Ad Placeholder Image

Mengenal Skala Braden untuk Mencegah Risiko Luka Tekan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Cegah Risiko Luka Tekan Menggunakan Skala Braden Secara Akurat dan Tepat di Fasilitas Kesehatan

Mengenal Skala Braden untuk Mencegah Risiko Luka TekanMengenal Skala Braden untuk Mencegah Risiko Luka Tekan

DAFTAR ISI


Pasien yang berbaring lama di tempat tidur atau menggunakan kursi roda berisiko tinggi mengalami dekubitus atau luka tekan. Luka ini terjadi akibat penekanan terus-menerus pada area kulit tertentu yang menyumbat aliran darah. Jika dibiarkan, jaringan kulit dapat rusak dan memicu infeksi serius.

Untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan kulit tersebut, dunia medis menggunakan metode evaluasi klinis yang disebut skala Braden. Alat ukur ini memprediksi seberapa besar tingkat risiko seseorang terkena luka tekan sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin.

Memahami skala Braden sangat penting, terutama bagi kamu yang merawat anggota keluarga dengan mobilitas terbatas. Penilaian secara berkala membantu menjaga kesehatan kulit pasien agar tetap utuh dan terhindar dari komplikasi.

Apa Itu Skala Braden?

Skala Braden adalah sistem skor terstandardisasi yang digunakan tenaga medis untuk menilai risiko terjadinya luka tekan pada pasien. Total skor berkisar antara 6 hingga 23. Semakin rendah skor yang diperoleh pasien, semakin tinggi risiko terjadinya dekubitus.

Kategori risiko berdasarkan skor Braden meliputi:

  • Sangat Tinggi: Skor 9 atau kurang
  • Tinggi: Skor 10–12
  • Sedang: Skor 13–14
  • Rendah: Skor 15–18
  • Tidak Berisiko: Skor 19–23

6 Kategori Penilaian Skala Braden

Pemeriksaan skala Braden berfokus pada enam aspek utama kondisi fisik dan lingkungan pasien, yaitu:

  1. Persepsi Sensori: Kemampuan merespons rasa tidak nyaman akibat tekanan. Pasien koma atau stroke biasanya memiliki skor rendah di aspek ini.
  2. Kelembapan Kulit: Seberapa sering kulit terpapar keringat atau urin. Kelembapan berlebih membuat jaringan kulit lebih rapuh.
  3. Aktivitas Fisik: Tingkat aktivitas sehari-hari, apakah pasien bisa berjalan atau hanya bisa berbaring di tempat tidur.
  4. Mobilisasi: Kemampuan pasien untuk mengubah dan mengontrol posisi tubuhnya sendiri.
  5. Status Nutrisi: Pola makan dan asupan nutrisi harian pasien. Nutrisi yang buruk memperlambat regenerasi kulit.
  6. Gesekan dan Pergeseran: Tingkat gesekan antara kulit dengan kain seprai saat posisi tubuh dipindahkan.

Tips Mencegah Luka Tekan di Rumah

Jika orang tercinta memiliki skor skala Braden yang tergolong berisiko, beberapa tindakan pencegahan berikut wajib dilakukan secara rutin:

  • Ubah posisi tidur pasien setiap 2 jam sekali.
  • Gunakan kasur dekubitus (kasur angin) untuk meratakan tekanan tubuh.
  • Pastikan kulit tetap bersih dan kering, serta berikan pelembab secara teratur.
  • Gunakan alas berbahan lembut saat memindahkan posisi pasien untuk meminimalkan gesekan.
  • Penuhi asupan protein dan cairan harian sesuai anjuran medis.

Studi Terkait

Penelitian terkini dalam jurnal perawatan klinis tahun 2026 menunjukkan bahwa penerapan evaluasi skala Braden harian pada pasien rawat inap dan rawat di rumah (home care) mampu menurunkan angka kejadian dekubitus hingga lebih dari 45 persen. Penggunaan metode ini terbukti mempercepat intervensi pencegahan dini secara efektif.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu menemukan tanda-tanda awal dekubitus seperti area kulit memerah yang tidak pudar setelah penekanan dihilangkan, kulit terkelupas, atau muncul luka terbuka yang bernanah, jangan menundanya. Segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit atau dokter umum di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Memilih Halodoc untuk konsultasi kesehatan secara gratis maupun berbayar memberikan banyak keuntungan untuk kamu:

  • Dokter berpengalaman: Lebih dari 20.000 dokter spesialis dan dokter umum yang ramah, empati, serta aktif memberikan informasi medis yang akurat. Dokter-dokter ini memiliki legalitas resmi berupa Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP).
  • Privasi terjamin: Kerahasiaan data pasien aman, dengan pilihan pesan teks, suara, hingga panggilan video saat konsultasi.
  • Respons cepat: Tanpa antre, konsultasi bisa langsung terhubung dalam hitungan detik.
  • Terintegrasi dengan layanan lain: Setelah konsultasi, kamu bisa langsung mendapatkan resep obat yang langsung diantar ke rumah dalam kurun waktu 1 jam. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pemesanan untuk pemeriksaan swab hingga tes darah secara homecare.
  • Dukungan AI (HILDA): Asisten AI dari Halodoc ini membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, memberikan rekomendasi obat, hingga menghubungkan ke dokter yang tepat.
  • Layanan 24 jam penuh: Kamu dapat terhubung dengan dokter kapan saja saat membutuhkan pertolongan pertama.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines for the Prevention and Management of Pressure Ulcers.
PubMed. Diakses pada 2026. Predictability and Reliability of Braden Scale in Pressure Injury Assessment: A Clinical Update.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Pressure Sores and Bedsores Prevention.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tatalaksana Luka Tekan/Dekubitus.

FAQ

1. Berapa skor skala Braden yang tergolong bahaya?
Skor skala Braden 9 atau kurang menunjukkan risiko yang sangat tinggi bagi pasien terkena dekubitus. Pasien dengan skor ini memerlukan intervensi pencegahan yang ketat dan pemantauan terus-menerus.

2. Berapa kali penilaian skala Braden harus dilakukan?
Pada pasien rawat inap atau pasien berbaring lama, penilaian sebaiknya dilakukan setiap hari. Pemantauan berkala membantu mendeteksi penurunan kondisi fisik lebih cepat.

3. Apakah skala Braden bisa dilakukan oleh pihak keluarga?
Keluarga dapat mempelajari poin dasar skala Braden untuk memantau kondisi pasien di rumah. Namun, evaluasi utama dan penentuan tindakan medis tetap disarankan berkonsultasi dengan perawat atau dokter.

4. Apakah penggunaan kasur angin sudah cukup untuk mencegah dekubitus?
Kasur angin sangat membantu meredakan tekanan, tetapi tidak menggantikan kewajiban mengubah posisi tidur pasien. Pasien tetap perlu diubah posisinya secara teratur setiap dua jam sekali.