Ad Placeholder Image

Mengenal Manfaat Pohon Nagasari Si Kayu Sakti Berkhasiat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Keunikan Pohon Nagasari Kayu Langka yang Kaya Manfaat

Mengenal Manfaat Pohon Nagasari Si Kayu Sakti BerkhasiatMengenal Manfaat Pohon Nagasari Si Kayu Sakti Berkhasiat

DAFTAR ISI


Apakah kamu pernah mendengar tentang pohon nagasari? Di Indonesia, tanaman yang memiliki nama ilmiah Mesua ferrea ini sering kali diselimuti oleh aura mistis dan mitos. Banyak yang menyebutnya sebagai “kayu sakti” karena sering ditanam di area sakral seperti makam raja-raja, keraton, hingga pelataran candi. Namun, jika kita mengesampingkan mitos tersebut dan melihatnya dari kacamata medis dan botani, pohon nagasari ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa.

Pohon nagasari, yang juga dikenal dengan sebutan Ceylon ironwood karena kayunya yang sangat keras, telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Ayurveda di India dan jamu di Indonesia. Hampir seluruh bagian dari pohon ini, mulai dari daun, bunga, biji, hingga akar dan kulit kayunya, memiliki khasiat terapeutik. Kandungan senyawa bioaktif di dalamnya menjadikannya sebagai salah satu apotek hidup yang patut diperhitungkan dalam dunia medis modern.

Di era modern ini, ketertarikan terhadap obat-obatan herbal dan alami kembali meningkat. Banyak orang mencari alternatif alami untuk mendukung kesehatan mereka sebelum beralih ke obat-obatan kimia. Jika kamu sedang mencari suplemen atau produk kesehatan alami, pemahaman tentang tanaman herbal seperti nagasari bisa menjadi wawasan yang berharga. Mari kita bedah lebih dalam apa saja manfaat medis yang ditawarkan oleh pohon yang eksotis ini.

Mengenal Lebih Dekat Pohon Nagasari

Pohon nagasari adalah tanaman cemara tropis yang tumbuh subur di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Secara fisik, pohon ini sangat indah. Daun mudanya berwarna merah muda hingga merah tua yang menggantung lemas, kemudian berubah menjadi hijau gelap saat menua. Bunganya berwarna putih bersih dengan benang sari kuning keemasan yang sangat harum di bagian tengahnya. Tidak heran jika ekstrak bunganya sering digunakan dalam industri parfum dan kosmetik.

Dari segi fitokimia (kandungan kimia tanaman), berbagai penelitian telah berhasil mengisolasi senyawa-senyawa penting dari pohon nagasari. Beberapa senyawa aktif yang paling dominan antara lain adalah xanthone, coumarin, flavonoid, terpenoid, dan asam lemak esensial. Keberadaan senyawa metabolit sekunder inilah yang membuat pohon nagasari memiliki aktivitas farmakologis seperti antibakteri, antijamur, antioksidan, dan anti-inflamasi (anti-peradangan).

Ragam Manfaat Pohon Nagasari untuk Kesehatan

Berdasarkan catatan pengobatan tradisional dan didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah, berikut adalah beberapa potensi manfaat kesehatan dari bagian-bagian pohon nagasari:

1. Sumber Antioksidan Alami

Bunga dan daun nagasari kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang bertindak sebagai antioksidan kuat. Tubuh kita secara konstan terpapar radikal bebas dari polusi, sinar UV, dan makanan tidak sehat. Stres oksidatif yang diakibatkan oleh radikal bebas ini adalah pemicu penuaan dini dan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker. Ekstrak bunga nagasari dapat membantu menetralkan radikal bebas tersebut, sehingga melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan DNA dan menjaga fungsi organ tetap optimal.

2. Mengurangi Peradangan (Anti-inflamasi)

Kondisi peradangan seperti radang sendi (arthritis), asam urat, atau nyeri otot sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Kulit kayu dan akar pohon nagasari secara tradisional diolah menjadi pasta atau salep oles untuk meredakan nyeri sendi dan bengkak. Senyawa xanthone di dalam tanaman ini bekerja dengan menghambat enzim yang memicu jalur peradangan dalam tubuh, mirip dengan cara kerja beberapa obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), namun dengan pendekatan yang lebih alami.

Tips Aman Mengonsumsi Produk Herbal
  1. Selalu pastikan identifikasi tanaman sudah benar dan bersih sebelum diolah.
  2. Jika membeli produk herbal jadi, pastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM.
  3. Jangan jadikan obat herbal sebagai pengganti obat utama dari dokter, terutama untuk penyakit kronis.
  4. Hentikan penggunaan jika muncul reaksi alergi seperti gatal, ruam, atau sesak napas.

3. Meredakan Gangguan Pernapasan

Dalam pengobatan Ayurveda, bunga kering nagasari sering ditumbuk dan dicampur dengan madu atau mentega murni (ghee) untuk mengatasi masalah pernapasan seperti asma, batuk parah, dan bronkitis. Sifat ekspektoran yang dimiliki oleh tanaman ini diyakini mampu membantu mengencerkan dahak yang menyumbat saluran udara, sementara sifat antibakterinya membantu melawan infeksi ringan pada saluran pernapasan.

4. Mengatasi Masalah Kulit dan Luka

Biji dari buah nagasari dapat diperas untuk menghasilkan minyak atsiri yang kental. Minyak biji nagasari ini memiliki khasiat antimikroba yang sangat baik. Secara tradisional, minyak ini dioleskan pada kulit yang mengalami infeksi jamur, kurap, eksim, kudis, hingga luka bakar ringan dan luka terbuka. Minyak ini membantu mempercepat proses regenerasi sel kulit mati, mencegah infeksi sekunder pada luka, dan mengurangi rasa gatal yang mengganggu.

5. Melancarkan Sistem Pencernaan

Bunga nagasari, baik dalam bentuk segar maupun yang sudah dikeringkan, sering diseduh seperti teh untuk mengobati gangguan pencernaan. Ekstraknya dipercaya dapat membantu meredakan gejala disentri, diare, dan masalah wasir (ambeien) yang disertai pendarahan. Kandungan astringent alami di dalam tanaman ini membantu mengerutkan jaringan yang meradang di saluran cerna dan mengurangi pendarahan pada kasus wasir.

Cara Penggunaan Tradisional yang Tepat

Meski memiliki banyak manfaat, mengolah pohon nagasari secara mandiri memerlukan ketelitian. Bagian bunga biasanya dikeringkan di bawah sinar matahari secara tidak langsung hingga layu, lalu diseduh dengan air panas untuk dijadikan minuman herbal. Sementara itu, untuk pengobatan luar, daun segar dapat ditumbuk halus menjadi pasta, kemudian dibalurkan pada area tubuh yang nyeri atau bengkak.

Namun, sangat penting untuk diingat bahwa respons tubuh setiap orang terhadap obat herbal bisa berbeda-beda. Konsumsi ekstrak herbal dalam dosis tinggi atau jangka panjang tanpa pengawasan bisa saja membebani kerja fungsi hati atau ginjal. Oleh karena itu, kebijaksanaan dalam memanfaatkannya sangat diperlukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun bahan alami seperti ekstrak pohon nagasari sering dianggap aman, risiko alergi atau efek samping tetap ada. Jika setelah mengonsumsi atau mengoleskan olahan tanaman ini kamu mengalami gejala seperti mual muntah parah, ruam kulit yang menyebar, pusing berputar, dada berdebar, atau sesak napas, segera hentikan penggunaannya. Segera konsultasikan keluhanmu dengan Dokter Umum di Halodoc agar kamu bisa mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan medis yang tepat.

Studi Terkait

Minat ilmuwan terhadap farmakognosi (ilmu tentang obat dari bahan alam) pohon nagasari terus berkembang. Sebuah studi eksperimental terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Herbal Medicine and Phytopharmacology pada awal tahun 2026 mengevaluasi potensi Mesua ferrea dalam menghambat mutasi sel. Penelitian ini menemukan bahwa fraksi etil asetat dari ekstrak daun nagasari mampu menekan proliferasi (perkembangbiakan) sel abnormal pada tingkat in-vitro. Meskipun studi ini masih pada tahap praklinis dan memerlukan uji klinis lebih lanjut pada manusia, temuan ini memperkuat posisi pohon nagasari sebagai agen terapi adjuvan yang menjanjikan di masa depan medis.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis! 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Referensi

  • PubMed. Diakses pada 2024. Mesua ferrea L.: A review of its traditional uses, phytochemistry and pharmacology.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. General Guidelines for Methodologies on Research and Evaluation of Traditional Medicine.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Herbal supplements: What to know before you buy.

FAQ

1. Apa itu pohon nagasari?
Pohon nagasari (Mesua ferrea) adalah tanaman tropis berkayu keras yang sering ditemukan di wilayah Asia. Tanaman ini banyak ditanam di tempat sakral di Indonesia dan dikenal memiliki banyak manfaat medis dalam pengobatan tradisional.

2. Apakah aman mengonsumsi olahan pohon nagasari setiap hari?
Sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari tanpa anjuran medis. Meski alami, konsumsi herbal jangka panjang dapat berinteraksi dengan fungsi organ atau obat-obatan lain yang sedang kamu konsumsi.

3. Bagian tanaman mana yang paling sering digunakan untuk obat?
Bunga, daun, dan bijinya adalah bagian yang paling sering digunakan. Bunganya diseduh untuk masalah pernapasan dan pencernaan, sementara minyak dari bijinya dioleskan untuk mengatasi masalah kulit.

4. Bolehkah ibu hamil dan menyusui mengonsumsi herbal ini?
Ibu hamil dan menyusui sangat disarankan untuk menghindari konsumsi obat herbal yang belum teruji klinis keamanannya secara spesifik, termasuk nagasari, kecuali atas persetujuan ketat dari dokter kandungan.