Ad Placeholder Image

Mengenal Teknik Pijat Payudara untuk Meningkatkan Produksi ASI

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   27 April 2026

Pijat laktasi adalah teknik pemijatan pada area payudara untuk melancarkan produksi dan aliran ASI.

Mengenal Teknik Pijat Payudara untuk Meningkatkan Produksi ASIMengenal Teknik Pijat Payudara untuk Meningkatkan Produksi ASI

DAFTAR ISI


Menyusui adalah hal yang paling alami bagi ibu yang baru melahirkan. Namun, nyatanya terdapat masalah yang bisa muncul.

Mulai dari masalah produksi ASI, seperti produksi ASI terlalu sedikit atau terlalu banyak, hingga saluran ASI yang tersumbat. Semua ibu perlu tahu bagaimana cara menangani keluhan tersebut.

Meskipun setiap kendala menyusui ASI ada obatnya, tapi ada satu upaya yang bisa membantu mengatasi sebagian besar masalah menyusui ini, yaitu dengan teknik pijat payudara atau pijat laktasi. 

Baca juga: Meningkatkan Produksi ASI dengan 6 Cara Ini

Apa Itu Pijat Laktasi?

Pijat laktasi adalah teknik pemijatan pada area payudara yang bertujuan untuk melancarkan produksi dan aliran ASI. 

Teknik ini sering disarankan kepada ibu menyusui, terutama yang mengalami masalah seperti saluran ASI tersumbat, payudara bengkak, atau bayi sulit menyusu. 

Pijat ini tidak hanya bermanfaat secara fisik, tetapi juga membantu menenangkan pikiran ibu pasca-melahirkan. Sebab saat tubuh lebih rileks, hormon oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI akan lebih mudah dilepaskan. 

Teknik ini bisa dilakukan sendiri di rumah, oleh bidan terlatih, atau tenaga profesional laktasi lainnya.

Teknik Pijat Laktasi untuk Memperlancar Produksi ASI

Pijat laktasi sering dilakukan setelah seorang ibu melahirkan dan mengalami pembengkakan pada payudara. 

Teknik pijatan sama dengan pemijatan payudara biasanya, tapi manfaatnya banyak bagi ibu menyusui. Pijat payudara untuk produksi ASI adalah salah satu kegiatan penting bagi ibu menyusui.

Teknik pijat payudara cukup mudah. Berikut beberapa teknik melakukannya:

1. Hangatkan Tangan

Ibu harus memastikan tangan bersuhu hangat terlebih dulu. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan handuk yang dipanaskan. 

Setelah tangan dihangatkan, mulailah dengan kelenjar getah bening di ketiak. Memijat kelenjar getah bening akan membuat darah ibu mengalir lancar.

2. Lumasi

Ibu mungkin membutuhkan semacam pelumas saat melakukan pijatan. Oleskan minyak kelapa atau minyak zaitun. Ibu juga bisa menggunakan baby oil ataupun minyak almond. 

Jika memilih menggunakan losion, gunakan losion berbahan alami dan organik. 

3. Lakukan Pijatan dengan Lembut

Meskipun ibu memiliki tenaga yang kuat, tapi sebaiknya gunakan gerakan lembut dan tidak menekan terlalu keras saat melakukan pijatan. Jika ibu memijat terlalu keras, justru akan merusak jaringan kelenjar. 

Jaringan kelenjar adalah bagian yang membuat susu, jadi penting untuk berhati-hati. Jika ibu tidak merasa sakit, maka teknik pijatan sudah baik. 

Baca juga: Mau tahu Istimewanya ASI? Ini Manfaatnya Bagi Bayi dan Ibu

4. Gunakan Gerakan Menguleni

Perlahan mulai ‘uleni’ payudara dalam lingkaran. Ibu bisa menggunakan telapak tangan, kepalan tangan, atau bahkan ujung jari untuk memijat area tersebut dengan benar. 

5. Gunakan Ujung Jari Di Areola

Ujung jari bekerja dengan baik di sekitar area berpigmen di sekitar puting. Area tersebut dinamakan “areola”.

6. Pijat Ritmik

Pijat berirama menggunakan gerakan melingkar, dibarengi dengan ritme pijatan tangan. Teknik ini juga bisa dilakukan dengan pompa sebagai pengganti ritme tangan. 

Ritme pijatan tangan hanya menggunakan tangan untuk mengalirkan ASI. Ini adalah satu-satunya cara ibu bisa memompa ASI sendiri sebelum adanya mesin pompa payudara. 

Baca juga: Cara Mudah untuk Memperlancar ASI

7. Tepukan Ringan

Jika ibu memiliki retensi cairan di payudara, gunakan sapuan ringan untuk membantu mengalirkannya. 

Teknik ini bisa mengurangi peradangan yang ibu miliki dan meningkatkan sirkulasi darah yang lebih baik. 

8. Perhatikan Tanda Perubahan yang Lebih Baik

Begitu ibu mulai merasakan kehangatan mulai menyebar di payudara, maka pijatan berdampak baik.

9. Lakukan saat Mandi

Pijat payudara bisa dilakukan saat mandi. Sabun bisa digunakan sebagai pelumas. Biasanya ibu lebih santai di kamar mandi, jadi mandi adalah waktu yang tepat untuk melakukannya. 

Itulah yang perlu ibu ketahui mengenai pijat laktasi. Teknik ini sangat sederhana dan bisa dilakukan kapan saja sepanjang hari yang dirasa nyaman. 

Jika masalah produksi ASI tidak bisa ditangani dengan teknik pijat payudara, sebaiknya diskusikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kondisi ibu.

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Panggil Bidan ke Rumah untuk Layanan Pijat Laktasi Kini Bisa Pakai Halodoc

Kini, mendapatkan layanan kebidanan tak harus ke klinik atau rumah sakit. Lewat Halodoc, kamu bisa memanggil bidan langsung ke rumah untuk melakukan pijat laktasi. 

Layanan ini cocok untuk ibu yang baru saja melahirkan dan butuh bantuan seputar proses menyusui tapi ingin tetap nyaman dan aman di rumah.

Dengan kualitas pelayanan yang profesional dan tepercaya, layanan kunjungan bidan via Halodoc memudahkanmu mendapatkan perawatan bayi baru lahir tanpa harus keluar rumah.

Manfaat Pijat Laktasi antara lain:

  • Membantu melancarkan dan meningkatkan produksi ASI
  • Merangsang hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan penting dalam proses menyusui
  • Melancarkan saluran ASI yang tersumbat
  • Mengurangi risiko mastitis (peradangan pada jaringan payudara)
  • Mengencangkan payudara dan memperbaiki sirkulasi darah di area sekitar
  • Memberikan efek relaksasi dan mengurangi stres pada ibu menyusui

Sementara itu, ini yang akan kamu dapatkan dari layanan pijat laktasi:

  • Sesi pijat laktasi oleh bidan profesional bersertifikat
  • Teknik pijat mencakup punggung dan payudara
  • Konsultasi sebelum dan sesudah tindakan seputar kondisi ibu dan produksi ASI

Dengan Halodoc, pijat laktasi jadi lebih mudah, privat, dan nyaman, langsung di rumahmu.

Yuk booking layanan Pijat Laktasi oleh Bidan ke Rumah sekarang mulai dari Rp 160ribu!

Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor Official WhatsApp Halodoc Homecare 0888-0999-9226

Referensi:
Parenting First Story. Diakses pada 2026. Lactation Massage—How It Helps Breastfeeding Moms
Baby Center. Diakses pada 2026. How to do breast massage for milk production
Parents. Diakses pada 2026. Lactation Massage for Breastfeeding Moms: Is It Worth It?

FAQ

1. Berapa lama payudara akan terisi kembali setelah disusui?

Sebenarnya, payudara tidak pernah benar-benar “kosong” karena produksi ASI berlangsung terus-menerus. Namun, secara umum, payudara akan memproduksi sebagian besar pasokan ASI kembali dalam waktu sekitar 30 menit hingga 2 jam setelah sesi menyusui terakhir, tergantung pada seberapa sering bayi menyusu.

2. Apa ciri-ciri ibu menyusui yang kekurangan kalsium?

Ibu menyusui yang kekurangan kalsium sering kali merasakan kram otot, kesemutan pada jari-jari, nyeri sendi, serta kelelahan yang ekstrem. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu kerapuhan pada gigi atau masalah kepadatan tulang karena tubuh mengambil cadangan kalsium ibu untuk diberikan ke dalam ASI.

3. Apa saja 4 makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari ibu menyusui?

Beberapa asupan yang perlu dibatasi atau diwaspadai meliputi:

  • Kafein berlebih: Dapat membuat bayi menjadi rewel dan sulit tidur.
  • Alkohol: Dapat masuk ke dalam ASI dan mengganggu perkembangan saraf bayi.
  • Ikan tinggi merkuri: Seperti ikan makarel raja atau tuna sirip kuning yang dapat memengaruhi pertumbuhan otak bayi.
  • Makanan pemicu alergi: Jika bayi menunjukkan reaksi alergi (seperti ruam atau kolik), ibu mungkin perlu membatasi produk susu sapi, kacang-kacangan, atau gandum setelah berkonsultasi dengan dokter.