
Mengenal Kode Peritonitis ICD 10 dan Penjelasan Lengkapnya
Daftar Kode Peritonitis ICD 10 Lengkap untuk Panduan Diagnosis Medis yang Akurat dan Tepat.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Peritonitis
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum, yaitu lapisan tipis yang melapisi rongga perut dan melingkupi organ-organ di dalamnya. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri atau jamur, sering kali disebabkan oleh pecahnya organ seperti usus, apendiks, atau tukak lambung. Jika tidak segera ditangani, peritonitis bisa memicu sepsis—kondisi berbahaya yang dapat berakibat fatal. Kode ICD-10 untuk peritonitis adalah K65, yang mencakup berbagai subtipe seperti peritonitis primer, sekunder, atau karena perforasi. Gejalanya meliputi nyeri perut hebat, demam, mual, muntah, perut kembung, dan penurunan nafsu makan. Pengobatan memerlukan pendekatan medis komprehensif, termasuk antibiotik, irigasi perut, dan kadang operasi.
Sementara pengobatan utama peritonitis harus dilakukan di rumah sakit, beberapa obat bisa digunakan untuk mengelola gejala pendukung seperti mual, nyeri, atau gangguan pencernaan akibat iritasi lambung. Namun, obat-obatan ini hanya bersifat tambahan dan tidak menggantikan penanganan medis darurat. Penting untuk tidak menunda konsultasi dokter jika gejala muncul secara mendadak dan parah.
Rekomendasi Peritonitis
1. Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul
Kandungan aktif lansoprazole bekerja dengan menghambat produksi asam lambung, sehingga membantu mengurangi iritasi pada lambung akibat peradangan peritoneum yang berdekatan. Dosis umum: 30 mg sekali sehari. Hindari penggunaan jangka panjang tanpa resep dokter. Golongan obat: PPI (Proton Pump Inhibitor).
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
2. Omeprazole 20 mg 10 Kapsul
Omeprazole juga termasuk dalam kelompok PPI, yang menekan produksi asam lambung secara efektif. Cocok digunakan jika gejala peritonitis disertai refluks atau gastritis. Dosis umum: 20 mg sekali sehari. Tidak dianjurkan untuk pasien alergi terhadap PPI atau gangguan hati berat.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Omeprazole 20 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Peritonitis
- Perforasi usus atau appendiks
- Tukak lambung yang parah
- Komplikasi dialisis peritoneal
- Infeksi dari organ sekitar (misalnya kantung empedu atau rahim)
3. Sucralfate 500 mg/5 ml Suspensi 100 ml
Sucralfate membentuk lapisan pelindung pada dinding lambung dan usus, mengurangi iritasi akibat asam lambung yang meningkat saat peritonitis. Suspensi ini sering direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan pencernaan berbarengan. Dosis umum: 1 sdt (10 ml) tiga kali sehari sebelum makan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Sucralfate 500 mg/5 ml Suspensi 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc
4. Oralit 200 4.1 g 1 Sachet
Oralit membantu mencegah dehidrasi akibat muntah atau diare yang sering menyertai peritonitis. Ini adalah terapi pendukung penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit. Larutkan dalam air sesuai petunjuk. Cocok untuk semua usia, termasuk anak-anak.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Oralit 200 4.1 g 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke Dokter Umum jika Anda mengalami nyeri perut tiba-tiba dan hebat, demam tinggi, muntah terus-menerus, perut terasa kaku atau bengkak, atau tanda syok seperti pusing dan kulit dingin. Peritonitis adalah keadaan darurat medis—tunda sedikit saja bisa berakibat fatal.
Studi Terkait
European Journal of Emergency Medicine. Diakses pada 2026. “Early Antibiotic Administration in Primary Peritonitis: A Retrospective Cohort Study.”
World Journal of Surgery. Diakses pada 2026. “Diagnostic Criteria and Outcomes of Secondary Peritonitis: A Multicenter Analysis.”
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Dengan chat dokter di Halodoc, kamu bisa mendapatkan konsultasi medis tepat waktu dari dokter berlisensi tanpa perlu pergi ke rumah sakit. Layanan ini tersedia 24 jam, aman, dan terjaga privasinya. Cocok untuk pertanyaan seputar gejala, pengobatan, atau rencana tindak lanjut pasca rawat inap.
FAQ
- Apa itu kode ICD-10 untuk peritonitis?
Kode ICD-10 untuk peritonitis adalah K65, yang mencakup berbagai jenis peritonitis seperti primer, sekunder, atau karena perforasi organ. Kode ini digunakan oleh tenaga medis untuk dokumentasi dan klaim asuransi. - Bisakah peritonitis sembuh sendiri?
Tidak. Peritonitis adalah kondisi darurat medis yang tidak bisa sembuh sendiri. Tanpa pengobatan, infeksi bisa menyebar ke aliran darah dan menyebabkan sepsis. - Apakah obat antasida bisa menyembuhkan peritonitis?
Tidak. Antasida hanya membantu meredakan gejala seperti mulas atau iritasi lambung, bukan mengobati infeksi peritoneum. Penanganan utama tetap harus dilakukan oleh dokter. - Apakah peritonitis berbahaya untuk ibu hamil?
Sangat berbahaya. Peritonitis pada ibu hamil meningkatkan risiko prematur, infeksi janin, atau keguguran. Segera konsultasi ke dokter jika mengalami gejala nyeri perut yang tidak biasa.




