Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD X Pterygium untuk Diagnosis Mata

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Agustus 2026

Kenali Kode ICD X Pterygium untuk Diagnosis Mata yang Tepat dan Akurat Sesuai Standar Medis.

Mengenal Kode ICD X Pterygium untuk Diagnosis MataMengenal Kode ICD X Pterygium untuk Diagnosis Mata

DAFTAR ISI


Pterygium atau pterigium adalah kondisi tumbuhnya selaput jaringan bening bertekstur daging pada bagian putih mata (konjungtiva) yang dapat meluas hingga menutupi kornea. Pertumbuhan jaringan ini sering kali berbentuk segitiga dan umumnya berasal dari sudut mata sebelah dalam (dekat hidung). Jika dibiarkan berkembang tanpa penanganan, jaringan tersebut dapat mengganggu penglihatan.

Dalam dunia medis dan dokumentasi administratif kesehatan, setiap penyakit atau kondisi medis memiliki kode klasifikasi standar internasional. Pengodean ini menggunakan sistem International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) atau ICD X. Kode ICD X pterygium digunakan oleh dokter dan staf administratif untuk mencatat diagnosis medis, pengarsipan rekam medis, serta keperluan klaim asuransi kesehatan.

Memahami kode ICD X pterygium membantu pasien dan tenaga medis memastikan diagnosis tercatat secara akurat. Jika kamu merasakan adanya selaput mengganjal atau iritasi pada mata, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Mengenal Kode ICD X Pterygium

Dalam sistem sistem klasifikasi statistik internasional penyakit ICD-10, pterygium dikelompokkan ke dalam kategori penyakit konjungtiva mata. Kode utama untuk diagnosis pterygium adalah H11.0.

Sistem ICD-10 memberikan fleksibilitas tambahan dengan membagi kode tersebut menjadi beberapa sub-kode yang lebih spesifik. Sub-kode ini membedakan tingkat keparahan, lokasi pertumbuhan selaput, hingga apakah kondisi tersebut merupakan kasus baru atau kambuhan.

Rincian Sub-Kode ICD 10 Pterygium

Berikut adalah rincian sub-kode ICD X pterygium yang sering digunakan dalam dunia medis:

  • H11.00 (Unspecified Pterygium): Digunakan untuk pterigium yang tidak ditentukan jenis spesifiknya.
  • H11.01 (Amyloid Pterygium): Pterigium yang disertai penumpukan deposit protein amiloid pada jaringan konjungtiva.
  • H11.02 (Central Pterygium): Pterigium yang telah tumbuh meluas hingga mencapai atau menutupi area pusat kornea, sehingga sangat berisiko mengganggu penglihatan.
  • H11.03 (Double Pterygium): Kondisi saat pterigium tumbuh dari dua arah sekaligus (sisi temporal dan nasal) pada mata yang sama.
  • H11.04 (Peripheral Pterygium): Pterigium yang masih berada di bagian tepi/perifer kornea dan belum mengganggu garis penglihatan utama.
  • H11.05 (Recurrent Pterygium): Pterigium yang tumbuh kembali setelah sebelumnya pernah menjalani tindakan operasi pengangkatan.

Penyebab dan Gejala Pterygium

Penyebab utama timbulnya pterygium adalah paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari secara terus-menerus. Selain itu, paparan debu, angin, asap, dan lingkungan kerja luar ruangan yang kering turut meningkatkan risiko peradangan pada konjungtiva. Kondisi ini sering juga disebut sebagai surfer’s eye.

Beberapa gejala umum yang sering dirasakan penderita antara lain:

  • Mata merah, terasa ganjal, atau seperti ada pasir yang mengganjal.
  • Sensasi perih, gatal, atau rasa terbakar pada permukaan mata.
  • Tampak selaput berwarna merah muda kemerahan pada bagian putih mata.
  • Penglihatan kabur atau berbayang jika selaput tumbuh menutupi kornea.

Cara Penanganan Pterygium

Penanganan pterygium tergantung pada keparahan dan gejala yang dirasakan. Pada tahap awal yang ringan, penggunaan obat tetes mata pelembap (air mata buatan) atau tetes mata antiinflamasi sesuai petunjuk dokter sudah cukup untuk meredakan rasa ganjal dan kemerahan. Kamu bisa memilih beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk kebutuhan perawatan mata harian.

Namun, jika jaringan pterigium terus membesar hingga mengganggu kornea dan ketajaman penglihatan, dokter spesialis mata biasanya akan merekomendasikan tindakan pembedahan (eksisi pterigium) yang disertai dengan teknik pencangkokan konjungtiva (conjunctival autograft) untuk mencegah risiko kekambuhan.

Studi Terkait

Penelitian medis terbaru pada tahun 2026 menegaskan bahwa penggunaan kacamata hitam dengan pelindung UV400 secara konsisten dapat menekan risiko pembentukan dan pembesaran pterygium hingga 65 persen pada pekerja ruang terbuka. Studi tersebut juga menyoroti bahwa tindakan bedah dengan metode conjunctival autograft yang dikombinasikan dengan perekat fibrin menghasilkan tingkat rekurensi terkecil dibandingkan teknik operasi konvensional.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mendapati adanya selaput bening di mata yang semakin membesar, terasa sangat mengganjal, atau mulai mengganggu penglihatan, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Mata di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan mata menjadi lebih mudah, aman, dan tepercaya bersama dokter profesional melalui aplikasi Halodoc.

  • ✅ Dokter berpengalaman: Berinteraksi langsung dengan dokter spesialis mata yang memiliki STR dan SIP resmi.
  • ✅ Respon cepat 24 jam: Layanan siap membantu kapan saja dan dari mana saja tanpa perlu mengantre lama di klinik atau rumah sakit.
  • ✅ Privasi terjamin: Kerahasiaan data medis dan riwayat konsultasi kamu tersimpan dengan aman.

FAQ

1. Apa kode ICD 10 utama untuk pterygium?
Kode ICD 10 utama untuk diagnosis pterygium adalah H11.0. Kode ini terbagi lagi menjadi beberapa sub-kode tergantung tingkat keparahan dan tipe pterigium.

2. Apakah pterygium bisa hilang sendiri tanpa tindakan operasi?
Pterygium tidak dapat hilang sendiri tanpa tindakan operasi. Penggunaan tetes mata hanya membantu mengurangi peradangan dan gejala kemerahan, tetapi tidak menghilangkan jaringan yang sudah tumbuh.

3. Apa perbedaan pinguikula dan pterygium?
Pinguikula berupa benjolan kekuningan yang terbatas pada konjungtiva dan tidak tumbuh menutupi kornea. Sementara pterygium adalah selaput berbentuk segitiga yang dapat meluas dan menutupi lapisan kornea mata.

4. Bagaimana cara mencegah agar pterygium tidak tumbuh kembali?
Langkah pencegahan terbaik adalah selalu menggunakan kacamata hitam berpelindung UV saat beraktivitas di luar ruangan, memakai topi pelindung, serta menjaga kelembapan mata dengan obat tetes mata pelumas.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10) – H11.0 Pterygium.
PubMed. Diakses pada 2026. Global prevalence and risk factors for pterygium: A systematic review and meta-analysis.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. What Is a Pterygium (Surfer’s Eye)? Symptoms, Causes, Treatment.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Pterigium.