Ad Placeholder Image

Mengenal Milwaukee Protocol dalam Penanganan Kasus Rabies

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 Agustus 2026

Mengenal Prosedur Medis Milwaukee Protocol untuk Penanganan Rabies pada Manusia

Mengenal Milwaukee Protocol dalam Penanganan Kasus RabiesMengenal Milwaukee Protocol dalam Penanganan Kasus Rabies

DAFTAR ISI


Rabies adalah infeksi virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat dan ditularkan melalui gigitan hewan terinfeksi. Ketika gejala klinis rabies telah muncul pada manusia, tingkat kematian pasien hampir mencapai seratus persen.

Namun, dalam dunia medis terdapat sebuah metode eksperimental yang dikembangkan untuk menangani penderita rabies tingkat lanjut, yaitu Milwaukee protocol. Penanganan ini memberikan pendekatan medis khusus meski prosedurnya amat kompleks dan berisiko tinggi.

Apa Itu Milwaukee Protocol?

Milwaukee protocol adalah metode perawatan intensif eksperimental yang dilakukan dengan cara menginduksi koma buatan (induced coma) pada pasien rabies. Metode ini bertujuan untuk melindungi fungsi otak dari kerusakan saraf parah saat sistem kekebalan tubuh pasien berusaha memproduksi antibodi untuk melawan virus rabies.

Selama pasien berada dalam kondisi koma ter-induksi, tim medis memberikan kombinasi obat-obatan antivirus serta penanganan intensif untuk menjaga stabilitas organ vital. Meski pernah mencatat keberhasilan pada beberapa kasus langka, protokol ini masih terus dikaji oleh ahli medis karena tingkat keberhasilannya yang terbilang rendah secara global. Untuk mengatasi risiko komplikasi infeksi bakteri sekunder selama perawatan intensif, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat antibakteri.

Rekomendasi Obat Pendukung Infeksi

Berikut adalah beberapa pilihan obat antimikroba yang sering digunakan untuk mengatasi dan mencegah komplikasi infeksi bakteri sesuai dengan resep dan petunjuk dokter:

1. Cefixime 200 mg 10 Kapsul

Cefixime adalah antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri berat seperti infeksi saluran kemih, pernapasan, dan jaringan lunak.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cefixime 200 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Azithromycin 500 mg 6 Tablet

Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida yang menghentikan pertumbuhan bakteri dengan mengganggu sintesis protein selularnya. Obat ini efektif untuk penanganan infeksi saluran pernapasan atas, bawah, serta infeksi kulit.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Azithromycin 500 mg 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Dohixat 100 mg 10 Kapsul

Dohixat mengandung Doxycycline yang merupakan antibiotik spektrum luas golongan tetrasiklin. Obat ini bekerja menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif yang memicu infeksi sistemik.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dohixat 100 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. FG Troches 10 Tablet

FG Troches mengandung kombinasi Fradiomycin dan Gramicidin untuk mengatasi infeksi bakteri pada rongga mulut dan tenggorokan. Tablet hisap ini bekerja secara lokal membasmi kuman penyebab peradangan.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan FG Troches 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Ciprofloxacin 500 mg 10 Tablet

Ciprofloxacin adalah antibiotik golongan kuinolon yang bekerja membunuh bakteri dengan menghambat enzim yang diperlukan untuk replikasi DNA bakteri. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang cukup berat.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ciprofloxacin 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Langkah Pencegahan Infeksi Rabies

Pencegahan merupakan langkah krusial dalam mengatasi ancaman infeksi rabies sebelum gejala muncul. Apabila terjadi paparan atau gigitan hewan penular rabies, pertolongan pertama harus segera dilakukan dengan mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit, lalu segera mendapatkan Vaksin Anti-Rabies (VAR).

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau kerabat mengalami gigitan hewan liar maupun hewan peliharaan yang mencurigakan, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk penanganan darurat dan konsultasi medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Menjaga kesehatan kini lebih mudah dengan layanan konsultasi medis tepercaya dari Halodoc. Kamu bisa mengakses layanan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja secara aman.

  • ✅ Dokter berpengalaman: Berbicara langsung dengan dokter umum maupun spesialis yang berlisensi resmi.
  • ✅ Resep obat digital: Dapatkan resep obat langsung setelah konsultasi selesai.
  • ✅ Respon cepat: Hubungi dokter kapan pun kamu membutuhkan saran medis darurat maupun rutin.

FAQ

1. Apakah Milwaukee Protocol efektif menyembuhkan rabies?
Milwaukee protocol tidak selalu efektif dan angka keberhasilannya masih sangat rendah. Protokol ini bersifat eksperimental dan hanya dipertimbangkan pada kondisi darurat ketika belum ada pilihan terapi mutlak lainnya.

2. Mengapa pasien harus dikoma buatan saat menjalani Milwaukee Protocol?
Koma ter-induksi bertujuan untuk sementara waktu menekan fungsi dan aktivitas metabolik otak. Hal ini dilakukan agar otak terlindungi dari kerusakan fatal akibat peradangan saat imun tubuh bekerja melawan virus rabies.

3. Apa langkah terbaik pencegahan rabies setelah digigit hewan?
Langkah paling utama adalah segera mencuci bersih luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit. Setelah itu, penderita wajib segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk menerima vaksin anti-rabies (VAR) atau serum anti-rabies (SAR).

Referensi

PubMed. Diakses pada 2026. The Milwaukee Protocol for rabies: a systematic review.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Rabies key facts.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Rabies Medical Care.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penanganan Kasus Gigitan Hewan Menular Rabies.