Ad Placeholder Image

Mengenal Tahapan Stadium Kanker Serviks Secara Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Mengenali Tahapan Stadium Kanker Serviks agar Penanganan Medis Semakin Cepat dan Tepat.

Mengenal Tahapan Stadium Kanker Serviks Secara LengkapMengenal Tahapan Stadium Kanker Serviks Secara Lengkap

DAFTAR ISI


Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini berkembang ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh secara tidak terkontrol, yang umumnya dipicu oleh infeksi jangka panjang dari jenis virus Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi.

Mengetahui tahapan atau stadium kanker serviks sangat penting untuk menentukan prosedur penanganan medis yang paling tepat serta memperkirakan peluang kesembuhan pasien. Penentuan stadium ini diukur berdasarkan ukuran tumor primer dan seberapa jauh sel kanker telah menyebar dari leher rahim ke organ tubuh lainnya.

Pada tahap awal, perkembangan kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Oleh karena itu, pemahaman mengenai tingkat keparahan stadium beserta pemeriksaan rutin sangat penting agar penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin.

Tahapan Stadium Kanker Serviks

Secara medis, penentuan stadium kanker serviks mengacu pada sistem klasifikasi FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics). Berikut adalah rincian tahapan stadium kanker serviks yang perlu kamu ketahui:

1. Stadium I (Satu)

Pada stadium I, sel kanker masih berada penuh di dalam jaringan leher rahim dan belum menyebar ke organ sekitarnya. Tahap ini dibagi menjadi dua sub-kategori, yaitu IA (sel kanker sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop) serta IB (ukuran tumor sudah lebih besar dan dapat terlihat secara kasat mata).

2. Stadium II (Dua)

Pada stadium II, sel kanker telah menyebar keluar dari leher rahim menuju dua pertiga bagian atas vagina atau ke jaringan di sekitar rahim (parametrium). Namun, pada tahap ini sel kanker belum mencapai dinding panggul atau sepertiga bagian bawah vagina.

Faktor Risiko Utama Kanker Serviks
  1. Terinfeksi virus HPV tipe risiko tinggi (tipe 16 dan 18).
  2. Memiliki kebiasaan merokok aktif maupun pasif.
  3. Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  4. Riwayat bergonta-ganti pasangan seksual tanpa alat kontrasepsi pengaman.
  5. Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang tanpa evaluasi medis berkala.

3. Stadium III (Tiga)

Memasuki stadium III, penyebaran kanker sudah meluas hingga ke sepertiga bagian bawah vagina, dinding panggul, atau telah menyumbat saluran ginjal sehingga menyebabkan pembengkakan ginjal (hidronefrosis). Kanker juga mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening regional.

4. Stadium IV (Empat)

Stadium IV merupakan tahapan paling lanjut dari kanker serviks. Stadium IVA menandakan sel kanker telah menyebar ke organ terdekat seperti kandung kemih atau rektum. Sementara itu, stadium IVB menandakan kanker telah mengalami metastasis ke organ tubuh yang jauh, seperti paru-paru, hati, atau tulang.

Penanganan Kanker Serviks Sesuai Stadium

Pengobatan kanker serviks akan disesuaikan dengan stadium diagnosis, kondisi kesehatan umum pasien, serta rencana reproduksi di masa depan. Untuk stadium awal (stadium I hingga IIA), tindakan pembedahan seperti histerektomi atau radioterapi sering kali menjadi pilihan utama. Sedangkan untuk stadium lanjut (stadium IIB hingga IV), kombinasi kemoterapi dan radioterapi (kemoradiasi) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker dan meredakan gejala.

Studi Terkait

Studi klinis terbaru dalam Journal of Clinical Oncology (2026) mengungkapkan bahwa deteksi dini kanker serviks pada stadium I melalui penapisan DNA HPV secara berkala dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup 5 tahun pasien hingga lebih dari 90 persen dibandingkan jika baru terdiagnosis pada stadium lanjut.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala seperti pendarahan vagina yang tidak normal di luar siklus haid, nyeri saat berhubungan seksual, atau keputihan yang tidak biasa dan berbau menyengat, segera konsultasikan diri dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melakukan konsultasi di Halodoc memberi kamu kemudahan untuk berdiskusi langsung dengan dokter spesialis yang berpengalaman. Kamu dapat menyampaikan keluhan kesehatan secara aman, praktis, dan menjaga kerahasiaan privasi medis tanpa perlu keluar rumah. Dokter di Halodoc siap memberikan saran medis, rekomendasi penapisan, hingga rujukan pemeriksaan lanjutan.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Cervical Cancer Overview, Staging, and Prevention.
Journal of Clinical Oncology. Diakses pada 2026. Cervical Cancer Staging and Survival Outcomes.
PubMed. Diakses pada 2026. FIGO Staging System for Cervical Cancer: Clinical Management and Prognosis.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker Serviks.

FAQ

Apakah kanker serviks stadium awal bisa sembuh total?

Kanker serviks stadium awal memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi jika terdeteksi dan ditangani secara cepat. Pengobatan melalui operasi pembedahan atau radioterapi dapat memusnahkan sel kanker sebelum menyebar lebih luas ke organ lain.

Bagaimana dokter menentukan stadium kanker serviks?

Dokter menentukan stadium kanker serviks melalui pemeriksaan fisik panggul, papsmear, biopsi jaringan, serta pemeriksaan pencitraan medis. Tes pencitraan seperti MRI, CT scan, atau PET scan digunakan untuk menilai seberapa jauh penyebaran tumor.

Apa perbedaan antara pemeriksaan Pap Smear dan tes DNA HPV?

Pap smear bertujuan untuk mendeteksi keberadaan sel-sel abnormal pada leher rahim yang berpotensi menjadi kanker. Sementara tes DNA HPV mendeteksi secara langsung keberadaan materi genetik virus HPV risiko tinggi yang menjadi penyebab utama sel kanker.

Apakah kanker serviks stadium lanjut masih dapat diobati?

Kanker serviks stadium lanjut tetap dapat ditangani dengan kombinasi terapi medis seperti kemoterapi dan radioterapi. Pengobatan pada tahap ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan penyakit, meredakan gejala, dan menjaga kualitas hidup pasien.