Ad Placeholder Image

Mengenal Penyakit Akibat Makanan serta Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 11 Agustus 2026

Pahami Bahaya Foodborne Disease dalam Makanan Sehari-hari bagi Kesehatan Tubuh Kita

Mengenal Penyakit Akibat Makanan serta Cara MencegahnyaMengenal Penyakit Akibat Makanan serta Cara Mencegahnya

DAFTAR ISI


Penyakit akibat makanan, atau foodborne disease, adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, atau racun. Gejala umumnya meliputi mual, muntah, diare, kram perut, demam, dan dehidrasi. Kondisi ini sering terjadi setelah mengonsumsi makanan mentah, kurang matang, atau disimpan tidak higienis. Meski sering dianggap ringan, foodborne disease bisa berbahaya, terutama pada anak kecil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan lemah. Karena itu, penanganan cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Untuk mengatasi gejala seperti diare dan muntah, penggunaan obat-obatan tertentu bisa membantu meredakan keluhan. Namun, obat harus digunakan sesuai indikasi dan bukan sebagai pengganti penanganan medis jika gejala berat. Berikut rekomendasi obat yang umum digunakan untuk membantu pemulihan akibat foodborne disease.

Rekomendasi Obat untuk Penyakit Akibat Makanan

1. Oralit

Kandungan aktif: elektrolit (natrium, kalium, klorida, dan glukosa). Oralit bekerja menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare dan muntah. Dosis umum: 1 sachet dilarutkan dalam 200 ml air, diminum perlahan sesuai kebutuhan. Cocok untuk semua usia, termasuk anak-anak.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Oralit di Toko Kesehatan Halodoc

2. Zinc

Kandungan aktif: zinc sulfate. Sediaan ini membantu mempercepat pemulihan diare, terutama pada anak-anak, dengan memperkuat dinding usus dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dosis umum: 10–20 mg/hari selama 10–14 hari. Direkomendasikan WHO untuk pengobatan diare pada balita.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Zinc di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Foodborne Disease
  1. Makanan yang tidak dimasak hingga matang sempurna (terutama daging dan telur)
  2. Penggunaan air yang terkontaminasi untuk memasak atau bersihkan sayuran
  3. Penyimpanan makanan pada suhu ruang lebih dari 2 jam
  4. Penanganan makanan oleh orang yang tidak mencuci tangan

3. Omeprazole

Kandungan aktif: omeprazole; termasuk obat penghambat pompa proton (PPI). Mengurangi produksi asam lambung yang berlebihan akibat iritasi usus, membantu meredakan nyeri perut dan sensasi panas di dada. Dosis umum: 20 mg sekali sehari sebelum makan. Hindari jika memiliki alergi terhadap PPI.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Omeprazole di Toko Kesehatan Halodoc

4. Lansoprazole

Kandungan aktif: lansoprazole; tipe PPI yang serupa dengan omeprazole. Efektif untuk meredakan iritasi lambung dan esofagus akibat muntah berulang atau asam lambung naik. Dosis umum: 30 mg sekali sehari. Tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lansoprazole di Toko Kesehatan Halodoc

5. Ondansetron

Kandungan aktif: ondansetron; obat antiemetik yang bekerja di otak untuk menghentikan muntah. Cocok digunakan saat muntah berlebihan menyebabkan dehidrasi. Dosis umum: 4 mg sekali sehari atau sesuai rekomendasi dokter. Hindari tanpa resep jika gejala tidak membaik dalam 24 jam.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ondansetron di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Meringankan Gejala Penyakit Akibat Makanan

Perbanyak istirahat dan minum air kelapa, teh jahe hangat, atau air rebusan kayu manis untuk menenangkan lambung. Hindari makanan pedas, berlemak, dan bergas. Konsumsi makanan lunak seperti bubur, nasi tim, dan pisang. Jika diare berlangsung lebih dari 2 hari atau disertai darah, segera konsultasi ke dokter.

Studi Terkait

WHO. Diakses pada 2026. Global burden of foodborne diseases.

The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. Zinc supplementation for the management of acute diarrhoea in children: a global review.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Jika gejala seperti diare berkepanjangan, muntah darah, demam tinggi, atau tanda dehidrasi (mulut kering, urine sedikit, pusing), segera konsultasi ke Dokter Umum Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Chat dokter sekarang.

    FAQ

    1. Apa penyebab utama foodborne disease?
    Kontaminasi mikroba seperti Salmonella, E. coli, atau virus norovirus pada makanan atau air minum.

    2. Bisakah saya minum obat diare tanpa resep dokter?
    Obat seperti Oralit dan Zinc aman digunakan tanpa resep, tetapi obat seperti Ondansetron atau PPI sebaiknya dikonsumsi setelah konsultasi dokter.

    3. Kapan harus ke dokter saat mengalami foodborne disease?
    Jika gejala berlangsung lebih dari 2 hari, ada darah dalam tinja, dehidrasi parah, atau demam >38,5°C.

    4. Apakah anak kecil lebih rentan terkena foodborne disease?
    Ya, sistem imun anak masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap infeksi dan dehidrasi cepat. Sebaiknya segera konsultasi jika anak tampak lemah atau tidak mau minum.

    Referensi

    WHO. Diakses pada 2026. Global burden of foodborne diseases.
    The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. Zinc supplementation for the management of acute diarrhoea in children: a global review.
    BPOM RI. Diakses pada 2026. Panduan Penggunaan Obat untuk Diare Akut.
    PubMed. Diakses pada 2026. Foodborne illnesses: epidemiology and prevention.