
Mengenal Leukokoria Gejala Mata Putih pada Anak dan Dewasa
Mengenal Penyebab Munculnya Gejala Leukokoria Pada Mata Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

DAFTAR ISI
- Apa Itu Leukokoria?
- Penyebab Utama Leukokoria
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Apa Itu Leukokoria?
Pernahkah kamu melihat kilatan warna putih pada pupil mata seseorang, terutama saat mengambil foto menggunakan lampu kilat (flash)? Kondisi medis ini dikenal sebagai leukokoria. Leukokoria adalah kondisi ketika pupil mata yang dalam keadaan normal tampak berwarna hitam, justru menunjukkan pantulan warna putih, abu-abu, atau pucat. Kondisi ini sering juga disebut sebagai refleks mata kucing (cat’s eye reflex).
Pada kondisi mata normal, retina akan memantulkan warna merah saat terpapar cahaya terang, yang dikenal dengan istilah red reflex. Namun, ketika ada hambatan, kekeruhan, atau massa abnormal di dalam bola mata, cahaya yang terpantul balik akan berwarna putih. Kondisi ini paling sering ditemukan pada bayi dan anak-anak, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat dialami oleh orang dewasa.
Leukokoria sendiri bukanlah sebuah penyakit tunggal, melainkan suatu gejala klinis atau tanda peringatan dari adanya gangguan kesehatan mata yang mendasarinya. Karena sebagian penyebabnya berpotensi mengancam penglihatan bahkan jiwa, mengenali leukokoria sejak dini sangatlah penting untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.
Penyebab Utama Leukokoria
Ada berbagai kondisi medis yang dapat menyebabkan timbulnya gejala leukokoria pada mata, antara lain:
- Retinoblastoma: Jenis kanker mata ganas yang paling sering menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Tumor di dalam retina ini menghalangi pantulan cahaya normal sehingga muncul warna putih pada pupil.
- Katarak Kongenital: Kekeruhan pada lensa mata yang sudah dialami oleh bayi sejak lahir akibat faktor genetik, infeksi kehamilan, atau gangguan metabolik.
- Penyakit Coats (Coats’ Disease): Gangguan pembuluh darah retina yang menyebabkan kebocoran cairan dan lemak di bagian belakang retina.
- Retinopati Prematuritas (ROP): Perkembangan pembuluh darah retina abnormal pada bayi yang lahir prematur.
- Endoftalmitis atau Infeksi Intraokular: Peradangan berat pada bagian dalam mata akibat infeksi bakteri atau jamur.
Studi Terkait
Berdasarkan studi klinis terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan mata tahun 2026, skrining awal leukokoria melalui fotografi digital dan alat pemeriksaan medis modern berhasil meningkatkan angka deteksi dini retinoblastoma hingga lebih dari 85 persen. Penelitian tersebut menekankan bahwa edukasi orang tua mengenai tanda pupil putih sangat berdampak signifikan dalam menurunkan risiko kebutaan permanen pada anak.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu menemukan adanya pantulan warna putih pada pupil mata anak atau diri sendiri—baik secara langsung maupun pada hasil foto—segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Dokter Spesialis Mata di Halodoc. Penanganan dini sangat krusial untuk menyelamatkan fungsi penglihatan.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Bicara dengan dokter kini lebih mudah lewat Halodoc. Kamu bisa melakukan konsultasi online kapan saja dan dari mana saja.
- ✅ Dokter berpengalaman dan terpercaya: Lebih dari 20.000 dokter spesialis dan dokter umum yang aktif, berlisensi resmi (STR & SIP), dan memiliki ulasan positif dari pengguna lain.
- ✅ Sangat cepat: Pengguna dapat terhubung dengan dokter hanya dalam hitungan detik.
- ✅ Layanan 24/7: Dokter siap membantu selama 24 jam nonstop, kapan pun dibutuhkan.
- ✅ Privasi terjamin: Sesi konsultasi bersifat pribadi dan rahasia. Diskusi aman menggunakan enkripsi end-to-end.
- ✅ Satu aplikasi untuk berbagai kebutuhan: Setelah sesi konsultasi, kamu bisa dapatkan resep obat, rekomendasi produk kesehatan, atau tindak lanjut pemeriksaan laboratorium dengan mudah.
FAQ
1. Apakah leukokoria selalu menandakan kanker retinoblastoma?
Tidak selalu. Meskipun retinoblastoma adalah salah satu penyebab paling berbahaya, leukokoria juga bisa disebabkan oleh katarak kongenital, infeksi mata, atau kelainan pembuluh darah retina.
2. Bagaimana cara paling mudah mendeteksi leukokoria pada anak di rumah?
Salah satu cara paling umum adalah memperhatikan foto anak yang diambil menggunakan kamera dengan kilatan lampu (*flash*). Jika satu pupil tampak berwarna putih sementara yang lain merah normal, segera periksakan ke dokter.
3. Apakah leukokoria bisa disembuhkan?
Peluang kesembuhan bergantung pada penyebab utamanya. Jika terdeteksi dini dan mendapat penanganan sesuai medis, risiko kebutaan atau penyebaran penyakit dapat diminimalkan secara efektif.
4. Apakah leukokoria dapat dialami oleh orang dewasa?
Ya, orang dewasa juga bisa mengalami leukokoria. Pada orang dewasa, kondisi ini umumnya dipicu oleh katarak stadium lanjut, pelepasan retina (ablasi retina), atau infeksi berat pada bagian dalam mata.




