Ad Placeholder Image

Mengenal Kode Omphalitis ICD 10 untuk Diagnosis Medis Tepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Mengenal Kode Omphalitis ICD 10 untuk Diagnosis Infeksi Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir

Mengenal Kode Omphalitis ICD 10 untuk Diagnosis Medis TepatMengenal Kode Omphalitis ICD 10 untuk Diagnosis Medis Tepat

DAFTAR ISI


Omphalitis adalah infeksi bakteri pada pangkal tali pusat (pusar) yang umumnya terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini dikategorikan sebagai keadaan darurat neonatal karena infeksi dapat menyebar dengan cepat ke jaringan sekitarnya hingga ke aliran darah jika tidak segera ditangani secara medis.

Dalam dunia medis, tenaga kesehatan menggunakan sistem kodifikasi internasional untuk mencatat diagnosis pasien. Penelusuran mengenai omphalitis ICD 10 merujuk pada klasifikasi kode penyakit resmi yang digunakan oleh dokter dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengidentifikasi kondisi infeksi tali pusat ini secara tepat.

Mengetahui kode diagnosis dan mengenali gejala omphalitis sejak dini sangat penting bagi orang tua. Dengan pemahaman yang baik, tindakan medis darurat dapat segera diambil sebelum timbul komplikasi berbahaya seperti sepsis atau selulitis pada dinding perut bayi.

Mengenal Omphalitis dan Kode ICD-10

Dalam klasifikasi International Classification of Diseases, 10th Revision (ICD-10), omphalitis pada bayi baru lahir diklasifikasikan di bawah kode P38 (Omphalitis of newborn with or without mild hemorrhage). Kode ini digunakan oleh tenaga medis untuk pencatatan rekam medis, klaim asuransi, serta pelaporan epidemiologi infeksi neonatal.

Omphalitis umumnya disebabkan oleh kolonisasi bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, atau bakteri gram-negatif seperti Escherichia coli pada tunggul tali pusat yang belum lepas. Infeksi ini kerap terpicu oleh proses persalinan yang kurang steril atau perawatan tali pusat yang tidak higienis di rumah.

Gejala dan Faktor Risiko Omphalitis

Orang tua perlu waspada jika menemukan tanda-tanda infeksi pada area pusar si Kecil. Gejala omphalitis yang umum meliputi:

  • Kemerahan (eritema) dan pembengkakan di sekitar kulit pusar.
  • Keluarnya cairan bernanah atau berbau tidak sedap dari tunggul tali pusat.
  • Pusar terasa hangat saat disentuh dan bayi menangis karena kesakitan.
  • Demam atau sebaliknya, suhu tubuh bayi justru terlalu rendah (hipotermia).
  • Bayi tampak lemas, enggan menyusu, dan rewel.

Faktor risiko utama yang meningkatkan kejadian omphalitis adalah berat badan lahir rendah (BBLR), persalinan lama, ketuban pecah dini, serta penggunaan bahan-bahan tradisional yang tidak steril pada tali pusat.

Cara Mencegah Omphalitis pada Bayi

Pencegahan omphalitis berpusat pada perawatan tali pusat yang bersih dan kering (dry cord care). Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan:

  • Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum memegang bayi atau merawat area pusar.
  • Biarkan tali pusat terbuka dan kering tanpa ditutup kassa ketat atau diolesi ramuan tradisional.
  • Posisikan popok di bawah tunggul tali pusat agar tidak tertutup dan terkena urin atau kotoran.
  • Gunakan air bersih untuk membersihkan area sekitar pusar jika kotor, lalu keringkan secara perlahan dengan kain lembut.

Studi Terkait

Berdasarkan riset klinis mengenai perawatan neonatus, penerapan metode perawatan tali pusat kering (clean and dry cord care) terbukti secara signifikan menurunkan insidensi omphalitis pada bayi baru lahir dibandingkan pemberian antiseptik topikal secara rutin tanpa indikasi. Studi ilmiah terkini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan tangan pengasuh dan menghindari kontaminasi zat luar adalah kunci utama pencegahan infeksi tali pusat di fasilitas kesehatan maupun rumah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu melihat kemerahan pada pusar bayi yang meluas ke dinding perut, timbul nanah berbau, atau si Kecil tampak lemas dan demam, segera konsultasikan kondisi ini dengan Dokter Spesialis Anak di Halodoc untuk penanganan medis darurat yang tepat.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melalui Halodoc, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak kapan saja secara praktis. Dapatkan saran medis tepercaya, diagnosis awal, serta rujukan tindakan darurat tanpa harus keluar rumah terlebih dahulu.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Care of the Umbilical Cord in Newborns.
PubMed / Journal of Perinatology. Diakses pada 2026. Umbilical cord care practices and incidence of omphalitis in neonates.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial.
WebMD. Diakses pada 2026. Umbilical Cord Infections (Omphalitis) in Babies.

FAQ

1. Apa arti kode ICD 10 P38?
Kode P38 dalam sistem ICD-10 merujuk pada diagnosis omphalitis atau infeksi tali pusat pada bayi baru lahir, baik yang disertai pendarahan ringan maupun tidak. Kode ini digunakan tenaga medis untuk klasifikasi penyakit resmi.

2. Apa tanda awal terjadinya omphalitis pada bayi?
Tanda awal omphalitis biasanya berupa kemerahan di kulit sekitar dasar tali pusat, muncul bau tidak sedap, serta adanya cairan jernih atau bernanah yang keluar dari tunggul pusar.

3. Apakah omphalitis memerlukan antibiotik?
Ya, karena omphalitis disebabkan oleh infeksi bakteri, penanganan medis umumnya membutuhkan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Pada kasus yang parah, pemberian antibiotik dilakukan secara intravena di rumah sakit.

4. Bagaimana cara agar tali pusat bayi tidak infeksi?
Pastikan tali pusat selalu dalam keadaan bersih dan kering, cuci tangan sebelum merawat bayi, dan jangan mengoleskan bahan atau ramuan apa pun tanpa petunjuk dokter.