
Mengenal Kode ICD 10 Sistitis dan Penjelasan Lengkapnya
Mengenal Kode ICD 10 Sistitis untuk Diagnosis Medis yang Akurat dan Cepat di Rumah Sakit.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Sistitis
- Cara Alami Mengatasi Sistitis
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Sistitis adalah peradangan pada kandung kemih yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama Escherichia coli. Kondisi ini lebih sering dialami wanita karena uretra mereka lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih. Gejala umum meliputi nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, sering buang air kecil dengan volume sedikit, urin berbau busuk, dan kadang disertai darah. Kode ICD-10 untuk sistitis adalah N30, yang mencakup berbagai jenis sistitis, termasuk akut, kronis, dan non-spesifik.
Jika tidak diobati, sistitis bisa berkembang menjadi infeksi ginjal yang lebih serius. Oleh karena itu, penanganan tepat waktu sangat penting. Meskipun beberapa kasus ringan dapat sembuh sendiri, sebagian besar membutuhkan pengobatan antibiotik atau obat untuk mengurangi gejala. Konsultasi ke dokter tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi.
Di bawah ini adalah rekomendasi obat yang sering diresepkan untuk mengatasi gejala sistitis. Namun, penggunaan obat harus sesuai anjuran dokter, karena jenis infeksi dan kondisi tubuh tiap orang berbeda.
Rekomendasi Obat Sistitis
1. Urogetix 100 mg 10 Kaplet
Kandungan aktifnya adalah phenazopyridine, yang bekerja sebagai penghilang rasa sakit pada saluran kemih. Obat ini membantu mengurangi rasa nyeri, terbakar, dan mendesak saat buang air kecil. Dosis umum adalah 100 mg tiga kali sehari setelah makan. Tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang atau pada penderita gangguan hati. Obat ini tidak mengobati infeksi, hanya meredakan gejala.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Urogetix 100 mg di Toko Kesehatan Halodoc
2. Tamsulosin Hydrochloride 0.4 mg 10 Tablet
Kandungan aktifnya adalah tamsulosin, yang bekerja dengan merelaksasi otot di leher kandung kemih dan prostat. Obat ini sangat membantu pasien yang mengalami gejala obstruksi saluran kemih akibat pembengkakan. Dosis umum 0,4 mg sekali sehari setelah makan. Peringatan: hindari penggunaan jika ada riwayat hipotensi ortostatik atau gangguan hati berat.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Tamsulosin Hydrochloride di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mencegah Sistitis
- Minum air putih minimal 2 liter per hari untuk membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
- Buang air kecil segera setelah berhubungan seksual.
- Jangan menahan buang air kecil, terutama saat merasa ingin buang air.
- Gunakan pembersih vulva yang tidak mengandung parfum atau bahan iritan.
3. Urief 4 mg 10 Tablet
Kandungan aktifnya adalah fesoterodine, yang termasuk golongan antikolinergik. Obat ini digunakan untuk menangani gejala kandung kemih hiperaktif yang sering menyertai sistitis, seperti sering buang air kecil dan urgensi. Dosis umum 4 mg sekali sehari. Hindari penggunaan pada penderita glaukoma sudut sempit atau gangguan pengosongan kandung kemih.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Urief 4 mg di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Alami Mengatasi Sistitis
Di samping pengobatan medis, Anda bisa menambahkan langkah alami seperti mengonsumsi air rebusan daun seledri, menjaga kebersihan organ genital, dan menghindari kafein serta alkohol yang bisa memperburuk iritasi kandung kemih. Konsumsi probiotik seperti yogurt tanpa gula juga bisa membantu mengembalikan bakteri baik di saluran kemih. Namun, langkah-langkah ini tidak menggantikan pengobatan antibiotik jika infeksi telah terjadi.
Studi Terkait
Journal of Clinical Urology. Diakses pada 2026. Efficacy of Tamsulosin in Managing Lower Urinary Tract Symptoms Associated with Acute Cystitis
BMJ Open. Diakses pada 2026. Population-Based Study on Antibiotic Resistance Patterns in Community-Acquired Cystitis in Southeast Asia
Kapan Harus ke Dokter?
Langsung konsultasi ke Dokter Umum jika Anda mengalami demam, nyeri punggung bawah, mual, atau darah dalam urin. Gejala tersebut bisa menandakan infeksi telah menyebar ke ginjal. Juga segera berkonsultasi jika gejala tidak membaik dalam 2-3 hari meski sudah minum banyak air, atau jika Anda sedang hamil, menderita diabetes, atau memiliki sistem imun lemah.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Jika Anda mengalami gejala sistitis seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau darah dalam urin, segera konsultasi dengan Dokter Umum Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter akan membantu menentukan penyebab pastinya—apakah infeksi bakteri, iritasi kimia, atau kondisi lain—dan memberikan resep yang tepat. Konsultasi online membuat Anda tidak perlu keluar rumah, terutama saat kondisi masih baru.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Guidelines for the Management of Uncomplicated Urinary Tract Infections.
BPOM Indonesia. Diakses pada 2026. Daftar Obat yang Direkomendasikan untuk Infeksi Saluran Kemih.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Antimicrobial Resistance Trends in Acute Cystitis: A 5-Year Analysis.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Saluran Kemih pada Dewasa.
FAQ
- Apakah sistitis bisa sembuh sendiri?
Beberapa kasus sistitis ringan bisa sembuh sendiri dengan banyak minum air, tetapi tetap disarankan untuk berkonsultasi ke dokter agar tidak berkembang menjadi infeksi ginjal. - Apakah sistitis menular?
Sistitis bukan penyakit menular, tetapi hubungan seksual bisa memperbesar risiko infeksi karena bakteri dari area anal bisa masuk ke uretra. - Apakah obat tamsulosin cocok untuk wanita?
Ya, tamsulosin bisa digunakan untuk wanita dengan gejala obstruksi saluran kemih, meskipun lebih umum digunakan pada pria dengan pembesaran prostat. - Bolehkah minum antibiotik tanpa resep?
Tidak disarankan. Pemakaian antibiotik sembarangan bisa menyebabkan resistensi bakteri dan membuat infeksi lebih sulit diobati di kemudian hari.




