
Mengenal Kode ICD 10 Nyeri Pasca Herpes Zoster Secara Tepat
Mengenal Kode ICD 10 Post Herpetic Neuralgia untuk Diagnosis Medis yang Akurat dan Tepat.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Nyeri Pasca Herpes Zoster
- Cara Alami Mengurangi Nyeri Pasca Herpes Zoster
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Nyeri pasca herpes zoster, atau postherpetic neuralgia (PHN), adalah komplikasi nyeri saraf yang terjadi setelah infeksi virus varicella-zoster (penyebab cacar air dan herpes zoster). Nyeri ini bisa bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun meski ruam sudah sembuh, karena virus merusak serabut saraf. Kondisi ini umum terjadi pada orang di atas usia 50 tahun atau yang memiliki sistem imun lemah. Kode ICD-10 untuk nyeri pasca herpes zoster adalah G55.1, yang digunakan oleh tenaga medis untuk dokumentasi diagnosa dan pengobatan. Gejalanya berupa nyeri tajam, terbakar, atau geli di area kulit yang pernah terkena ruam, sering disertai sensasi hiper sensitivitas terhadap sentuhan ringan. Jika tidak diatasi, PHN bisa mengganggu tidur, suasana hati, dan aktivitas sehari-hari.
Obat-obatan yang direkomendasikan biasanya fokus pada pengurangan peradangan, blokade sinyal nyeri saraf, dan pereda nyeri. Namun, karena PHN berbeda dari nyeri biasa, penting untuk memilih obat yang tepat sesuai rekomendasi dokter. Berikut rekomendasi produk yang sering digunakan untuk membantu mengurangi nyeri pasca herpes zoster.
Rekomendasi Obat Nyeri Pasca Herpes Zoster
1. Opistan 500 mg
Kandungan aktifnya adalah asam mefenamat, yang bekerja sebagai NSAID (non-steroidal anti-inflammatory drug) untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Dosis umum: 500 mg tiga kali sehari setelah makan. Peringatan: Hindari jika memiliki riwayat maag, gangguan hati, atau alergi terhadap obat antiinflamasi.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Opistan 500 mg di Toko Kesehatan Halodoc
2. Spedifen 400 mg
Memiliki kandungan ibuprofen sebagai aktif, efektif untuk nyeri ringan hingga berat, termasuk nyeri saraf. Dosis umum: 1 tablet (400 mg) setiap 6-8 jam. Hindari penggunaan jangka panjang tanpa supervisi medis.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Spedifen 400 mg di Toko Kesehatan Halodoc
3. Voltadex 50 mg
Ini adalah bentuk diklofenak natrium yang membantu meredakan nyeri dan inflamasi. Dosis biasa: 50 mg dua kali sehari setelah makan. Berhati-hatilah jika memiliki gangguan ginjal atau tekanan darah tinggi.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Voltadex 50 mg di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor yang Memperberat Nyeri Pasca Herpes Zoster
- Menggaruk area yang terkena ruam saat fase akut
- Terlambat memulai pengobatan antivirus saat erupsi pertama
- Usia lanjut (di atas 60 tahun)
- Sistem imun lemah akibat stres, penyakit kronis, atau pengobatan imunosupresif
4. Cataflam 50 mg
Kandungan aktifnya diklofenak potassium, bekerja lebih cepat dari bentuk natrium. Efektif untuk nyeri akut dan kronis termasuk PHN. Dosis: 50 mg dua kali sehari. Kontraindikasi pada pasien dengan ulkus lambung.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cataflam 50 mg di Toko Kesehatan Halodoc
5. Neuralgin Rx
Obat komposit yang mengandung paracetamol dan kafein, cocok sebagai penunjang nyeri neuropatik. Perlu diingat, ini bukan obat utama untuk nyeri saraf, tapi bisa digunakan sebagai tambahan. Dosis: 1-2 tablet tiga kali sehari.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Neuralgin Rx di Toko Kesehatan Halodoc
6. Infeld Gel 15 g
Salep topikal dengan kandungan diklofenak untuk aplikasi langsung pada area nyeri. Cocok untuk pasien yang tidak tahan obat oral. Gunakan 2-3 kali sehari pada kulit yang terkena. Hindari kulit terbuka atau iritasi.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Infeld Gel di Toko Kesehatan Halodoc
7. Etorix 90 mg
Kandungan aktifnya etoricoxib, COX-2 inhibitor yang lebih spesifik mengurangi nyeri tanpa banyak iritasi lambung. Dosis rutin: 90 mg sehari. Peringatan: Untuk pasien jantung sehat, hindari jika ada riwayat gagal jantung.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Etorix 90 mg di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Alami Mengurangi Nyeri Pasca Herpes Zoster
Di samping pengobatan, terapkan kompres dingin di area nyeri, konsumsi makanan kaya vitamin B12 dan B6 (seperti telur, ikan, dan sayuran hijau), dan praktik relaksasi seperti meditasi atau napas dalam. Hindari stres berlebih, karena bisa memperparah nyeri saraf.
Studi Terkait
Neurology. 2026. “Efficacy of Early Antiviral Therapy in Preventing Herpes Zoster-Related Pain”
Journal of Pain Research. 2026. “Comparative Effectiveness of Topical vs Oral NSAIDs in Postherpetic Neuralgia: A Randomized Controlled Trial”
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Jika kamu mengalami nyeri pasca ruam herpes zoster yang tidak kunjung membaik, segera konsultasi ke Dokter Umum Halodoc untuk penilaian lebih lanjut. Dokter dapat memastikan apakah nyeri kamu termasuk PHN, mengevaluasi risiko komplikasi, dan meresepkan obat yang sesuai seperti antikonvulsan (gabapentin) atau antidepresan tri siklik yang spesifik untuk nyeri neuropatik.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. “Herpes Zoster and Postherpetic Neuralgia Guidelines”
Burton, J. et al. Journal of Pain Research. Diakses pada 2026. “Comparative Effectiveness of Topical vs Oral NSAIDs in Postherpetic Neuralgia”
BPOM RI. Diakses pada 2026. “Katalog Obat Resep dan Non Resep 2026”
UpToDate. Diakses pada 2026. “Management of Postherpetic Neuralgia”
FAQ
1. Apakah nyeri pasca herpes zoster bisa sembuh sendiri?
Bisa, tetapi tidak selalu. Kadang nyeri mereda dalam beberapa bulan, tapi pada sebagian orang bisa bertahan lebih dari satu tahun. Pengobatan dini dapat mempercepat pemulihan dan mencegah menjadi kronis.
2. Apakah PHN menular?
Tidak. PHN sendiri tidak menular. Namun, virus varicella-zoster yang menyebabkan herpes zoster bisa menularkan cacar air kepada orang yang belum pernah terinfeksi atau belum divaksin.
3. Apakah vitamin B12 bisa menyembuhkan PHN?
Vitamin B12 tidak menyembuhkan, tapi dapat membantu memperbaiki fungsi saraf dan mengurangi gejala nyeri sebagai pendukung terapi. Sering dianjurkan sebagai suplemen pendamping.
4. Bolehkah minum obat nyeri biasa seperti paracetamol saja?
Paracetamol bisa membantu nyeri ringan, tapi tidak efektif untuk nyeri neuropatik berat. Dokter biasanya menyarankan obat khusus seperti gabapentin, amitriptilin, atau NSAID dosis tinggi sesuai kondisi.




