Ad Placeholder Image

Mengenal Sedentari Adalah Pemicu Utama Berbagai Penyakit

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 September 2026

Bahaya Gaya Hidup Kurang Gerak, Memahami Sedentari Adalah Pemicu Utama Penyakit Kronis Tubuh Kita.

Mengenal Sedentari Adalah Pemicu Utama Berbagai PenyakitMengenal Sedentari Adalah Pemicu Utama Berbagai Penyakit

DAFTAR ISI


Sedentari adalah perilaku yang membuat seseorang menghabiskan banyak waktu dalam posisi duduk, berbaring, atau bersandar dengan pengeluaran energi sangat rendah. Contohnya termasuk duduk terlalu lama saat bekerja, menonton televisi, menggunakan gawai, atau berkendara tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

Perilaku sedentari berbeda dari kurang olahraga, meski keduanya dapat terjadi bersamaan. Seseorang mungkin berolahraga selama 30 menit, tetapi tetap tergolong sedentari bila sebagian besar waktunya dihabiskan untuk duduk.

Jika berlangsung terus-menerus, sedentari dapat memengaruhi berat badan, kebugaran, kesehatan jantung, kadar gula darah, serta kesehatan mental. Risiko ini dapat semakin besar bila disertai pola makan tinggi kalori, kurang tidur, merokok, atau kondisi medis tertentu.

Memahami dampaknya membantu kamu mulai mengurangi waktu duduk secara bertahap. Jika mengalami keluhan atau kesulitan mengendalikan berat badan, konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter agar mendapat saran yang sesuai.

Apa Itu Sedentari?

Sedentari adalah pola hidup dengan aktivitas fisik minimal dan penggunaan energi rendah, terutama ketika terjaga. Kebiasaan ini tidak hanya berarti tidak berolahraga, tetapi juga mencakup terlalu lama duduk dalam aktivitas sehari-hari.

Dampak Sedentari bagi Kesehatan

  • Berat badan meningkat: Pengeluaran energi yang rendah dapat mempersulit pengaturan berat badan, terutama bila asupan kalori berlebihan.
  • Risiko penyakit metabolik: Kurang bergerak dapat berkaitan dengan gangguan sensitivitas insulin dan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
  • Keluhan otot dan sendi: Duduk terlalu lama dapat menyebabkan kaku pada leher, bahu, punggung, dan pinggul.
  • Kebugaran menurun: Tubuh dapat lebih cepat lelah saat melakukan aktivitas fisik.
  • Perubahan suasana hati: Aktivitas fisik yang rendah dapat berhubungan dengan meningkatnya stres atau suasana hati yang kurang baik.

Cara Mengurangi Perilaku Sedentari

  1. Bangun dan berjalan singkat setiap 30–60 menit saat bekerja atau belajar.
  2. Pilih tangga, berjalan saat menerima telepon, atau lakukan pekerjaan rumah sebagai tambahan gerak.
  3. Mulai aktivitas fisik ringan, seperti berjalan cepat, selama sekitar 20–30 menit sesuai kemampuan.
  4. Atur waktu menonton atau menggunakan gawai, lalu selingi dengan peregangan.
  5. Perhatikan porsi makan, konsumsi sayur dan buah, serta cukup minum air putih.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan kepada dokter bila berat badan terus meningkat, muncul sesak napas, nyeri dada, pusing berulang, mudah lelah, atau kadar gula dan tekanan darah sulit dikendalikan. Kamu juga dapat konsultasi ke dokter Halodoc untuk membahas pola aktivitas, target berat badan, dan pemeriksaan yang mungkin diperlukan.

Studi Terkait

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan pengurangan waktu sedentari dan peningkatan aktivitas fisik secara rutin. Bukti ilmiah juga menunjukkan bahwa mengganti sebagian waktu duduk dengan aktivitas ringan dapat membantu kesehatan metabolik dan kebugaran.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc , lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Dokter dapat membantu menilai keluhan, kebiasaan harian, serta faktor yang memengaruhi berat badan secara lebih menyeluruh. Konsultasi juga membantu memastikan saran aktivitas dan pemeriksaan yang diberikan sesuai kondisi kesehatanmu.

Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour.
PubMed. Diakses pada 2026. Sedentary Behaviour and Health Outcomes in Adults.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang.
WebMD. Diakses pada 2026. Sedentary Lifestyle and Health Risks.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Keamanan Produk Kesehatan.

FAQ

1. Apa arti sedentari?

Sedentari adalah perilaku sehari-hari dengan banyak duduk, berbaring, atau bersandar dan hanya sedikit mengeluarkan energi. Kebiasaan ini dapat terjadi meskipun seseorang sesekali berolahraga.

2. Apakah sedentari menyebabkan obesitas?

Sedentari dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan karena tubuh membakar lebih sedikit energi. Risikonya makin besar bila disertai asupan kalori berlebihan dan kurang tidur.

3. Berapa lama duduk yang dianggap terlalu lama?

Tidak ada satu batas waktu yang berlaku untuk semua orang. Sebagai langkah praktis, selingi duduk dengan berdiri atau berjalan setiap 30–60 menit.

4. Apakah berjalan kaki dapat mengurangi dampak sedentari?

Ya, berjalan kaki dan aktivitas ringan dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi serta kebugaran. Lakukan secara bertahap dan sesuaikan dengan kemampuan tubuh.