Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD X Retensi Urine untuk Klaim BPJS Kesehatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Mengenal kode ICD X retensi urine untuk diagnosis medis pasien secara tepat dan akurat.

Mengenal Kode ICD X Retensi Urine untuk Klaim BPJS KesehatanMengenal Kode ICD X Retensi Urine untuk Klaim BPJS Kesehatan

DAFTAR ISI


Retensi urine adalah kondisi medis ketika kandung kemih kamu tidak dapat mengosongkan urin secara sempurna atau bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali. Kondisi ini bisa bersifat akut (terjadi tiba-tiba) maupun kronis (berlangsung lama). Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi seperti kerusakan ginjal atau infeksi saluran kemih berat.

Dalam dunia medis dan sistem administrasi kesehatan seperti BPJS Kesehatan, setiap penyakit diklasifikasikan menggunakan sistem pendaftaran internasional. Kode ICD X (International Classification of Diseases 10th Revision) digunakan oleh dokter dan faskes untuk mengidentifikasi diagnosis retensi urine secara akurat.

Selain tindakan operatif atau pemasangan kateter pada kasus akut, dokter kerap meresepkan obat-obatan medis untuk membantu melemaskan otot kandung kemih dan prostat agar aliran urine kembali lancar. Berikut adalah beberapa pilihan obat yang umum digunakan sesuai arahan medis.

Rekomendasi Obat Retensi Urine

1. Harnal D 0.2 mg 10 Tablet

Harnal D mengandung Tamsulosin Hydrochloride yang bekerja sebagai penghambat alfa-1 (alpha-blocker). Obat ini berfungsi merelaksasi otot-otot di prostat dan leher kandung kemih, sehingga aliran urine menjadi lebih lancar dan gejala retensi akibat pembesaran prostat teratasi.

Dosis penggunaan sesuai dengan petunjuk dokter, umumnya 1 kali sehari 1 tablet setelah makan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Harnal D 0.2 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Harnal OCAS 0.4 mg 10 Tablet

Harnal OCAS menggunakan teknologi pelepas lambat (Oral Controlled Absorption System) dengan kandungan Tamsulosin HCl 0.4 mg. Obat ini bekerja melemaskan saluran kemih untuk meredakan sumbatan urine secara efisien sepanjang hari.

Dikonsumsi 1 kali sehari 1 tablet. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Harnal OCAS 0.4 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Proscar 5 mg 10 Tablet

Proscar mengandung Finasteride yang merupakan penghambat 5-alpha reductase. Obat ini bekerja menurunkan kadar hormon DHT yang memicu pembesaran prostat, sehingga membantu mengurangi ukuran prostat dan mengatasi retensi urine dalam jangka panjang.

Digunakan 1 kali sehari 1 tablet sesuai anjuran dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Proscar 5 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Kode ICD X Retensi Urine

Dalam klasifikasi ICD-10, kode resmi untuk retensi urine adalah R33 (Retention of urine). Kode ini masuk ke dalam Bab XVIII yang mencakup gejala, tanda, dan temuan klinis abnormal. Penggunaan kode ICD X R33 ini sangat penting bagi petugas administrasi rumah sakit dan klaim asuransi maupun BPJS Kesehatan untuk mencatat kondisi ketidakmampuan mengosongkan urine.

Jika retensi urine disebabkan oleh Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak, dokter mungkin akan mencantumkan kode kombinasi seperti N40 bersama dengan R33 untuk memberikan diagnosis medis yang lebih detail.

Studi Terkait

Berdasarkan studi medis terkini dari Journal of Urology & Nephrology (2026), pemberian terapi alpha-blocker seperti Tamsulosin pada pasien yang mengalami retensi urine akut terbukti meningkatkan keberhasilan pelepasan kateter (Trial Without Catheter / TWOC) hingga lebih dari 60 persen dibandingkan tanpa pengobatan medis pendukung.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami ketidakmampuan buang air kecil secara mendadak disertai rasa nyeri hebat di perut bagian bawah, segera konsultasikan kondisi kamu dengan Dokter Spesialis Urologi di Halodoc untuk penanganan darurat yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Menjaga kesehatan kini lebih mudah dengan konsultasi dokter online di Halodoc. Kamu bisa tanya dokter dan mendapatkan saran medis yang tepat dari dokter spesialis tepercaya secara praktis.

  • ✅ Dokter berpengalaman dan terverifikasi. Dokter yang bergabung di Halodoc telah memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Izin Praktik) aktif, serta berpengalaman dalam menangani berbagai masalah kesehatan.
  • ✅ Resep obat online resmi. Jika hasil konsultasi menunjukkan kamu membutuhkan obat resep, dokter dapat memberikan resep obat online yang bisa langsung kamu tebus melalui layanan Pharmacy Delivery Halodoc.
  • ✅ Layanan 24 jam non-stop. Kamu bisa konsultasi dokter kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari, tanpa perlu keluar rumah.
  • ✅ Privasi dan kerahasiaan terjamin. Sesi konsultasi dilakukan secara pribadi, aman, dan kerahasiaan data medis kamu terjaga dengan baik.
  • ✅ Pilihan spesialisasi lengkap. Tersedia dokter umum hingga dokter spesialis, seperti dokter anak, dokter kandungan, dokter kulit, dokter jiwa, hingga dokter spesialis urologi.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – R33 Retention of urine.
PubMed / National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Acute Urinary Retention: Diagnosis and Management.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Klasifikasi Kode Penyakit dan Prosedur Sistem Urinaria.
WebMD. Diakses pada 2026. Urinary Retention: Causes, Symptoms, and Treatments.

FAQ

Berapa kode ICD 10 untuk retensi urine?
Kode ICD 10 utama untuk retensi urine adalah R33. Kode ini digunakan dalam dokumentasi medis dan klaim BPJS Kesehatan untuk mencatat kondisi tidak dapat membuang air kecil.

Apa penyebab utama terjadinya retensi urine?
Penyebab paling umum meliputi pembesaran prostat jinak (BPH) pada pria, infeksi saluran kemih, sumbatan batu ginjal/kandung kemih, serta efek samping obat-obatan tertentu atau gangguan saraf.

Apakah retensi urine bisa berbahaya jika dibiarkan?
Ya, retensi urine yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada kandung kemih, infeksi ginjal, hingga timbulnya kerusakan ginjal permanen.

Bagaimana penanganan pertama retensi urine di rumah sakit?
Penanganan darurat utama adalah pengosongan kandung kemih segera menggunakan kateter urine, diikuti dengan pemberian obat-obatan perelaks otot saluran kemih sesuai rekomendasi dokter.