Ad Placeholder Image

Mengenal Tingkatan Derajat Asma Berdasarkan Gejala Klinisnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juli 2026

Kenali Derajat Asma Berdasarkan Tingkat Keparahan Gejala untuk Penanganan yang Tepat

Mengenal Tingkatan Derajat Asma Berdasarkan Gejala KlinisnyaMengenal Tingkatan Derajat Asma Berdasarkan Gejala Klinisnya

DAFTAR ISI


Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas. Kondisi ini menyebabkan timbulnya gejala seperti sesak napas, batuk, dada terasa berat, serta mengi (suara “ngik-ngik” saat bernapas). Tingkat keparahan asma pada setiap penderita berbeda-beda, tergantung frekuensi kemunculan gejala dan gangguan fungsi paru-paru yang dialami.

Secara medis, penentuan derajat asma dilakukan untuk menentukan jenis terapi pengobatan yang paling sesuai. Derajat asma diklasifikasikan menjadi empat tahapan utama, mulai dari asma intermiten hingga asma persisten berat. Pengelompokan ini membantu dokter menyusun strategi pengobatan, baik untuk meredakan serangan akut maupun pencegahan jangka panjang.

Memahami tingkat keparahan asma sangat penting agar kamu dapat mengontrol penyakit ini dengan baik dan menghindari pemicu serangan. Selain penyesuaian gaya hidup, penggunaan obat-obatan pereda dan pengontrol asma yang tepat dapat membantu menjaga kualitas hidup penderita tetap optimal.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala asma, penting untuk memiliki penanganan medis yang siap sedia. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat asma yang sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi dan mengontrol gejala.

Rekomendasi Obat Asma

1. Ventolin Inhaler 100 mcg 200 Doses

Ventolin Inhaler mengandung zat aktif Salbutamol sulfate yang bekerja cepat meregangkan otot-otot di saluran pernapasan saat terjadi serangan asma akut. Inhaler ini tergolong sebagai obat pelega (reliever) untuk meredakan sesak napas mendadak. Dosis penggunaan sesuaikan dengan petunjuk dokter atau instruksi medis.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ventolin Inhaler 100 mcg 200 Doses di Toko Kesehatan Halodoc

2. Symbicort 160 mcg/4.5 mcg Turbuhaler 60 Dosis

Symbicort kombinasi Budesonide (kortikosteroid) dan Formoterol fumarate (bronkodilator kerja lambat). Produk ini berfungsi sebagai kontrol harian untuk mengurangi peradangan kronis sekaligus mencegah penyempitan saluran napas pada penderita asma persisten moderate hingga berat.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Symbicort 160 mcg/4.5 mcg Turbuhaler 60 Dosis di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Serangan Asma yang Wajib Diwaspadai
  1. Paparan debu, tungau, dan bulu hewan peliharaan.
  2. Asap rokok, polusi udara, serta aroma bau yang sangat menyengat.
  3. Perubahan cuaca ekstrem atau paparan udara dingin.
  4. Stres emosional dan aktivitas fisik berat tanpa pemanasan cukup.

3. Salbutamol 2 mg 10 Tablet

Salbutamol tablet merupakan bronkodilator oral yang membantu melebarkan saluran napas yang menyempit. Obat tablet ini umumnya digunakan untuk mengobati kejang bronkus pada penderita asma bronkial atau bronkitis kronis apabila inhaler kurang efektif atau memerlukan penanganan oral tambahan.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Salbutamol 2 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Pulmicort 0.25 mg/ml 5 Respules

Pulmicort Respules mengandung Budesonide cair yang digunakan melalui alat nebulizer. Obat ini bekerja langsung meredakan pembengkakan dan peradangan pada saluran pernapasan, sangat baik digunakan untuk anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami serangan asma akut sedang hingga berat.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pulmicort 0.25 mg/ml 5 Respules di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Tingkatan Derajat Asma

Berdasarkan panduan medis global, derajat asma dibagi menjadi empat tingkatan berdasarkan frekuensi timbulnya gejala dan nilai fungsi paru (spirometri/PEF):

  • Asma Intermiten: Gejala muncul kurang dari 1 kali seminggu, gejala malam terjadi tidak lebih dari 2 kali seminggu, dan fungsi paru-paru di antara serangan dalam batas normal (FEV1/PEF ≥ 80%).
  • Asma Persisten Ringan: Gejala kambuh lebih dari 1 kali seminggu tetapi tidak setiap hari, dan gejala malam kambuh lebih dari 2 kali sebulan.
  • Asma Persisten Sedang: Gejala terjadi setiap hari, membutuhkan obat inhaler pelega setiap hari, dan gejala malam terjadi lebih dari 1 kali seminggu. Nilai FEV1/PEF berkisar antara 60-80%.
  • Asma Persisten Berat: Gejala berlangsung terus-menerus sepanjang hari, sering terjadi serangan malam, serta aktivitas fisik penderita sangat terbatas. Nilai FEV1/PEF di bawah 60%.

Studi Terkait

Berdasarkan studi medis terkini dari Global Initiative for Asthma (GINA) tahun 2026, penentuan derajat asma yang tepat sangat penting untuk mencegah risiko eksaserbasi berat. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi kortikosteroid inhalasi (ICS) dosis rendah yang dikombinasikan dengan bronkodilator pada penderita asma sejak tahap awal mampu menurunkan angka perawatan rumah sakit hingga lebih dari 60%.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau semakin parah hingga mengalami bibir kebiruan dan sulit bernapas, segera lakukan konsultasi ke dokter spesialis paru di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi online di Halodoc memudahkan kamu terhubung dengan dokter terpercaya kapan saja. Kamu bisa konsultasi ke dokter tanpa perlu ragu karena keamanan privasi dan kenyamanan pasien menjadi prioritas utama.

  • Dokter Berlisensi: Semua dokter di Halodoc memiliki STR dan SIP resmi yang terverifikasi.
  • Layanan 24 Jam: Dapat diakses kapan saja dan dari mana saja sesuai kebutuhanmu.
  • Resep Otomatis: Resep obat digital langsung terintegrasi dengan layanan pembelian obat Halodoc.

Referensi

Global Initiative for Asthma (GINA). Diakses pada 2026. Global Strategy for Asthma Management and Prevention.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Asthma Fact Sheets.
PubMed. Diakses pada 2026. Asthma Severity Classification and Management Guidelines.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Asma.

FAQ

1. Apakah derajat asma seseorang dapat berubah seiring waktu?
Ya, derajat asma dapat berubah atau berfluktuasi tergantung pada kepatuhan pengobatan, paparan pemicu, dan kondisi kesehatan tubuh secara umum.

2. Apa perbedaan utama asma intermiten dan persisten?
Asma intermiten hanya kambuh sesekali (kurang dari 2 hari seminggu), sedangkan asma persisten berulang lebih sering dan memerlukan obat kontrol harian.

3. Bisakah penyakit asma disembuhkan secara total?
Asma merupakan kondisi kronis yang tidak bisa disembuhkan secara total, namun gejalanya dapat dikontrol dengan baik sehingga penderita bisa beraktivitas normal.

4. Mengapa penderita asma sering mengalami batuk pada malam hari?
Batuk malam hari terjadi karena perubahan posisi tubuh, penurunan suhu udara, serta fluktuasi alami hormon kortisol dalam tubuh pada malam hari.