Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 Paraparesis dan Penjelasannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 Agustus 2026

Kode ICD 10 Paraparesis untuk Diagnosis Medis Lengkap dan Akurat

Mengenal Kode ICD 10 Paraparesis dan PenjelasannyaMengenal Kode ICD 10 Paraparesis dan Penjelasannya

DAFTAR ISI


Paraparesis adalah kondisi kelemahan otot yang terjadi pada kedua anggota gerak bawah atau kedua kaki. Berbeda dari paraplegia, penderita paraparesis masih memiliki sebagian kekuatan otot dan gerakan meskipun sangat terbatas.

Sistem pengkodean internasional ICD-10 digunakan oleh tenaga medis untuk mengklasifikasikan kondisi ini secara terstruktur. Penentuan kode medis yang tepat sangat krusial untuk pencatatan rekam medis dan penanganan klinis yang akurat.

Kode ICD-10 Paraparesis dan Klasifikasinya

Dalam sistem International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10), kondisi paraparesis dan paraplegia dikategorikan di bawah blok G82. Kode ini mempermudah dokter serta fasilitas pelayanan kesehatan dalam mencatatkan diagnosis, perencanaan terapi, dan administrasi klaim asuransi.

Pengkodean ICD-10 untuk paraparesis dibagi menjadi beberapa subkategori spesifik berdasarkan sifat klinis kekakuan atau kelemahan otot yang dialami pasien:

  • G82.0 (Flaccid paraplegia/paraparesis): Digunakan untuk kondisi paraparesis tipe lemas, yaitu saat hilangnya tonus otot pada kedua tungkai.
  • G82.1 (Spastic paraplegia/paraparesis): Digunakan untuk paraparesis tipe spastik, yang ditandai dengan kekakuan otot berlebih dan hilangnya kontrol gerak halus.
  • G82.2 (Paraplegia/paraparesis, unspecified): Digunakan apabila tipe kelemahan otot belum ditentukan secara spesifik sebagai spastik maupun flaksid.
  • G82.5 (Quadriplegia/tetraparesis, unspecified): Kode rujukan jika kelemahan meluas hingga melibatkan keempat anggota gerak tubuh.

Penyebab dan Faktor Risiko Paraparesis

Paraparesis bukanlah diagnosis penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah manifestasi klinis dari adanya kerusakan sistem saraf. Jalur saraf motorik yang menghubungkan otak dan medula spinalis menuju otot kaki mengalami gangguan penyampaian sinyal.

Berbagai kondisi medis yang dapat memicu timbulnya paraparesis di antaranya cedera saraf tulang belakang, infeksi seperti mielitis transversal, stroke, hingga tumor medula spinalis. Selain itu, gangguan autoimun seperti multiple sclerosis dan kelainan genetis juga dapat menyebabkan penurunan fungsi jaringan saraf motorik.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau kerabat mengalami kelemahan pada kedua tungkai kaki, sering merasa kebas yang meluas, atau kesulitan berjalan yang memburuk, segera konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk pemeriksaan awal dan penanganan medis lebih lanjut.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

  • ✅ Dokter berpengalaman: Pilihan dokter spesialis saraf dan dokter umum terverifikasi dengan legalitas resmi (STR dan SIP).
  • ✅ Layanan 24/7: Konsultasi kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah atau mengantre di rumah sakit.
  • ✅ Tindak lanjut medis cepat: Dokter dapat memberikan rujukan pemeriksaan fisik langsung, laboratorium, maupun resep obat digital sesuai kondisi medis kamu.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – Chapter VI: Diseases of the nervous system (G82 Paraplegia and tetraplegia).
National Institutes of Health – PubMed. Diakses pada 2026. Paraparesis: Clinical Evaluation, Diagnostic Approach, and Management.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Paraparesis: Causes, Symptoms, and Treatments.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Cedera Medula Spinalis.

FAQ

Apa perbedaan utama antara paraparesis dan paraplegia?

Paraparesis merujuk pada kondisi kelemahan parsial pada kedua otot kaki sehingga penderita masih bisa menggerakkan kaki terbatas. Sementara paraplegia adalah kelumpuhan total pada kedua anggota gerak bawah tanpa adanya sisa kekuatan otot.

Berapa kode ICD-10 untuk paraparesis spastik?

Kode ICD-10 spesifik untuk paraparesis tipe spastik adalah G82.1. Kode ini dipakai ketika kelemahan tungkai disertai adanya tingkat kekakuan otot yang abnormal.

Apakah penderita paraparesis bisa sembuh kembali?

Prognosis kesembuhan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab dasar kerusakan saraf. Penanganan dini melalui fisioterapi, obat-obatan, atau tindakan bedah dapat membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi gerak.