Ad Placeholder Image

Mengenal Kondisi Hiperemesis Gravidarum Saat Masa Kehamilan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Pahami Penyebab dan Gejala Hiperemesis Gravidarum Saat Kehamilan Lebih Mual dari Muntah Biasa.

Mengenal Kondisi Hiperemesis Gravidarum Saat Masa KehamilanMengenal Kondisi Hiperemesis Gravidarum Saat Masa Kehamilan

DAFTAR ISI


Mual dan muntah ringan saat hamil muda adalah kondisi umum yang biasa dikenal sebagai morning sickness. Namun, jika mual terjadi secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas harian dan asupan nutrisi, kondisi ini mungkin menandakan gangguan medis yang lebih serius.

Kondisi mual berlebihan tersebut dikenal dengan istilah hiperemesis gravidarum.

Pengertian Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah parah selama masa kehamilan yang dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan secara drastis, serta ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Berbeda dengan mual biasa, kondisi ini dapat memicu rasa lemas parah sehingga mengganggu nutrisi janin dan ibu.

Gejala mual hebat ini umumnya muncul pada trimester pertama kehamilan, berkisar antara minggu ke-4 hingga minggu ke-6, dan puncaknya terjadi di sekitar minggu ke-9 sampai ke-13. Penanganan yang tepat dan cepat sangat diperlukan agar tidak menimbulkan komplikasi kehamilan yang lebih berat.

Penyebab dan Gejala Hiperemesis Gravidarum

Penyebab pasti dari hiperemesis gravidarum belum diketahui secara penuh. Namun, lonjakan drastis hormon kehamilan seperti human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen diduga menjadi pemicu utamanya. Ibu hamil yang mengandung janin kembar atau memiliki riwayat keluarga dengan gangguan serupa berisiko lebih tinggi mengalaminya.

Beberapa gejala khas hiperemesis gravidarum yang perlu kamu waspadai antara lain:

  • Muntah lebih dari 3 hingga 4 kali sehari secara berkelanjutan.
  • Rasa mual tak tertahankan hingga sulit menelan makanan atau minuman.
  • Penurunan berat badan lebih dari 5 persen dari berat awal sebelum hamil.
  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti pusing, buang air kecil sedikit dan berwarna gelap, serta mulut terasa sangat kering.
  • Tekanan darah menurun saat berdiri dan merasa lemas berlebihan.

Cara Penanganan Hiperemesis Gravidarum

Penanganan hiperemesis gravidarum disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami ibu hamil. Pada kasus berat, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan untuk memberikan cairan infus dan elektrolit guna mengembalikan hidrasi tubuh.

Untuk membantu meredakan keluhan harian di rumah, kamu bisa mencoba beberapa tips praktis berikut:

  • Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar perut tidak pernah kosong sepenuhnya.
  • Hindari makanan yang tinggi lemak, terlalu pedas, atau memiliki aroma menyengat yang memicu rasa mual.
  • Perbanyak minum air putih sedikit demi sedikit di antara waktu makan.
  • Istirahat yang cukup dan hindari gerakan tubuh mendadak saat bangun tidur.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mual dan muntah berlebihan tak kunjung membaik hingga membuat kamu tidak bisa mengonsumsi makanan atau cairan sama sekali, segera lakukan konsultasi ke dokter dengan Dokter Spesialis Kandungan di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi medis di Halodoc memudahkan kamu untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan reproduksi dan kehamilan secara tepercaya.

  • ✅ Dokter berpengalaman: Berinteraksi langsung dengan dokter spesialis obgyn berlisensi resmi.
  • ✅ Layanan 24/7: Konsultasi siap diakses kapan saja dan dari mana saja tanpa antre.
  • ✅ Privasi terjamin: Kerahasiaan kondisi medis dan riwayat kesehatanmu terjaga dengan aman.

Referensi

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2026. Nausea and Vomiting of Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hyperemesis Gravidarum.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2026. Severe Nausea and Vomiting in Pregnancy (Hyperemesis Gravidarum).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Maternal and Perinatal Health Care Guidelines.

FAQ

Apakah hiperemesis gravidarum membahayakan janin?

Kondisi ini umumnya tidak merusak kesehatan janin jika segera mendapat penanganan medis. Namun, dehidrasi parah dan penurunan nutrisi ibu yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

Apa perbedaan morning sickness dan hiperemesis gravidarum?

Morning sickness menyebabkan rasa mual ringan yang membaik seiring bertambahnya usia kehamilan tanpa mengganggu berat badan. Sedangkan hiperemesis gravidarum ditandai dengan muntah parah yang memicu dehidrasi dan penurunan berat badan bermakna.

Sampai kapan gejala hiperemesis gravidarum bertahan?

Gejala hiperemesis gravidarum biasanya mereda pada usia kehamilan 16 hingga 20 minggu. Walau begitu, pada beberapa kasus langka, kondisi ini bisa bertahan lebih lama hingga trimester akhir kehamilan.