
- N31.0 (Uninhibited neuropathic bladder, not elsewhere classified): Kondisi kandung kemih neuropatik yang tidak terhambat, di mana otot kandung kemih berkontraksi terlalu sering tanpa kontrol.
- N31.1 (Reflex neuropathic bladder, not elsewhere classified): Kandung kemih neuropatik refleks, sering terjadi pada pasien dengan cedera di atas pusat berkemih tulang belakang.
- N31.2 (Flaccid neuropathic bladder, not elsewhere classified): Kandung kemih neuropatik flasid atau terkulai, di mana kandung kemih kehilangan kemampuan berkontraksi sehingga menampung urin secara berlebihan.
- N31.8 (Other neuromuscular dysfunction of bladder): Disfungsi neuromuskular kandung kemih jenis lainnya.
- N31.9 (Neuromuscular dysfunction of bladder, unspecified): Disfungsi neuromuskular kandung kemih yang tidak ditentukan jenis spesifiknya.
Penanganan Neurogenic Bladder
Penanganan kondisi ini bertujuan untuk mengembalikan kontrol buang air kecil serta mencegah kerusakan permanen pada ginjal. Dokter biasanya menyesuaikan metode pengobatan berdasarkan jenis disfungsi saraf yang dialami oleh pasien.
Beberapa opsi penanganan medis yang umum diberikan meliputi penggunaan obat-obatan antikolinergik untuk meredakan kejang kandung kemih, kateketerisasi mandiri secara berkala, hingga latihan otot dasar panggul. Pada kondisi yang parah, tindakan operatif dapat dianjurkan guna memperbaiki fungsi saluran kemih.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami gangguan buang air kecil seperti sulit berkemih, urin menetes terus-menerus, inkontinensia urin, atau nyeri panggul yang menyertai gangguan saraf, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Halodoc. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti infeksi saluran kemih berulang dan gagal ginjal.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi masalah kesehatan kini semakin mudah melalui layanan konsultasi dokter online di Halodoc.
- ✅ Respon Cepat: Terhubung dengan dokter spesialis dalam waktu singkat.
- ✅ Dokter Berpengalaman: Ditangani oleh dokter berlisensi resmi dengan STR dan SIP.
- ✅ Privasi Terjamin: Sesi konsultasi berlangsung aman dan rahasia medis terjaga.
- ✅ 24/7 Akses: Layanan konsultasi dokter tersedia kapan saja dan di mana saja.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) – Category N31.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Neurogenic Bladder Dysfunction and Management.
WebMD. Diakses pada 2026. Neurogenic Bladder: Symptoms, Causes, and Treatments.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Disfungsi Kandung Kemih.
FAQ
Apa itu kode ICD-10 neurogenic bladder?
Kode ICD-10 neurogenic bladder adalah sistem pengodean standar medis internasional untuk klasifikasi penyakit disfungsi neuromuskular kandung kemih, yang secara umum dikelompokkan dalam kategori N31.
Apa penyebab utama terjadinya neurogenic bladder?
Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pada sistem saraf yang mengontrol kandung kemih. Beberapa penyebabnya antara lain cedera tulang belakang, stroke, diabetes, penyakit Parkinson, atau multiple sclerosis.
Apakah neurogenic bladder bisa disembuhkan?
Kesembuhan neurogenic bladder sangat bergantung pada penyebab utama kerusakan sarafnya. Meskipun demikian, gejala dapat dikelola dengan efektif melalui kombinasi obat-obatan, penggunaan kateter, dan fisioterapi.




