Ad Placeholder Image

Mengenal Stop Bang Score untuk Deteksi Risiko Sleep Apnea

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Agustus 2026

Cara Cek Risiko Tidur Mendengkur dengan Stop Bang Score untuk Deteksi Dini Gejala Apnea Tidur.

Mengenal Stop Bang Score untuk Deteksi Risiko Sleep ApneaMengenal Stop Bang Score untuk Deteksi Risiko Sleep Apnea

DAFTAR ISI


Apakah kamu sering terbangun dengan tenggorokan kering, kelelahan sepanjang hari, atau sering mendapat keluhan karena mendengkur keras? Kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan pernapasan saat tidur yang dikenal sebagai Obstructive Sleep Apnea (OSA). Jika tidak ditangani, OSA dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Untuk mendeteksi potensi kondisi ini secara cepat dan terstruktur, dunia medis menggunakan alat skrining praktis yang disebut STOP-BANG Score. Kuesioner ini dirancang untuk menilai seberapa besar risiko seseorang mengalami apnea tidur obstruktif berdasarkan gejala klinis dan faktor fisik.

Melakukan penilaian mandiri awal dengan kuesioner STOP-BANG membantu kamu memahami kondisi tidurmu secara lebih baik sebelum melakukan konsultasi medis lanjutan. Kamu juga bisa terhubung dengan dokter Halodoc untuk berdiskusi mengenai gangguan tidur yang kamu alami.

Mengenal STOP-BANG Score

STOP-BANG Score adalah instrumen skrining tervalidasi yang digunakan oleh para profesional medis untuk mengidentifikasi individu yang berisiko sedang hingga tinggi mengalami Obstructive Sleep Apnea. Kuesioner ini terdiri dari 8 pertanyaan sederhana dengan jawaban “Ya” atau “Tidak”. Semakin banyak jawaban “Ya”, semakin tinggi tingkat risiko seseorang mengalami penyumbatan jalan napas saat tidur.

Komponen Kuesioner STOP-BANG

Akronim STOP-BANG menggambarkan 8 kriteria utama yang dinilai:

  • S (Snoring / Mendengkur): Apakah kamu mendengkur cukup keras (lebih keras dari suara bicara atau cukup keras hingga terdengar dari balik pintu tertutup)?
  • T (Tiredness / Kelelahan): Apakah kamu sering merasa lelah, mengantuk, atau lemas di siang hari padahal sudah tidur?
  • O (Observed Apnea / Berhenti Napas): Apakah ada orang lain yang pernah melihat kamu berhenti bernapas atau terengah-engah saat tidur?
  • P (Pressure / Tekanan Darah): Apakah kamu sedang atau pernah mendapat perawatan untuk tekanan darah tinggi (hipertensi)?
  • B (BMI): Apakah Indeks Massa Tubuh (BMI) kamu lebih dari 35 kg/m²?
  • A (Age / Usia): Apakah usia kamu di atas 50 tahun?
  • N (Neck Circumference / Lingkar Leher): Apakah ukuran lingkar leher kamu lebih besar dari 40 cm (untuk pria) atau 38 cm (untuk wanita)?
  • G (Gender / Jenis Kelamin): Apakah jenis kelamin kamu laki-laki?
Faktor Risiko yang Memperberat Sleep Apnea
  1. Kelebihan berat badan atau obesitas yang menumpuk lemak di area leher.
  2. Kebiasaan merokok yang memicu inflamasi saluran napas atas.
  3. Konsumsi alkohol sebelum tidur yang merelaksasikan otot tenggorokan secara berlebihan.

Cara Membaca Hasil Skor STOP-BANG

Penilaian kuesioner dilakukan dengan menghitung jumlah jawaban “Ya”:

  • Skor 0–2 (Risiko Rendah): Kemungkinan kecil kamu mengalami Obstructive Sleep Apnea sedang atau berat.
  • Skor 3–4 (Risiko Sedang): Menunjukkan risiko sedang. Pemeriksaan lanjutan oleh dokter disarankan jika disertai gejala klinis lain.
  • Skor 5–8 (Risiko Tinggi): Mengindikasikan risiko tinggi terjadinya OSA. Diperlukan evaluasi medis komprehensif, seperti pemeriksaan polisomnografi (studi tidur).

Bila memerlukan alat bantu kesehatan pendukung tidur atau kebutuhan medis harian, kamu dapat mengecek ketersediaannya di Toko Kesehatan Halodoc.

Studi Terkait

Penelitian dari Journal of Clinical Sleep Medicine (2026) mengonfirmasi bahwa kuesioner STOP-BANG memiliki sensitivitas hingga 90% dalam mendeteksi kasus Obstructive Sleep Apnea tingkat sedang hingga berat pada populasi dewasa. Studi tersebut menekankan pentingnya skrining awal ini di fasilitas kesehatan primer guna mencegah komplikasi kardiovaskular jangka panjang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika hasil perhitungan STOP-BANG kamu menunjukkan skor 3 atau lebih, atau jika kamu sering terbangun dengan sensasi tercekik dan kantuk berat yang mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan kondisi ini. Kamu dapat berdiskusi langsung dengan [Dokter Spesialis Paru] di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan kini lebih gampang melalui Halodoc. Kamu bisa chat dengan dokter spesialis kapan saja dan di mana saja.

  • ✅ Dokter berpengalaman: Berinteraksi langsung dengan dokter spesialis tepercaya dan berlisensi.
  • ✅ Respon cepat: Dokter siap merespon pertanyaanmu dalam hitungan menit.
  • ✅ 24/7 Service: Layanan konsultasi dokter tersedia 24 jam nonstop.
  • ✅ Privasi terjaga: Sesi konsultasi dijamin kerahasiaannya.

Referensi

Journal of Clinical Sleep Medicine. Diakses pada 2026. Validation and Diagnostic Accuracy of the STOP-Bang Questionnaire for Obstructive Sleep Apnea.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Chronic Respiratory Diseases: Sleep Apnea Syndrome Overview.
PubMed Central (PMC). Diakses pada 2026. Screening Tools for Obstructive Sleep Apnea in Primary Care: Focus on STOP-BANG.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Gangguan Napas Saat Tidur dan Dampaknya Bagi Kesehatan Kardiovaskular.

FAQ

1. Apa bedanya mendengkur biasa dengan sleep apnea?
Mendengkur biasa terjadi karena getaran jaringan di tenggorokan tanpa disertai henti napas. Sementara pada sleep apnea, aliran udara terhenti total selama beberapa detik sehingga menyebabkan kadar oksigen tubuh turun.

2. Apakah STOP-BANG score bisa digunakan untuk mendiagnosis sleep apnea secara pasti?
Tidak, STOP-BANG score adalah alat skrining awal untuk menilai tingkat risiko, bukan diagnosis pasti. Diagnosis definitif memerlukan pemeriksaan studi tidur (polisomnografi) di rumah sakit.

3. Mengapa ukuran lingkar leher menjadi salah satu parameter STOP-BANG?
Lingkar leher yang tebal menandakan adanya penumpukan jaringan lemak di sekitar saluran napas atas. Hal ini mempertinggi risiko penyempitan jalan napas saat otot relaksasi sewaktu tidur.

4. Bagaimana cara menurunkan risiko sleep apnea jika skor STOP-BANG saya tinggi?
Langkah awal yang efektif adalah menurunkan berat badan berlebih, tidur dengan posisi miring, serta menghindari konsumsi alkohol dan rokok sebelum tidur. Selain itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lanjutan.