• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Plasenta Previa, Penyebab Pendarahan pada Kehamilan

Plasenta Previa, Penyebab Pendarahan pada Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pendarahan adalah salah satu kondisi yang harus diwaspadai wanita hamil. Ada banyak faktor yang bisa memicu pendarahan pada kehamilan, salah satunya plasenta previa. Kondisi ini terjadi akibat ari-ari alias plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.

Sebelumnya perlu diketahui, plasenta merupakan organ yang berperan menjaga bayi selama berada di dalam kandungan. Plasenta juga memiliki tugas menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke pada janin serta membuang limbah janin. Selama periode kehamilan, seharusnya posisi plasenta berada di sepanjang bagian atas rahim. Namun dalam beberapa kasus, ada plasenta yang menempel di bawah rahim. Kondisi inilah yang nantinya dapat menutup jalan lahir bagi janin yang akan lahir.

Baca juga: Perlu Tahu 9 Penyebab Plasenta Previa Pada Ibu Hamil

Mengenal Plasenta Previa

Tak hanya menutupi jalan lahir, plasenta previa pada ibu hamil juga bisa menyebabkan pendarahan hebat. Pendarahan bisa terjadi selama kehamilan atau sebelum maupun setelah persalinan. Ibu hamil yang mengalami kondisi plasenta previa biasanya dilarang mengeluarkan banyak tenaga selama kehamilan.

Meski kasus plasenta previa bisa dibilang cukup jarang terjadi (1:200 kehamilan pada trimester ketiga), tetapi ibu tak boleh abai dengan gejala-gejala yang ditimbulkan. Sebab, risikonya bisa membahayakan ibu dan bayi di dalam kandungan.

Gejala utama plasenta letak rendah (plasenta previa) merupakan perdarahan pada kehamilan tanpa disertai rasa sakit. Dalam kebanyakan kasus, perdarahan ini terjadi pada tiga bulan terakhir masa kehamilan. Volume darah yang keluar bervariasi, bisa ringan dan bisa juga parah. Untungnya, perdarahan ini umumnya akan berhenti tanpa penanganan khusus.

Baca juga:  Inilah Faktor yang Bisa Picu Plasenta Previa

Meski begitu, bisa saja ada kemungkinan akan terjadi lagi pada beberapa hari atau minggu kemudian. Dalam beberapa kasus, gejala plasenta previa juga bisa ditandai dengan kontraksi dan nyeri di punggung atau perut bagian bawah. Namun yang perlu diingat, tak semua ibu hamil dengan plasenta letak rendah akan mengalami perdarahan. Bila mengalami perdarahan pada kehamilan trimester kedua atau ketiga, sebaiknya segera menghubungi dokter untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin.

Ibu mesti berhati-hati, plasenta previa ini terbukti memiliki risiko lebih tinggi untuk menyebabkan perdarahan sebelum dan setelah kelahiran, kelahiran prematur, hingga lepasnya plasenta dari rahim. Dalam kebanyakan kasus, ibu dengan plasenta previa harus menjalani persalinan caesar, tetapi ada juga yang bisa melahirkan lewat persalinan normal. Prinsipnya, selama plasenta tidak menutupi jalan lahir dan tak ada hal lain yang menyulitkan, ibu tetap bisa melahirkan secara normal.

Cara penanganan masalah kehamilan ini meliputi istirahat sebanyak mungkin, transfusi darah (bila diperlukan), dan operasi caesar. Namun, langkah-langkah penanganan ini akan ditentukan berdasarkan beberapa faktor, misalnya usia kandungan, posisi plasenta dan bayi, terjadi perdarahan atau tidak, perdarahan berhenti atau tidak, tingkat keparahan perdarahan, hingga kondisi kesehatan ibu dan janin.

Untuk ibu yang tidak mengalami perdarahan atau sedikit, biasanya tak membutuhkan perawatan di rumah sakit. Meski demikian, ibu tetap harus waspada. Biasanya dokter akan menganjurkan ibu untuk istirahat di rumah, bahkan dianjurkan untuk terus berbaring. Ibu biasanya hanya dibolehkan duduk atau berdiri jika benar-benar diperlukan.

Baca juga: 3 Jenis Gangguan Plasenta dan Cara Mengatasinya

Punya keluhan pada kehamilan atau mengalami perdarahan pada kehamilan? Ibu bisa bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, lebih mudah untuk mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Placenta Previa.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Placenta Previa.
Healthline. Diakses pada 2020. Low-Lying Placenta (Placenta Previa).