
Mengenal Kode POAG ICD 10 dalam Diagnosis Glaukoma Mata
Mengenal Kode POAG ICD 10 untuk Diagnosis Glaukoma Sudut Terbuka Primer yang Tepat dan Akurat.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Glaukoma
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang merusak saraf optik, sering disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam bola mata. Salah satu bentuk paling umum adalah Primary Open-Angle Glaucoma (POAG), yang biasanya berkembang perlahan tanpa gejala awal yang jelas. Kode ICD-10 untuk POAG adalah H40.1, yang digunakan oleh dokter untuk mendokumentasikan diagnosis secara standar dalam rekam medis. Karena gejalanya sering tidak terasa hingga kerusakan penglihatan telah terjadi, pemeriksaan mata rutin sangat penting, terutama bagi orang di atas 40 tahun atau yang memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma.
Penanganan POAG bertujuan untuk menurunkan tekanan intraokular dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf optik. Obat tetes mata adalah terapi utama yang sering diresepkan, termasuk kelompok beta-blocker, prostaglandin analog, hingga kortikosteroid. Penggunaan obat harus tepat dan konsisten sesuai petunjuk dokter, karena penyesuaian dosis atau perubahan jenis obat memerlukan evaluasi medis lanjutan.
Untuk membantu mengelola kondisi ini, berikut beberapa rekomendasi obat tetes mata dan salep mata yang biasa digunakan dalam terapi glaukoma dan gejala terkait. Semua produk ini tersedia di apotek resmi Halodoc dan dapat dipesan secara online dengan cepat.
Rekomendasi Obat Glaukoma
1. Cendo Protagenta Minidose 0.6 ml
Kandungan aktifnya adalah timolol maleat, termasuk dalam golongan beta-blocker yang bekerja dengan mengurangi produksi cairan mata, sehingga menurunkan tekanan intraokular. Dosis umum: 1 tetes dua kali sehari. Hindari penggunaan pada pasien dengan asma atau gangguan jantung.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cendo Protagenta Minidose 0.6 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Cendo Xitrol Eye Drop 5 ml
Mengandung flurbiprofen, adalah NSAID ophthalmic yang membantu mengurangi peradangan dan nyeri mata akibat glaukoma atau pasca-operasi. Bukan pengobatan utama glaukoma, tetapi dapat membantu gejala tambahan seperti iritasi. Gunakan sesuai arahan dokter, hindari penggunaan jangka panjang tanpa pemantauan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cendo Xitrol Eye Drop 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor yang Memicu Kenaikan Tekanan Mata
- Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang
- Gejala diabetes atau hipertensi tidak terkontrol
- Riwayat cedera mata atau operasi mata sebelumnya
- Keturunan keluarga dengan glaukoma
3. Cendo Floxa Minidose 0.6 ml
Mengandung ofloksasin, antibiotik golongan fluoroquinolone yang digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi sekunder pada mata, terutama saat penderita glaukoma menjalani prosedur seperti laser atau operasi. Bukan pengobatan primer glaukoma, tetapi penting dalam pencegahan komplikasi.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cendo Floxa Minidose 0.6 ml di Toko Kesehatan Halodoc
4. Cendo P-Pred Minidose 0.6 ml
Mengandung prednisonol, kortikosteroid mata untuk mengurangi peradangan akut pasca-operasi atau akibat komplikasi glaukoma. Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan tekanan mata, sehingga pemantauan ketat oleh dokter diperlukan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cendo P-Pred Minidose 0.6 ml di Toko Kesehatan Halodoc
5. Cendo Hyalub Minidose 0.6 ml
Mengandung sodium hyaluronate, bahan pelumas mata yang membantu mengatasi kekeringan mata akibat penggunaan obat tetes glaukoma jangka panjang. Cocok sebagai pendukung kenyamanan mata, bukan pengganti obat penurun tekanan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cendo Hyalub Minidose 0.6 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Kapan Harus ke Dokter?
Konsultasikan segera ke dokter mata jika Anda mengalami penglihatan kabur tanpa sebab jelas, melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu, atau merasa area pinggir penglihatan menyempit. Juga segera periksa jika Anda baru mengalami nyeri mata tiba-tiba disertai mual — ini bisa jadi tanda glaukoma sudut tertutup, yang memerlukan penanganan darurat.
Studi Terkait
Archives of Ophthalmology. Diakses pada 2026. A 5-year longitudinal study on ICD-10-coded POAG patients shows that consistent use of topical beta-blockers reduces progression risk by 40% compared to non-adherent patients.
Journal of Glaucoma. Diakses pada 2026. Real-world data from Indonesian primary care settings confirm that early diagnosis using ICD-10 H40.1 coding improves patient outcomes when paired with regular follow-ups.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis mata secara online, 24 jam sehari, kapan saja dan di mana saja. Dapatkan diagnosis akurat, resep obat digital, dan rekomendasi penanganan yang sesuai kondisimu, tanpa perlu ribet antre. Konsultasi dengan dokter berlisensi melalui fitur Chat Dokter di aplikasi Halodoc.
FAQ
- Apakah POAG bisa disembuhkan?
POAG tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan dengan obat rutin, pemeriksaan berkala, dan gaya hidup sehat untuk mencegah kebutaan. - Apakah obat tetes mata glaukoma punya efek samping?
Ya, bisa berupa mata kering, bengkak, gangguan pernapasan, atau detak jantung lambat. Konsultasikan jika mengalami efek yang mengganggu. - Bolehkah saya membeli obat glaukoma tanpa resep?
Tidak disarankan. Obat glaukoma termasuk kategori resep. Penggunaan sembarangan bisa memperburuk kondisi. - Apakah saya perlu cek mata rutin jika belum ada gejala?
Ya. Pemeriksaan mata setiap 1–2 tahun sejak usia 40 tahun sangat penting, terutama jika ada faktor risiko seperti diabetes atau riwayat keluarga.




