Ad Placeholder Image

Mengenal Kode Pleuritis TB ICD 10 dan Penjelasannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 11 Agustus 2026

Mengenal Kode Pleuritis TB ICD 10 dalam Diagnosis Medis yang Tepat

Mengenal Kode Pleuritis TB ICD 10 dan PenjelasannyaMengenal Kode Pleuritis TB ICD 10 dan Penjelasannya

DAFTAR ISI


Pleuritis tuberkulosis (TB) adalah peradangan pada pleura, lapisan tipis yang melapisi paru-paru dan rongga dada, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kondisi ini sering muncul sebagai komplikasi dari TB paru yang tidak terkontrol. Gejala umumnya meliputi nyeri dada tajam yang memburuk saat bernapas dalam, batuk kering, demam ringan, keringat malam, dan penurunan berat badan. Kode ICD-10 untuk pleuritis TB adalah A15.3, yang digunakan oleh dokter untuk dokumentasi medis dan penanganan berbasis protokol.

Pengobatan pleuritis TB tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasien memerlukan terapi antituberkulosis (OAT) jangka panjang yang disesuaikan dengan kondisi dan resistensi bakteri. Namun, dalam beberapa kasus, dokter juga meresepkan antibiotik tambahan untuk mengatasi infeksi sekunder atau peradangan yang menyertai. Oleh karena itu, penting untuk memahami obat-obatan yang dapat mendukung penanganan, meskipun penggunaannya harus selalu di bawah pengawasan medis.

Di bawah ini adalah rekomendasi obat yang mungkin diresepkan dokter sebagai bagian dari terapi pendukung untuk mengatasi infeksi sekunder pada pasien pleuritis TB.

Rekomendasi Obat Pleuritis TB

1. Cefixime 200 mg 10 Kapsul

Kandungan aktifnya adalah cefixime, antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga. Cefixime bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri, terutama yang menyebabkan infeksi sekunder di saluran pernapasan. Dosis umum untuk dewasa adalah 200 mg sekali sehari. Peringatan: Hindari jika memiliki alergi terhadap sefalosporin atau penisilin.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cefixime 200 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Azithromycin 500 mg 6 Tablet

Azithromycin adalah antibiotik golongan makrolida yang efektif melawan berbagai bakteri gram positif dan negatif, termasuk yang menyebabkan infeksi saluran napas bawah. Dosis umum 500 mg per hari dalam 1–3 hari. Efeknya panjang, sehingga cukup sekali sehari. Peringatan: Hindari pada pasien dengan gangguan hati berat.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Azithromycin 500 mg 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Penting Saat Mengonsumsi Obat Pleuritis TB
  1. Jangan berhenti minum obat meski gejala membaik — ini bisa menyebabkan resistensi bakteri.
  2. Konsumsi obat secara teratur dan sesuai jadwal untuk memastikan konsentrasi efektif dalam tubuh.
  3. Hindari alkohol saat minum antibiotik karena bisa memperburuk efek samping seperti mual dan pusing.

3. Dohixat 100 mg 10 Kapsul

Dohixat mengandung doxycycline, antibiotic golongan tetracycline yang efektif melawan berbagai infeksi bakteri, termasuk yang memengaruhi saluran pernapasan. Dosis umum 100 mg per hari. Hindari pada ibu hamil dan anak di bawah 8 tahun karena dapat memengaruhi perkembangan tulang dan gigi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dohixat 100 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Ciprofloxacin 500 mg 10 Tablet

Ciprofloxacin adalah antibiotik fluoroquinolon yang bekerja dengan menghentikan replikasi DNA bakteri. Digunakan untuk infeksi bakteri berat yang tidak responsif terhadap antibiotik lain. Dosis umum 500 mg dua kali sehari. Peringatan: Berisiko memicu gangguan tendon, terutama pada lansia.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ciprofloxacin 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Clindamycin 300 mg 10 Kapsul

Clindamycin adalah antibiotik yang efektif melawan bakteri anaerob dan beberapa gram positif. Sering digunakan jika ada kecurigaan infeksi sekunder akibat bakteri resisten. Dosis umum 300–450 mg setiap 6–8 jam. Peringatan: Bisa menyebabkan diare berat (C. difficile colitis).

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Clindamycin 300 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami nyeri dada berkepanjangan, batuk yang tidak membaik setelah 2 minggu, demam tinggi yang berulang, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Pleuritis TB bisa memburuk menjadi empiema atau gagal napas jika tidak ditangani tepat waktu. Jangan mengandalkan obat bebas — pengobatan TB memerlukan resep khusus dan pemantauan medis berkelanjutan.

Studi Terkait

The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. “Second-line Antibiotics in Tuberculosis-Related Parapneumonic Effusions: A Multicenter Cohort Study”.

World Health Organization. Diakses pada 2026. “Guidelines for the Treatment of Drug-Susceptible Tuberculosis”.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis paru secara online, 24 jam, tanpa perlu keluar rumah. Dokter di Halodoc akan membantu mendiagnosis gejala, membantu menentukan apakah kamu memerlukan pemeriksaan lanjutan (seperti rontgen dada atau tes TB), dan memberi resep elektronik yang bisa langsung ditebus di apotek Halodoc. Konsultasi ini aman,私密, dan sangat berguna untuk pasien dengan kondisi seperti pleuritis TB yang membutuhkan pemantauan terus-menerus.

    FAQ

    1. Apa bedanya pleuritis TB dan infeksi paru biasa?
      Pleuritis TB disebabkan oleh bakteri TB dan melibatkan peradangan pada selaput paru, sementara infeksi paru biasa (pneumonia) lebih fokus pada jaringan paru itu sendiri. Gejala pleuritis TB sering lebih berkepanjangan dan disertai penurunan berat badan.
    2. Bisakah pleuritis TB sembuh tanpa obat?
      Tidak. Pleuritis TB adalah infeksi serius yang memerlukan terapi antituberkulosis (OAT) yang diawasi dokter. Tanpa pengobatan, risiko komplikasi dan penyebaran ke orang lain sangat tinggi.
    3. Apakah semua obat antibiotik bisa digunakan untuk pleuritis TB?
      Tidak. Antibiotik biasa tidak efektif melawan bakteri TB. Hanya obat spesifik seperti isoniazid, rifampisin, dan pyrazinamide yang digunakan sebagai OAT utama. Antibiotik tambahan seperti yang direkomendasikan di atas hanya untuk infeksi sekunder.
    4. Bisakah saya beli obat ini tanpa resep?
      Tidak disarankan. Obat-obat ini adalah resep keras dan harus diambil setelah konsultasi dokter karena risiko efek samping dan resistensi bakteri sangat tinggi jika salah penggunaan.

    Referensi

    The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. “Second-line Antibiotics in Tuberculosis-Related Parapneumonic Effusions: A Multicenter Cohort Study”.
    World Health Organization. Diakses pada 2026. “Guidelines for the Treatment of Drug-Susceptible Tuberculosis”.
    Badan POM. Diakses pada 2026. “Daftar Obat dan Bahan Obat Terdaftar”.
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. “Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis”.