
Mengenal Kode Ikterus Neonatorum ICD 10 pada Bayi Baru Lahir
Kode Ikterus Neonatorum ICD 10 Penting Untuk Diagnosis Medis Bayi Baru Lahir

DAFTAR ISI
- Kode ICD 10 Ikterus Neonatorum
- Penyebab dan Gejala Ikterus Neonatorum
- Penanganan Medis yang Tepat
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Bayi kuning atau ikterus neonatorum adalah kondisi medis yang sering dialami oleh bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata (sklera) menjadi kekuningan akibat tingginya kadar bilirubin di dalam darah si Kecil.
Dalam dunia medis, pencatatan diagnosis penyakit menggunakan kode internasional dari World Health Organization (WHO). Kode ikterus neonatorum ICD 10 digunakan oleh dokter dan fasilitas kesehatan untuk mengklasifikasikan jenis serta penyebab kondisi bayi kuning secara akurat.
Penanganan ikterus neonatorum memerlukan perhatian khusus dari dokter. Kondisi ini tidak ditangani dengan pemberian obat sirup atau obat bebas, melainkan melalui pemantauan kadar bilirubin serum, pemenuhan asupan ASI, atau tindakan medis khusus seperti fototerapi.
Kode ICD 10 Ikterus Neonatorum
Dalam klasifikasi ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision), ikterus neonatorum umumnya masuk dalam kategori blok P55–P59 (penyakit hemolitik pada janin dan bayi baru lahir serta ikterus neonatorum lainnya). Beberapa kode yang sering digunakan meliputi:
- P59.0: Neonatal jaundice associated with preterm delivery (ikterus pada bayi prematur).
- P59.9: Neonatal jaundice, unspecified (ikterus neonatorum yang belum ditentukan penyebab spesifiknya).
- P58: Neonatal jaundice due to other excessive hemolysis (ikterus akibat pemecahan sel darah merah berlebih).
- P55: Hemolytic disease of fetus and newborn (termasuk inkompatibilitas ABO atau Rhesus).
Penyebab dan Gejala Ikterus Neonatorum
Ikterus neonatorum terjadi karena organ hati bayi belum cukup matang untuk memproses dan membuang bilirubin dari metabolisme sel darah merah. Beberapa gejala yang perlu dipantau antara lain:
- Warna kuning muncul pertama kali pada wajah, lalu menyebar ke dada, perut, hingga kaki.
- Bagian putih mata tampak kekuningan.
- Bayi tampak lemas, kantuk berlebihan, dan malas menyusu.
- Urine bayi berwarna kuning pekat atau cokelat, serta feses berwarna pucat.
Penanganan Medis yang Tepat
Penanganan bayi kuning bergantung pada kadar bilirubin serum total dan usia bayi. Tindakan yang umumnya disarankan meliputi:
- Pemberian ASI yang Cukup: Menyusui bayi 8 hingga 12 kali sehari membantu merangsang buang air besar sehingga bilirubin terbuang melalui feses.
- Fototerapi (Terapi Sinar): Menggunakan sinar biru khusus di rumah sakit untuk mengubah molekul bilirubin agar lebih mudah dikeluarkan tubuh.
- Transfusi Tukar: Prosedur medis khusus jika kadar bilirubin sangat tinggi dan berisiko memicu bahaya seperti kernikterus.
Studi Terkait
Penelitian dalam jurnal neonatologi terbaru menunjukkan bahwa deteksi dini kadar bilirubin transkutaneus dan penanganan cepat ikterus neonatorum dapat mengurangi risiko komplikasi ensefalopati bilirubin secara signifikan. Oleh karena itu, skreening rutin pada bayi sebelum dipulangkan dari rumah sakit sangat dianjurkan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kondisi kuning pada si Kecil tampak menyebar hingga ke area perut dan kaki, bayi semakin lemas, atau tidak mau menyusu, segera melakukan konsultasi ke dokter di Halodoc untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Kondisi kesehatan bayi baru lahir memerlukan penanganan yang cepat dan akurat. Melalui layanan konsultasi dokter di Halodoc, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak terpercaya kapan saja dan di mana saja. Dokter siap memberikan saran penanganan awal dan panduan medis yang aman untuk si Kecil.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Neonatal Jaundice.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hyperbilirubinemia.
PubMed. Diakses pada 2026. Neonatal Hyperbilirubinemia Management and Phototherapy Guidelines.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Newborn Jaundice: Causes and Treatments.
FAQ
Apa arti kode ICD 10 P59.9 pada bayi kuning?
Kode P59.9 dalam sistem ICD-10 merujuk pada Neonatal jaundice, unspecified, yaitu kondisi bayi kuning yang belum ditentukan penyebab spesifiknya dalam catatan medis. Kode ini digunakan tenaga medis untuk kebutuhan administrasi dan rekam medis rumah sakit.
Apakah ikterus neonatorum bisa disembuhkan dengan obat bebas?
Tidak, ikterus neonatorum tidak diobati menggunakan obat bebas atau herbal. Penanganannya memerlukan pemantauan medis, pemberian asupan ASI yang cukup, atau tindakan fototerapi jika kadar bilirubin tinggi.
Berapa lama bayi kuning biasanya bertahan?
Ikterus fisiologis biasanya muncul pada hari ke-2 atau ke-3 setelah lahir dan membaik dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Jika kondisi kuning bertahan lebih dari 2 minggu, bayi perlu segera diperiksa oleh dokter.
Kapan fototerapi dibutuhkan untuk ikterus neonatorum?
Fototerapi dibutuhkan jika hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar bilirubin serum telah mencapai ambang batas yang berisiko bagi kesehatan bayi. Dokter akan menentukan tindakan ini berdasarkan usia gestasi dan usia jam bayi baru lahir.




