Ad Placeholder Image

Mengenal VTE Penyebab Gejala Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Agustus 2026

Mengenal VTE adalah kondisi penggumpalan darah berbahaya yang perlu segera ditangani medis.

Mengenal VTE Penyebab Gejala Hingga Cara MengatasinyaMengenal VTE Penyebab Gejala Hingga Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah Venous Thromboembolism (VTE)? Kondisi medis ini mungkin belum populer bagi sebagian orang, tetapi efeknya terhadap sistem kardiovaskular bisa sangat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. VTE terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di dalam pembuluh darah vena dan mengganggu sirkulasi darah normal secara signifikan.

VTE mencakup dua kondisi utama, yaitu Deep Vein Thrombosis (DVT) dan Pulmonary Embolism (PE). DVT terjadi saat gumpalan darah terbentuk di vena dalam, paling sering pada area betis atau paha. Jika gumpalan tersebut terlepas dan mengalir mengikuti aliran darah menuju paru-paru, kondisi ini berkembang menjadi PE yang berpotensi mengancam jiwa.

Karena VTE adalah kondisi medis serius yang memerlukan evaluasi klinis dan penanganan darurat oleh tenaga medis profesional, penanganannya tidak bisa dilakukan hanya dengan pengobatan mandiri. Pemahaman mendalam mengenai gejala, penyebab, serta tindakan medis yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi berbahaya.

Mengenal VTE (Venous Thromboembolism)

VTE atau tromboembolisme vena merupakan salah satu gangguan pembuluh darah yang menjadi penyebab utama kesakitan kardiovaskular di seluruh dunia. Ketika aliran darah di vena melambat atau dinding pembuluh darah mengalami trauma, kompsisi darah dapat memicu pembentukan trombus (gumpalan darah).

Penggumpalan ini paling sering dimulai pada pembuluh darah tungkai. Namun, bahaya terbesar muncul saat sebagian gumpalan darah tersebut pecah dan berpindah melalui aliran darah hingga menyumbat pembuluh arteri di paru-paru. Hal ini menyebabkan gangguan fungsi pernapasan dan sirkulasi jantung yang sangat fatal.

Gejala dan Faktor Risiko VTE

Gejala VTE sangat bervariasi tergantung pada lokasi penggumpalan darah terjadi. Pada kasus DVT, gejala yang kerap muncul antara lain:

  • Pembengkakan mendadak pada salah satu kaki atau lengan.
  • Rasa nyeri atau kram pada betis atau paha.
  • Perubahan warna kulit menjadi kemerahan atau kebiruan di area yang terdampak.
  • Sensasi hangat pada area kulit yang membengkak.

Sementara itu, jika gumpalan telah berpindah ke paru-paru (PE), kamu mungkin akan merasakan sesak napas mendadak, nyeri dada tajam saat menarik napas, batuk berdarah, hingga pusing hebat. Faktor risiko yang meningkatkan kejadian VTE meliputi tirah baring (imobilisasi) lama, pascaoperasi besar, kehamilan, penggunaan terapi hormon, serta riwayat keluarga.

Penanganan dan Pencegahan VTE

Penanganan VTE berfokus pada tindakan klinis untuk menghentikan pembesaran gumpalan darah serta mencegah terjadinya emboli paru. Dokter biasanya memberikan terapi obat antikoagulan (pengencer darah) dengan pengawasan dosis yang sangat ketat, atau melakukan prosedur medis khusus jika kondisi sudah tergolong darurat.

Untuk pencegahan, kamu disarankan untuk tetap aktif bergerak terutama setelah menjalani penerbangan panjang atau operasi, menjaga berat badan ideal, menggunakan stoking kompresi sesuai anjuran dokter, serta mencukupi kebutuhan cairan harian agar aliran darah tetap lancar.

Studi Terkait

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Thrombosis and Haemostasis (2026) menunjukkan bahwa penerapan asesmen risiko VTE secara berkala pada pasien rawat inap berhasil menurunkan angka kejadian emboli paru fatal hingga 38 persen. Peneliti menekankan pentingnya intervensi medis awal dan pemantauan klinis ketat untuk mengoptimalkan keselamatan pasien.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami bengkak mendadak pada satu kaki disertai rasa nyeri hebat, atau mengalami sesak napas secara tiba-tiba, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi medis yang tepat.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Apabila kamu memiliki kekhawatiran terkait gejala penggumpalan darah atau ingin berdiskusi mengenai faktor risiko kesehatan kardiovaskular, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter siap memberikan arahan medis dan rujukan yang sesuai dengan kebutuhanmu secara cepat dan aman.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

Journal of Thrombosis and Haemostasis. Diakses pada 2026. Venous Thromboembolism Prevention and Clinical Outcomes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Venous Thromboembolism and Cardiovascular Health.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Venous Thromboembolism (VTE).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Bahaya Penyumbatan Pembuluh Darah Vena.

FAQ

Apakah VTE bisa disembuhkan secara total?

Dengan penanganan medis yang cepat dan tepat, gumpalan darah dapat diatasi sehingga tidak menimbulkan komplikasi permanen. Namun, pasien tetap perlu melakukan pemantauan rutin untuk mencegah timbulnya kekambuhan.

Siapa saja yang paling berisiko mengalami VTE?

Risiko VTE lebih tinggi pada individu yang baru saja menjalani operasi besar, tirah baring lama, wanita hamil, penderita kanker, serta orang yang menggunakan kontrasepsi hormonal.

Apakah aktivitas fisik dapat membantu mencegah VTE?

Ya, melakukan aktivitas fisik dan pergerakan secara teratur dapat membantu melancarkan sirkulasi darah vena tungkai sehingga mengurangi risiko pembentukan gumpalan darah.