• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Tes Kepribadian MBTI, Adakah Manfaatnya untuk Anak?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Tes Kepribadian MBTI, Adakah Manfaatnya untuk Anak?

Mengenal Tes Kepribadian MBTI, Adakah Manfaatnya untuk Anak?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 Juli 2022

“Bagi orang dewasa, tes kepribadian MBTI mungkin bermanfaat. Namun, tes ini ternyata tidak disarankan untuk anak-anak.”

Mengenal Tes Kepribadian MBTI, Adakah Manfaatnya untuk Anak?Mengenal Tes Kepribadian MBTI, Adakah Manfaatnya untuk Anak?

Halodoc, Jakarta – Tes kepribadian MBTI sempat sangat populer, dan masih cukup sering dibicarakan hingga kini. MBTI adalah singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator. Tes ini dirancang untuk mengidentifikasi tipe kepribadian, kekuatan, dan preferensi seseorang. 

Kuesioner dikembangkan oleh Isabel Myers dan ibunya, Katherine Briggs berdasarkan pekerjaan mereka dengan teori tipe kepribadian Carl Jung. Seperti apa tesnya dan adakah manfaatnya untuk anak? Yuk simak lebih lanjut!

Sekilas Tentang Tes Kepribadian MBTI

Baik Myers maupun Briggs terpesona oleh teori tipe psikologis Jung dan menyadari bahwa teori tersebut dapat diterapkan di dunia nyata. Selama Perang Dunia II, mereka mulai meneliti dan mengembangkan indikator yang dapat digunakan untuk membantu memahami perbedaan individu.

Myers menciptakan inventaris versi pena dan pensil pertama selama tahun 1940-an, dan keduanya mulai menguji penilaian pada teman dan keluarga. Mereka terus mengembangkan instrumen sepenuhnya selama dua dekade berikutnya.

Dengan membantu orang memahami diri mereka sendiri, Myers dan Briggs percaya bahwa mereka dapat membantu orang memilih pekerjaan yang paling sesuai dengan tipe kepribadian mereka dan menjalani hidup sehat dan bahagia.

Berdasarkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di inventaris, orang-orang diidentifikasi memiliki salah satu dari 16 tipe kepribadian. Setiap jenis kepribadian dinamai dengan kode 4 huruf, yaitu:

  • ISTJ – The Inspector
  • ISTP – The Crafter
  • ISFJ – The Protector
  • ISFP – The Artist
  • INFJ – The Advocate
  • INFP – The Mediator
  • INTJ – The Architect
  • INTP – The Thinker
  • ESTP – The Persuader
  • ESTJ – The Director
  • ESFP – The Performer
  • ESFJ – The Caregiver
  • ENFP – The Champion
  • ENFJ – The Giver
  • ENTP – The Debater
  • ENTJ – The Commander

Menurut Myers & Briggs Foundation, penting untuk diingat bahwa semua jenis adalah sama dan setiap jenis memiliki nilai.

Adakah Manfaatnya untuk Anak?

Meski bisa membantu memahami diri sendiri dan memilih pekerjaan yang sesuai, tes kepribadian MBTI tidak disarankan untuk anak-anak. Myers dan Briggs juga mengungkapkan bahwa tes yang mereka rancang berfokus pada orang dewasa. 

Mereka juga telah membuat syarat dan ketentuan mengenai usia minimal yang perlu dimiliki saat mencoba tes kepribadian MBTI. Mereka menyarankan orangtua untuk memberi anak-anaknya ruang dan hanya menjadi pengamat yang baik dalam perkembangan kepribadian anak. 

Tes kepribadian kemungkinan akan membantu membimbing seseorang di kemudian hari. Namun, orangtua tidak perlu menguji seorang anak, bahkan untuk membantu dalam hal pengasuhan. Perhatikan dan biarkan anak menunjukkan siapa mereka. 

Selain itu, keakuratan tes kepribadian MBTI pun masih menuai kontroversi di kalangan ahli hingga kini. Salah satu yang menentang penggunaan tes ini pada anak-anak adalah Benyamin Hardy, Ph.D., seorang psikolog organisasi dan penulis buku Personality Isn’t Permanent.

Menurutnya, tes kepribadian berbasis tipe tidak memenuhi standar sains yang baik, meskipun sangat populer. Gagasan bahwa kepribadian itu “terprogram” atau tetap tidak akurat. 

Selain itu, menurutnya, memandang kepribadian sebagai “tipe” yang kaku juga merupakan pandangan yang tidak tepat tentang kepribadian. Bahkan Carl Jung, yang dijadikan panutan oleh Myers-Briggs menyatakan bahwa tidak ada yang namanya introvert atau ekstrovert murni. 

Tes kepribadian berdasarkan tipe mungkin mendorong orang untuk memiliki pola pikir tetap tentang diri mereka sendiri. Karena alih-alih menjelaskan kepribadian, ini memberi orang rasa identitas dalam bentuk “tipe” atau “kategori”. 

Begitu orang menjadikan sesuatu sebagai aspek identitas mereka, mereka bisa menjadi buta atau tidak berpikir sepanjang waktu ketika label itu salah. Jadi, daripada berisiko membuat anak memiliki mindset yang tetap, lebih baik untuk membiarkannya tumbuh dan berkembang, mencari jalannya sendiri.

Itulah pembahasan mengenai tes kepribadian MBTI, yang ternyata tidak direkomendasikan untuk anak-anak. Akan lebih baik jika orang tua memilih pendekatan lain dalam mengasuh anak, alih-alih fokus mencari tahu tipe kepribadian anak.

Jika anak mengalami masalah kesehatan, segera bawa untuk diperiksa oleh dokter. Bila dokter meresepkan obat, kamu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis anak dengan mudah.

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2022. An Overview of the Myers-Briggs Type Indicator.
Mind Body Green. Diakses pada 2022. MBTI Basics: What Is The Myers-Briggs Personality Test?
16 Personalities. Diakses pada 2022. Why Shouldn’t Children Take Our Personality Test?
Psychology Today. Diakses pada 2022. Don’t Let Your Children Take the Myers-Briggs.