
Mengenal Padua Score untuk Deteksi Risiko Penggumpalan Darah
Hitung Risiko Vena Tromboemboli Pasien Melalui Metode Padua Score Secara Cepat dan Akurat

DAFTAR ISI
- Apa Itu Padua Score?
- Komponen Penilaian Padua Score
- Cara Mencegah Penggumpalan Darah
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Penggumpalan darah atau tromboemboli vena (Venous Thromboembolism/VTE) merupakan salah satu komplikasi serius yang kerap mengintai pasien rawat inap di rumah sakit. Kondisi ini bisa memicu terjadinya penyumbatan pembuluh darah vena dalam (DVT) hingga emboli paru yang berisiko fatal jika tidak segera ditangani secara tepat.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, tim medis memanfaatkan berbagai alat penilaian klinis terstandar. Salah satu instrumen ilmiah yang paling sering digunakan dalam dunia medis adalah Padua Prediction Score atau yang populer dengan sebutan Padua Score.
Melalui penilaian ini, dokter dapat memetakan tingkat risiko seorang pasien rawat inap dan menentukan langkah pencegahan yang paling efektif. Memahami cara kerja skor ini sangat penting agar pasien maupun keluarga teredukasi mengenai pentingnya pencegahan pembekuan darah selama menjalani perawatan medis.
Apa Itu Padua Score?
Padua Score adalah metode penilaian risiko klinis yang dirancang khusus untuk memprediksi potensi timbulnya tromboemboli vena pada pasien dewasa yang menjalani rawat inap non-bedah. Sistem penilaian ini dikembangkan untuk memilah pasien mana yang membutuhkan terapi pencegahan (profilaksis) antikoagulan dan mana yang berada dalam kategori aman.
Sistem ini mengevaluasi berbagai kondisi medis yang dialami pasien, mulai dari mobilitas fisik, riwayat penyakit kronis, hingga usia. Jika total poin yang didapatkan menunjukkan angka tertentu, dokter akan segera mengambil tindakan preventif guna mencegah gumpalan darah menyumbat aliran darah ke organ vital.
Komponen Penilaian Padua Score
Penilaian skor Padua membagi indikator risiko ke dalam beberapa poin numerik berdasarkan beratnya faktor pemicu. Berikut adalah parameter utama yang dinilai oleh dokter:
- Kanker aktif: Pasien dengan penyakit kanker yang sedang dalam masa perawatan atau metastasis (3 poin).
- Riwayat VTE sebelumnya: Pernah mengalami DVT atau emboli paru di masa lalu (3 poin).
- Mobilitas berkurang: Tirah baring (bedrest) total minimal selama 3 hari (3 poin).
- Kondisi trombofilia: Memiliki kelainan pembekuan darah herediter atau didapat (3 poin).
- Trauma atau pembedahan terbaru: Memiliki riwayat operasi atau trauma besar dalam 1 bulan terakhir (2 poin).
- Usia lanjut (≥70 tahun): Usia pasien 70 tahun atau lebih (1 poin).
- Gagal jantung atau respirasi: Mengalami kegagalan organ jantung dan/atau paru-paru (1 poin).
- Infark miokard atau stroke iskemik: Riwayat serangan jantung atau stroke belum lama terjadi (1 poin).
- Infeksi akut atau gangguan reumatologi: Sedang mengalami infeksi berat atau peradangan reumatik aktif (1 poin).
- Obesitas: Indeks massa tubuh (BMI) ≥30 kg/m² (1 poin).
- Terapi hormon berlangsung: Menggunakan obat pengganti hormon atau kontrasepsi hormonal (1 poin).
Faktor Risiko Penggumpalan Darah pada Pasien Rawat Inap
- Imobilisasi total atau tidak beraktivitas fisik lebih dari 3 hari berturut-turut.
- Adanya peradangan sitemik atau infeksi berat yang memicu peningkatan kekentalan darah.
- Penggunaan obat-obatan hormonal tertentu serta riwayat gangguan pembuluh darah bawaan.
Hasil akhir penilaian dikelompokkan menjadi dua kategori utama:
- Skor < 4 (Risiko Rendah): Pasien umumnya tidak memerlukan profilaksis antikoagulan farmakologis rutin.
- Skor ≥ 4 (Risiko Tinggi): Pasien berisiko tinggi mengalami VTE dan sangat disarankan mendapatkan intervensi obat antikoagulan pencegah gumpalan darah.
Cara Mencegah Penggumpalan Darah
Bagi pasien yang tergolong berisiko tinggi berdasarkan skor Padua, dokter akan merencanakan strategi pencegahan komprehensif. Langkah pencegahan ini meliputi kombinasi tindakan medis dan perubahan gaya hidup aktif selama masa pemulihan.
Selain pemberian obat antikoagulan sesuai resep dokter, penggunaan kaus kaki kompresi mekanis (graduated compression stockings) dan latihan gerak ringan pada area tungkai dapat membantu memperlancar sirkulasi darah. Kamu juga bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc jika ingin memahami lebih lanjut tentang risiko pembekuan darah pada keluarga yang sedang dirawat.
Studi Terkait
Penelitian medis yang dipublikasikan dalam Journal of Thrombosis and Thrombolysis menunjukkan bahwa penerapan rujukan Padua Score secara konsisten di ruang rawat inap mampu menurunkan angka kejadian tromboemboli vena hingga lebih dari 40 persen pada pasien berisiko tinggi.
Selain itu, evaluasi ilmiah terkini mencatat bahwa penggunaan skor penilaian risiko terstruktur membantu dokter menghindari pemberian obat pencegah pembekuan darah secara berlebihan pada pasien berisiko rendah, sehingga meminimalkan risiko perdarahan yang tidak perlu.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu atau anggota keluargamu sedang menjalani rawat inap dan mengalami gejala seperti tungkai membengkak, nyeri tekan pada betis, kulit kemerahan, hingga sesak napas mendadak, segera beritahu tim medis atau lakukan konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk penanganan cepat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi kesehatan online di Halodoc sangat praktis, cepat, dan aman. Berikut keuntungan yang bisa kamu dapatkan:
- ✅ Dokter berlisensi: Konsultasi langsung dengan dokter spesialis atau dokter umum yang berpengalaman dan memiliki STR/SIP resmi.
- ✅ Tersedia 24/7: Layanan konsultasi ke dokter Halodoc siap membantu kapan saja dan di mana saja.
- ✅ Resep obat online: Jika dibutuhkan, dokter dapat memberikan resep obat resmi yang bisa langsung kamu tebus di Halodoc melalui layanan beli obat online di Halodoc.
- ✅ Privasi terjamin: Sesi konsultasi berlangsung secara pribadi dan rahasia.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan Padua Score?
Padua Score adalah sistem penilaian risiko klinis yang digunakan oleh tenaga medis untuk menilai seberapa besar risiko seorang pasien rawat inap mengalami pembekuan darah atau tromboemboli vena (VTE). Skor ini membantu dokter menentukan apakah pasien membutuhkan pencegahan dengan obat antikoagulan.
Berapa nilai Padua Score yang mengindikasikan risiko tinggi?
Pasien dengan total Padua Score sebesar 4 atau lebih dianggap memiliki risiko tinggi mengalami penggumpalan darah. Sebaliknya, skor di bawah 4 menunjukkan risiko yang relatif rendah.
Siapa saja yang perlu dinilai menggunakan Padua Score?
Sistem penilaian ini utamanya digunakan untuk pasien dewasa non-bedah yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit. Pasien dengan kondisi seperti kanker, stroke, gagal jantung, atau tirah baring lama sangat disarankan untuk dinilai.
Bagaimana cara mencegah penggumpalan darah saat dirawat di rumah sakit?
Pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian obat antikoagulan profilaksis sesuai instruksi dokter. Selain itu, mobilisasi dini seperti bergerak ringan atau menggunakan kaus kaki kompresi juga sangat membantu mencegah penggumpalan darah.




