
Mengenal Kode ICD 10 PCO dalam Diagnosis Medis yang Akurat
Mengenal Kode ICD 10 PCO untuk Diagnosis Medis Polycystic Ovary Syndrome yang Akurat dan Tepat.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Hormonal dan Siklus Haid
- Memahami PCO dan Kode ICD-10
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Dalam dunia medis, setiap penyakit atau kondisi kesehatan memiliki kode klarifikasi internasional yang digunakan untuk pencatatan rekam medis dan klaim asuransi. Salah satu kondisi kesehatan reproduksi wanita yang sering ditemui adalah PCO atau Polycystic Ovaries.
Kode ICD-10 untuk PCO (Polycystic Ovaries / Polycystic Ovarian Syndrome) di dalam sistem Klasifikasi Penyakit Internasional adalah E28.2. Kondisi ini ditandai dengan ditemukannya banyak kista kecil pada indung telur yang dapat memicu ketidakseimbangan hormon endokrin pada wanita.
Gejala PCO sering kali meliputi siklus menstruasi yang tidak teratur, perdarahan abnormal, hingga masalah kesuburan. Untuk membantu mengatasi gangguan siklus menstruasi dan masalah hormonal terkait, dokter dapat meresepkan beberapa pilihan obat terapi hormon.
Rekomendasi Obat Hormonal dan Siklus Haid
1. Postinor-2 0.75 mg 2 Tablet
Postinor-2 mengandung bahan aktif Levonorgestrel 0.75 mg. Obat ini bekerja sebagai kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan dengan cara menghambat pelepasan sel telur (ovulasi) atau mencegah pembuahan.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Postinor-2 0.75 mg 2 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Andalan Postpil 2 Tablet
Andalan Postpil merupakan kontrasepsi darurat yang mengandung Levonorgestrel 0.75 mg. Obat ini digunakan untuk mencegah kehamilan setelah melakukan hubungan seksual tanpa pelindung atau kegagalan alat kontrasepsi.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Andalan Postpil 2 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
3. Primolut N 5 mg 15 Tablet
Primolut N mengandung Norethisterone 5 mg, sebuah hormon progestogen sintesis. Obat ini berfungsi untuk mengobati gangguan siklus haid, pendarahan uterus abnormal, serta endometriosis.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Primolut N 5 mg 15 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
4. Paket Postinor + Test Kehamilan
Paket ini terdiri dari Postinor-2 beserta alat uji kehamilan (test pack). Kombinasi ini memberikan kenyamanan bagi pengguna yang membutuhkan pencegahan darurat sekaligus alat deteksi awal kehamilan.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Paket Postinor + Test Kehamilan di Toko Kesehatan Halodoc
5. Retrogest 5 mg 28 Tablet
Retrogest mengandung Dydrogesterone 5 mg yang digunakan untuk mengatasi defisiensi progesteron. Obat ini efektif untuk merapikan siklus haid yang tidak teratur, mengatasi dismenore, serta pendarahan uterus fungsional.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Retrogest 5 mg 28 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Memahami PCO dan Kode ICD-10
Kode ICD-10 E28.2 secara spesifik merujuk pada Polycystic Ovarian Syndrome atau kondisi ovarium polikistik. Diagnosis ini ditegakkan oleh dokter spesialis kandungan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti USG transvaginal atau tes kadar hormon dalam darah.
Pengobatan PCO sangat bervariasi bergantung pada tujuan pasien, apakah untuk merapikan siklus haid, mengatasi jerawat dan hirsutisme (rambut berlebih), atau merencanakan kehamilan. Terapi hormon biasanya dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti pola makan bergizi seimbang dan olahraga teratur.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami siklus menstruasi yang sangat tidak teratur, tidak haid selama beberapa bulan, atau mengalami pendarahan hebat di luar jadwal haid, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Halodoc untuk penanganan medis yang tepat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi masalah kesehatan reproduksi dan siklus haid kini lebih praktis melalui Halodoc.
- ✅ Dokter berlisensi: Bicara dengan dokter spesialis yang berpengalaman dan memiliki STR serta SIP resmi.
- ✅ Bisa kapan saja & di mana saja: Akses konsultasi online 24 jam non-stop dari rumah.
- ✅ Privasi terjamin: Sesi konsultasi aman dan terjaga kerahasiaannya.
- ✅ Resep obat digital: Jika diperlukan, dokter dapat memberikan resep obat yang bisa langsung kamu tebus melalui layanan Pharmacy Delivery.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Polycystic ovary syndrome.
PubMed NIH. Diakses pada 2026. Polycystic Ovary Syndrome: Diagnosis and Management.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Rekam Medis dan Sistem Kodifikasi ICD-10.
WebMD. Diakses pada 2026. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) Overview.
FAQ
1. Apa kode ICD-10 untuk PCO?
Kode ICD-10 untuk PCO atau PCOS adalah E28.2, yang menandakan kondisi kista ovarium polikistik pada rekam medis pasien.
2. Apakah PCO sama dengan PCOS?
PCO mengacu pada gambaran ovarium yang memiliki banyak kista kecil, sedangkan PCOS adalah sindrom gangguan hormon yang melibatkan gejala klinis lebih luas seperti siklus tidak teratur dan gangguan hiperandrogenisme.
3. Apakah obat hormon untuk PCO harus dengan resep dokter?
Ya, sebagian besar obat penyeimbang hormon dan pengatur siklus haid termasuk golongan obat keras yang penggunaannya wajib berdasarkan resep dan arahan dokter spesialis kandungan.




