Ad Placeholder Image

Mengenal Perbedaan APD Level 1 2 3 Sesuai Standar Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 September 2026

Mengenal Perbedaan Standar APD Level 1 2 3 untuk Perlindungan Diri Sesuai Prosedur Medis

Mengenal Perbedaan APD Level 1 2 3 Sesuai Standar MedisMengenal Perbedaan APD Level 1 2 3 Sesuai Standar Medis

DAFTAR ISI


APD level 1, 2, dan 3 merupakan klasifikasi perlindungan yang digunakan untuk menyesuaikan perlengkapan dengan risiko paparan di tempat kerja, terutama dalam pelayanan kesehatan. Pemilihan level APD tidak hanya bergantung pada jenis penyakit, tetapi juga kemungkinan kontak dengan darah, cairan tubuh, droplet, atau aerosol.

Penggunaan APD yang tepat membantu melindungi tenaga kesehatan, pasien, dan orang di sekitar. Namun, APD bukan pengganti kebersihan tangan, etika batuk, sterilisasi alat, dan penerapan prosedur pencegahan infeksi.

Secara umum, APD level 1 digunakan untuk tindakan dengan risiko rendah. Level 2 memberikan perlindungan lebih tinggi saat terdapat kemungkinan percikan cairan, sedangkan level 3 ditujukan untuk prosedur berisiko tinggi, termasuk tindakan yang dapat menghasilkan aerosol.

Berikut penjelasan perbedaan APD level 1, 2, dan 3 agar penggunaannya sesuai dengan risiko serta prosedur medis yang dilakukan.

Perbedaan APD Level 1, 2, dan 3

APD Level 1

APD level 1 biasanya digunakan pada pelayanan rutin dengan risiko paparan minimal. Perlengkapannya dapat mencakup masker bedah, sarung tangan bila diperlukan, serta pakaian kerja atau pelindung dasar sesuai kebijakan fasilitas kesehatan.

APD Level 2

APD level 2 digunakan ketika terdapat risiko percikan darah atau cairan tubuh. Selain masker dan sarung tangan, perlindungan dapat mencakup pelindung mata atau faceshield, gaun pelindung, serta penutup kepala sesuai jenis tindakan.

APD Level 3

APD level 3 ditujukan untuk prosedur dengan risiko paparan tinggi, terutama tindakan yang menghasilkan aerosol atau penanganan pasien dengan dugaan infeksi menular tertentu. Perlengkapannya dapat meliputi respirator seperti N95 atau setara, pelindung mata, gaun atau coverall, sarung tangan, dan pelindung kaki.

Tips memilih APD
  1. Sesuaikan APD dengan jenis tindakan dan risiko paparannya.
  2. Pastikan ukuran tepat, tidak rusak, dan digunakan sesuai urutan pemakaian serta pelepasan.
  3. Jangan menggunakan kembali APD sekali pakai kecuali memang dirancang untuk diproses ulang.

Studi Terkait

Pedoman pencegahan infeksi menekankan bahwa APD harus dipilih berdasarkan penilaian risiko, bukan semata-mata berdasarkan level yang paling tinggi. Penggunaan APD berlebihan juga dapat mengurangi kenyamanan, menghambat komunikasi, dan meningkatkan pemborosan tanpa memberi manfaat tambahan bila risikonya rendah.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter umum bila kamu mengalami luka akibat alat medis, paparan darah atau cairan tubuh, sesak napas saat menggunakan respirator, atau iritasi kulit berat setelah memakai APD. Penanganan setelah paparan perlu dilakukan secepatnya karena dokter mungkin perlu menilai risiko infeksi dan menentukan pemeriksaan atau tindakan lanjutan.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Produk disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA melalui Pharmacy Delivery Halodoc.
  • ✅ Jaminan asli: Produk memiliki segel resmi, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, dan terdaftar BPOM bila diwajibkan.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi dan tertutup.
  • ✅ Cepat. Diantar dari apotek terdekat sesuai ketersediaan layanan.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter dapat membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum dan menentukan apakah keluhan setelah paparan APD memerlukan pemeriksaan langsung. Untuk kondisi darurat, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Infection Prevention and Control During Health Care When Coronavirus Disease Is Suspected.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Personal Protective Equipment: Questions and Answers.
PubMed. Diakses pada 2026. Effectiveness of Personal Protective Equipment in Healthcare Settings.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. Diakses pada 2026. Informasi Produk Alat Kesehatan.

FAQ

Apakah APD level 3 selalu lebih baik daripada level 1?

Tidak selalu. APD harus disesuaikan dengan risiko tindakan karena penggunaan perlindungan berlebihan dapat mengurangi kenyamanan dan menghambat pekerjaan.

Apakah masker bedah termasuk APD level 1?

Masker bedah dapat menjadi salah satu komponen perlindungan dasar pada situasi berisiko rendah. Jenis APD tetap perlu mengikuti penilaian risiko dan aturan fasilitas kesehatan.

Kapan respirator N95 diperlukan?

Respirator N95 atau yang setara umumnya dipertimbangkan saat terdapat risiko aerosol. Penggunaannya perlu disertai pemasangan yang tepat dan perlindungan lain sesuai prosedur.

Apa yang harus dilakukan setelah terpapar cairan tubuh?

Bersihkan area yang terkena sesuai protokol, laporkan kejadian, dan segera minta penilaian medis. Dokter akan menentukan kebutuhan pemeriksaan atau pencegahan lanjutan berdasarkan jenis paparan.