Ad Placeholder Image

Mengenal Kode Underweight ICD 10 dalam Rekam Medis Pasien

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 Agustus 2026

Mengenal Kode Underweight ICD 10 Untuk Diagnosis Status Gizi Rendah Secara Medis yang Akurat

Mengenal Kode Underweight ICD 10 dalam Rekam Medis PasienMengenal Kode Underweight ICD 10 dalam Rekam Medis Pasien

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu melihat istilah atau kode medis tertentu saat menerima lembaran rekam medis dari fasilitas kesehatan? Bagi seseorang yang memiliki berat badan di bawah rentang normal, tenaga medis biasanya mencantumkan kode klasifikasi internasional untuk mendokumentasikan kondisi tersebut.

Kondisi berat badan kurang atau underweight bukan sekadar masalah penampilan, melainkan indikator medis yang membutuhkan perhatian khusus. Pemahaman mengenai diagnosis ini sangat penting agar langkah penanganan nutrisi dan gaya hidup dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

Secara umum, penanganan underweight berfokus pada pendekatan non-farmakologis, yaitu modifikasi pola makan, peningkatan kalori berkualitas, serta pemantauan kondisi medis yang mendasarinya. Mari kenali lebih dalam mengenai pengkodean medis ini serta langkah sehat untuk mencapai berat badan ideal.

Mengenal Kode Underweight ICD-10

International Classification of Diseases, 10th Revision (ICD-10) merupakan sistem pengodean standar global yang digunakan oleh praktisi medis untuk mengklasifikasikan diagnosis penyakit dan masalah kesehatan. Dalam ICD-10, kondisi berat badan kurang umumnya dicatat di bawah kode R63.6 (Underweight) atau kategori E44–E46 jika berkaitan dengan malnutrisi energi protein.

Seseorang dikategorikan mengalami underweight secara klinis apabila Indeks Massa Tubuh (IMT) berada di bawah angka 18,5 kg/m². Penggunaan kode ICD-10 ini membantu dokter dan tim medis dalam memantau riwayat kesehatan pasien, menentukan rencana intervensi gizi, serta merujuk pasien ke spesialis yang tepat jika ditemukan penyakit penyerta.

Penyebab dan Risiko Underweight

Berat badan kurang dapat dipicu oleh berbagai faktor biologis maupun gaya hidup. Beberapa penyebab utamanya meliputi:

  • Laju metabolisme tinggi: Beberapa orang secara genetik membakar kalori lebih cepat meski telah mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup.
  • Riwayat penyakit kronis: Gangguan tiroid (hipertiroidisme), penyakit seliak, diabetes tipe 1, atau infeksi jangka panjang seperti tuberkulosis.
  • Gangguan makan dan kesehatan mental: Anoreksia nervosa, bulimia, depresi, atau stres berat yang menurunkan nafsu makan secara signifikan.
  • Asupan gizi tidak memadai: Kurangnya akses terhadap makanan bergizi atau pola makan tidak teratur.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, underweight berisiko memicu daya tahan tubuh menurun, anemia, osteoporosis, gangguan kesuburan, hingga kelelahan kronis.

Cara Mengatasi Underweight Secara Efektif

Karena underweight pada umumnya bukan kondisi yang disembuhkan dengan obat-obatan utama, kunci utama penanganannya terletak pada manajemen nutrisi dan gaya hidup sehat:

  1. Konsumsi Kalori Berkualitas: Tambahkan porsi makanan harian secara bertahap dengan memilih makanan padat nutrisi, seperti alpukat, kacang-kacangan, telur, daging tanpa lemak, dan produk olahan susu.
  2. Makan Lebih Sering dengan Porsi Kecil: Jika mudah merasa kenyang, bagilah jadwal makan menjadi 5–6 kali sehari dalam porsi sedang beserta camilan sehat.
  3. Latihan Beban (Strength Training): Olahraga angkat beban membantu mengubah kelebihan kalori menjadi massa otot, bukan sekadar jaringan lemak.
  4. Cukupi Kebutuhan Protein: Protein sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot tubuh secara optimal.

Studi Terkait

Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Nutrition and Metabolic Care (2026), kombinasi asupan surplus kalori berbasis protein tinggi yang dipadukan dengan latihan resistensi secara konsisten terbukti meningkatkan massa otot tanpa lemak (lean muscle mass) secara signifikan pada individu dewasa dengan diagnosis underweight non-patologis.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas, merasa lemas secara terus-menerus, atau sulit menaikkan berat badan meski sudah menambah porsi makan, segera konsultasikan kondisi kesehatanmu dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Lewat Halodoc, kamu bisa konsultasi ke dokter yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja secara praktis dari ponselmu.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Body Mass Index – BMI Classification and ICD Coding.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Nutritional Management and Interventions for Underweight Adults.
WebMD. Diakses pada 2026. Healthy Ways to Gain Weight If You’re Underweight.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang dan Pencegahan Kurang Energi Kronis.

FAQ

1. Apa kode ICD-10 untuk underweight?
Kode ICD-10 yang paling umum digunakan untuk mengklasifikasikan kondisi berat badan kurang adalah R63.6 (Underweight). Jika terkait dengan malnutrisi energi protein, dokter dapat menggunakan kode E44 hingga E46.

2. Berapa nilai IMT yang termasuk kategori underweight?
Seseorang dikategorikan mengalami underweight atau berat badan kurang apabila hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) berada di bawah angka 18,5 kg/m².

3. Apakah underweight memerlukan obat-obatan khusus?
Secara umum, underweight ditangani melalui perbaikan pola makan, peningkatan asupan kalori bergizi, dan gaya hidup sehat. Obat-obatan hanya diberikan oleh dokter jika ada penyakit penyerta yang mendasarinya.

4. Bagaimana cara sehat menaikkan berat badan?
Kamu dapat meningkatkan berat badan secara sehat dengan meningkatkan porsi kalori harian dari makanan bergizi seimbang, mengonsumsi makanan kaya protein, serta rutin melakukan olahraga latihan beban.