18 November 2018

Inilah Faktor yang Bisa Picu Plasenta Previa

Inilah Faktor yang Bisa Picu Plasenta Previa

Halodoc, Jakarta – Plasenta adalah struktur yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan. Plasenta berfungsi menyediakan oksigen dan nutrisi dan membuang kotoran dari bayi. Plasenta terhubung ke bayi melalui tali pusat. Pada kebanyakan kehamilan, plasenta menempel di bagian atas atau sisi rahim.

Ketika plasenta harus tumbuh lebih besar maka ada kemungkinan mengembangkan plasenta previa karena luas permukaan plasenta akan lebih besar. Contoh situasinya ketika kebutuhan untuk fungsi plasenta yang lebih besar ditambah peningkatan risiko dalam plasenta previa, termasuk kehamilan berulang, ibu yang merokok, dan hidup di daerah ketinggian.

Plasenta previa terjadi ketika plasenta bayi sebagian atau seluruhnya menutupi serviks ibu ke saluran keluar uterus. Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan hebat selama kehamilan dan persalinan.

Jika ibu hamil memiliki plasenta previa, besar kemungkinan mengalami pendarahan selama kehamilan dan selama persalinan. Dokter akan merekomendasikan menghindari kegiatan yang mungkin menyebabkan kontraksi, termasuk berhubungan intim, melakukan douching, menggunakan tampon, ataupun terlibat dalam kegiatan yang dapat meningkatkan risiko pendarahan, seperti berlari, jongkok, dan melompat.

Ibu hamil memerlukan C-section untuk melahirkan bayi jika plasenta previa tidak kunjung hilang. Gejala plasenta previa adalah pendarahan Miss V merah cerah tanpa rasa sakit selama paruh kedua kehamilan serta kontraksi.

Faktor Pemicu Plasenta Previa

Walaupun penyebab plasenta previa tidak diketahui dengan jelas, tapi ada beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan seperti di mana plasenta previa lebih sering terjadi pada wanita yang berikut:

  1. Sudah pernah melahirkan sebelumnya

  2. Memiliki bekas luka di rahim, seperti dari operasi sebelumnya, termasuk kelahiran caesar, pengangkatan fibroid uterus, serta dilatasi dan kuretase

  3. Memiliki plasenta previa pada kehamilan sebelumnya

  4. Kehamilan kembar

  5. Berusia di atas 35 tahun atau lebih

  6. Merokok

  7. Menggunakan kokain

  8. Faktor Uterus

Faktor uterus yang dapat memengaruhi plasenta previa termasuk jaringan parut pada jaringan rahim atas. Hal ini dapat terjadi karena proses sesar sebelumnya atau jenis operasi yang melibatkan uterus.

  1. Ras

Wanita Asia memiliki risiko yang sedikit lebih besar untuk plasenta previa daripada wanita dari kelompok etnis lain, meskipun alasannya tidak jelas. Juga telah diamati bahwa kehamilan janin laki-laki memiliki risiko yang sedikit lebih besar untuk plasenta previa daripada wanita yang mengandung janin perempuan.

Jika ibu hamil memiliki plasenta previa, dokter akan memantau kesehatan ibu dan bayi untuk mengurangi risiko komplikasi serius ini:

  1. Perdarahan

Perdarahan Miss V yang berat dan mengancam jiwa dapat terjadi selama persalinan atau dalam beberapa jam pertama setelah melahirkan.

  1. Kelahiran prematur

Perdarahan yang parah dapat menyebabkan bedah caesar darurat sebelum bayi cukup bulannya.

Pemeriksaan Plasenta Previa

Pemeriksaan USG digunakan untuk menegakkan diagnosis plasenta previa. Entah transabdominal (menggunakan probe pada dinding perut) atau transvaginal (dengan probe dimasukkan di dalam Miss V, tetapi jauh dari pembukaan serviks). Evaluasi ultrasound dapat dilakukan yang tergantung dari lokasi plasenta. Terkadang kedua jenis pemeriksaan ultrasound diperlukan.

Penting pemeriksaan ultrasound dilakukan sebelum pemeriksaan fisik panggul pada wanita dengan suspek previa yang dicurigai, karena pemeriksaan fisik panggul dapat menyebabkan perdarahan lebih lanjut.

Kalau ingin mengetahui faktor pemicu plasenta previa serta pencegahan dan penanganannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, pasangan bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: