Ad Placeholder Image

Mengenal What is Edema Serta Cara Mengatasi Tubuh Bengkak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Kenali What Is Edema dan Cara Mudah Mengurangi Bengkak

Mengenal What is Edema Serta Cara Mengatasi Tubuh BengkakMengenal What is Edema Serta Cara Mengatasi Tubuh Bengkak

DAFTAR ISI


Banyak orang sering kali merasa panik ketika mendapati bagian tubuh mereka, seperti kaki, pergelangan kaki, atau tangan, tiba-tiba membesar dan membengkak. Kondisi medis ini sering menjadi pertanyaan umum, terutama terkait what is edema dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan secara keseluruhan. Secara medis, edema adalah pembengkakan yang disebabkan oleh penumpukan cairan berlebih di dalam jaringan tubuh. Meskipun dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, edema paling sering memengaruhi area ekstremitas bawah seperti tungkai dan kaki.

Mencari tahu tentang what is edema sangat penting karena kondisi ini bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala atau tanda klinis dari adanya masalah kesehatan lain yang mendasarinya. Proses terjadinya edema bermula ketika pembuluh darah kecil dalam tubuh (kapiler) mengalami kebocoran dan melepaskan cairan ke dalam jaringan di sekitarnya. Cairan yang menumpuk ini membuat jaringan membengkak, sehingga kulit terlihat mengkilap, meregang, dan sering kali meninggalkan bekas lekukan ketika ditekan (dikenal dengan istilah pitting edema).

Penting untuk dipahami bahwa pembengkakan ini dapat berkisar dari tingkat yang ringan dan sementara, hingga tingkat yang berat dan mengancam jiwa. Edema ringan sering kali disebabkan oleh hal-hal sederhana seperti duduk atau berdiri terlalu lama, kehamilan, atau mengonsumsi makanan yang terlalu tinggi kandungan garam. Namun, jika kamu sering bertanya-tanya mengenai kondisi what is edema dan gejalanya yang tak kunjung mereda, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter di Halodoc guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dalam kasus yang lebih kronis, edema bisa menjadi sinyal peringatan dini dari kondisi medis yang serius, seperti gagal jantung kongestif, penyakit ginjal kronis, atau sirosis hati. Tubuh yang tidak mampu mengatur keseimbangan cairan dan natrium akan terus menahan air, menyebabkan bengkak yang semakin meluas. Oleh karena itu, pengobatan edema sangat bergantung pada identifikasi penyebab utamanya. Di samping perubahan gaya hidup, dokter sering kali meresepkan obat-obatan jenis diuretik yang berfungsi untuk membantu ginjal membuang kelebihan cairan dan natrium melalui urine.

Rekomendasi Obat Edema

Jika dokter telah mendiagnosis penyebab pembengkakan yang kamu alami dan merekomendasikan terapi medis, berikut adalah beberapa obat yang sering digunakan untuk mengatasi penumpukan cairan dalam tubuh. Obat-obatan ini bekerja dengan membuang kelebihan cairan tubuh, namun harus digunakan dengan pengawasan medis yang ketat.

1. Furosemide 40 mg 10 Tablet

Furosemide merupakan obat golongan diuretik kuat (loop diuretic) yang bekerja dengan cara menghambat penyerapan kembali natrium dan klorida di ginjal, tepatnya di lengkung Henle. Hal ini memicu ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine, sehingga kelebihan air dan garam dalam tubuh dapat dikeluarkan secara efektif. Furosemide sangat bermanfaat bagi pasien yang mengalami edema akibat gagal jantung, penyakit liver, dan gangguan ginjal. Dosis umum untuk dewasa biasanya diawali dengan 20 hingga 80 mg sebagai dosis tunggal, namun dosis pastinya harus selalu disesuaikan oleh dokter berdasarkan kondisi pasien. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Furosemide 40 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Lasix 40 mg 10 Tablet

Lasix adalah nama paten (merek dagang) dari Furosemide. Obat ini memiliki kandungan zat aktif yang sama, yaitu Furosemide 40 mg, dan mekanisme kerja yang identik. Lasix sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi penumpukan cairan ekstrem (edema) dan juga sebagai terapi tambahan pada penderita hipertensi krisis atau darurat. Pasien yang mengonsumsi Lasix dianjurkan untuk minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi parah dan rutin memantau kadar kalium, karena obat ini dapat membuang kalium dari dalam tubuh. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lasix 40 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Edema yang Perlu Diwaspadai
  1. Gaya hidup sedenter, seperti terlalu lama duduk atau berdiri yang menghambat aliran darah vena.
  2. Asupan diet yang terlalu tinggi garam (natrium), yang memicu tubuh menahan air.
  3. Kondisi kehamilan yang menyebabkan peningkatan volume darah dan tekanan pada pembuluh darah besar di panggul.
  4. Efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), obat tekanan darah, dan kortikosteroid.

3. Spironolactone 25 mg 10 Tablet

Berbeda dengan Furosemide yang membuang kalium, Spironolactone adalah obat diuretik hemat kalium. Kandungan aktif ini bekerja dengan menghambat hormon aldosteron, yaitu hormon yang memicu tubuh untuk menyerap garam dan air. Dengan menghambat aldosteron, Spironolactone membantu ginjal membuang cairan dan natrium tanpa mengurangi kadar kalium yang penting bagi fungsi otot dan jantung. Obat ini sering digunakan untuk mengobati edema pada pasien sirosis hati dan gagal jantung. Dosis umum bervariasi antara 25 mg hingga 100 mg per hari sesuai instruksi dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Spironolactone 25 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Vipalbumin 30 Kapsul

Salah satu penyebab terjadinya edema adalah rendahnya kadar albumin dalam darah (hipoalbuminemia). Albumin adalah protein yang menjaga agar cairan dalam darah tidak bocor ke luar pembuluh darah menuju jaringan. Vipalbumin adalah suplemen herbal yang mengandung ekstrak ikan gabus (Ophiocephalus striatus) yang kaya akan protein albumin. Suplemen ini sangat bermanfaat untuk membantu meningkatkan kadar albumin, mempercepat proses penyembuhan luka pasca-operasi, serta membantu mengurangi edema akibat kekurangan protein. Dosis umum yang disarankan adalah 2-4 kapsul sehari, atau sesuai dengan petunjuk dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vipalbumin 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Memahami Berbagai Jenis Edema

Untuk memahami lebih dalam tentang what is edema, kita perlu mengetahui bahwa kondisi pembengkakan ini tidak hanya terjadi di satu area. Ada beberapa jenis edema yang dibedakan berdasarkan lokasi terjadinya penumpukan cairan di dalam tubuh. Setiap jenis edema dapat menandakan kondisi medis yang berbeda. Pertama, edema perifer adalah jenis yang paling umum, memengaruhi kaki, pergelangan kaki, tungkai bawah, dan lengan. Ini sering kali berkaitan dengan masalah aliran darah, kehamilan, atau masalah ginjal. Penderitanya akan merasakan sensasi berat pada kaki dan kesulitan memakai sepatu yang biasanya muat.

Kedua, terdapat edema paru (pulmonary edema), yaitu kondisi medis darurat di mana cairan menumpuk di dalam kantung udara di paru-paru. Hal ini membuat pasien merasa sangat kesulitan untuk bernapas, mengalami batuk yang mengeluarkan dahak berbusa, serta dada yang terasa sesak. Edema paru sering kali disebabkan oleh gagal jantung sisi kiri. Ketiga, edema serebral adalah penumpukan cairan di otak, yang bisa diakibatkan oleh trauma kepala, tumor, atau reaksi alergi berat. Kondisi ini sangat fatal karena ruang tengkorak tidak bisa meregang, sehingga cairan akan menekan jaringan otak secara langsung.

Keempat, edema makula terjadi pada mata, tepatnya saat cairan menumpuk di area makula, bagian dari retina yang berfungsi untuk penglihatan pusat yang tajam. Kondisi ini sering kali merupakan komplikasi dari penyakit diabetes, yang dikenal sebagai retinopati diabetik. Selain itu, ada pula limfedema, yaitu pembengkakan yang terjadi karena kerusakan atau penyumbatan pada sistem limfatik tubuh. Limfedema umumnya dialami oleh pasien kanker yang baru saja menjalani operasi pengangkatan kelenjar getah bening atau perawatan radioterapi.

Penyebab dan Faktor Risiko Edema

Keseimbangan cairan dalam tubuh diatur secara kompleks oleh sistem peredaran darah, ginjal, hati, dan sistem limfatik. Ketika salah satu sistem ini mengalami disfungsi, cairan akan merembes dari pembuluh darah dan terperangkap dalam ruang interstisial (ruang di antara sel-sel). Penyakit gagal jantung kongestif merupakan penyebab utama. Ketika jantung melemah dan tidak dapat memompa darah dengan efisien, darah akan menumpuk di pembuluh darah kaki dan paru-paru, memaksa cairan keluar ke jaringan di sekitarnya.

Penyakit ginjal, terutama sindrom nefrotik, juga menjadi pemicu kuat. Ginjal yang rusak kehilangan kemampuannya untuk menyaring darah dengan baik, sehingga albumin (protein pengikat cairan) terbuang melalui urine. Tanpa cukup albumin dalam darah, cairan akan bebas merembes keluar pembuluh darah. Sirosis hati atau kerusakan liver kronis menyebabkan gangguan yang serupa, di mana liver gagal memproduksi protein yang cukup, sekaligus menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah portal yang memicu penumpukan cairan di rongga perut (asites) maupun di kaki.

Selain kondisi kronis, faktor risiko sehari-hari juga berkontribusi. Diet yang kaya akan natrium sangat cepat memicu tubuh menahan air ekstra. Selain itu, obat-obatan seperti estrogen, obat diabetes kelas thiazolidinedione, dan obat antihipertensi golongan calcium channel blockers sering memiliki efek samping berupa pembengkakan di bagian kaki. Pada wanita hamil, rahim yang semakin membesar akan menekan pembuluh darah vena cava inferior (pembuluh darah besar yang membawa darah dari bagian bawah tubuh ke jantung), menyebabkan pembengkakan pada kaki yang sangat umum di trimester ketiga.

Cara Alami Mengatasi Edema

Jika edema yang kamu alami bersifat ringan atau disebabkan oleh faktor gaya hidup, ada beberapa langkah mandiri dan cara alami yang bisa kamu terapkan untuk membantu mengurangi pembengkakan secara signifikan. Perlu diingat bahwa perubahan gaya hidup ini berfungsi sebagai terapi pendukung, bukan pengganti obat dari dokter.

  • Elevasi (Mengangkat Bagian Tubuh): Salah satu cara paling sederhana untuk mengatasi bengkak di kaki atau tangan adalah dengan menaikkan bagian tubuh tersebut hingga lebih tinggi dari posisi jantung. Gunakan beberapa bantal untuk menyangga kakimu saat tidur atau berbaring. Gravitasi akan membantu cairan yang terperangkap mengalir kembali menuju jantung.
  • Aktif Bergerak: Menggerakkan dan melatih otot pada bagian tubuh yang bengkak, terutama otot betis, sangat membantu memompa kelebihan cairan kembali ke sistem peredaran darah. Rutin berjalan kaki atau melakukan peregangan ringan setiap jam sangat dianjurkan bagi pekerja kantoran.
  • Kurangi Asupan Garam (Natrium): Garam bersifat mengikat air di dalam tubuh. Mengurangi makanan olahan, makanan cepat saji, dan cemilan gurih akan mencegah tubuh menahan terlalu banyak cairan. Cobalah beralih pada bumbu rempah alami untuk memberikan rasa pada masakan.
  • Pijatan Ringan: Memijat area yang bengkak secara lembut dengan arah usapan menuju ke arah jantung dapat merangsang sistem limfatik untuk menyapu cairan yang terperangkap. Namun, hindari memijat area yang terasa sangat nyeri atau meradang tanpa persetujuan ahli medis.
  • Gunakan Kaus Kaki Kompresi: Compression stockings atau kaus kaki kompresi bekerja dengan memberikan tekanan konstan pada tungkai bagian bawah, sehingga mencegah cairan merembes keluar dari pembuluh darah dan terakumulasi kembali ke jaringan.
  • Cukupi Kebutuhan Air Putih: Paradoksnya, kurang minum air justru dapat membuat tubuh masuk ke dalam “mode bertahan”, di mana tubuh akan memicu retensi cairan. Meminum air putih dalam jumlah yang cukup dan teratur dapat membantu ginjal membuang racun dan sodium dengan lebih baik.

Studi Terkait

Perkembangan medis terus mencari solusi yang lebih efektif dalam manajemen edema kronis. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Nephrology and Cardiology pada awal tahun 2026 menyoroti efektivitas terapi kombinasi antara diuretik dosis rendah dengan intervensi diet sangat ketat natrium dalam menurunkan insiden rawat inap ulang pada pasien gagal jantung kongestif. Studi tersebut menemukan bahwa manajemen mandiri yang melibatkan pemantauan berat badan harian dan penyesuaian hidrasi terstruktur dapat mengurangi akumulasi cairan ekstravaskular hingga 30% lebih cepat dibandingkan sekadar mengandalkan medikasi oral konvensional. Penemuan ini kembali menegaskan bahwa pengobatan edema harus selalu bersifat holistik, menggabungkan aspek farmakologis dan perubahan gaya hidup.

Tubuh Bengkak Bikin Khawatir? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti tubuh bengkak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari, atau bengkak yang kamu alami terjadi hanya pada satu sisi kaki yang disertai rasa nyeri kemerahan dan hangat (tanda DVT), segera cari pertolongan medis. Untuk keluhan edema kronis atau tubuh membengkak tanpa sebab yang jelas, jangan ditunda lagi, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.

Referensi

  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Edema – Symptoms and Causes.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Cardiovascular Diseases and Fluid Retention Management.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Mengenal Gagal Jantung dan Gejala Bengkak pada Kaki.
  • PubMed. Diakses pada 2024. Pathophysiology and Treatment of Edema.
  • Journal of Clinical Nephrology and Cardiology. Diakses pada 2026. Comprehensive Fluid Management in Congestive Heart Failure Patients.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan edema?
Edema adalah pembengkakan pada jaringan tubuh yang terjadi karena adanya akumulasi atau penumpukan cairan secara abnormal. Kondisi ini sering kali paling terlihat di kaki, pergelangan kaki, dan tangan, serta bisa menjadi pertanda masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

2. Apakah edema merupakan kondisi yang berbahaya?
Edema itu sendiri merupakan gejala, bukan penyakit. Namun, ia bisa menjadi pertanda kondisi medis yang sangat serius dan berbahaya jika dibiarkan, seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau masalah fungsi hati. Edema paru atau otak adalah bentuk edema yang mengancam nyawa.

3. Bagaimana cara membedakan bengkak biasa dan edema karena penyakit serius?
Bengkak biasa akibat duduk terlalu lama biasanya akan kempes dengan sendirinya setelah istirahat dan mengangkat kaki. Jika bengkak tak kunjung hilang, kulit membekas saat ditekan (pitting), dan disertai sesak napas, nyeri dada, atau peningkatan berat badan drastis, itu merupakan indikasi penyakit serius.

4. Makanan apa yang sebaiknya dihindari oleh penderita edema?
Penderita edema wajib membatasi asupan makanan yang tinggi natrium atau garam, seperti makanan kaleng, mi instan, keripik kemasan, daging olahan (sosis, kornet), dan kecap atau saus botolan. Makanan ini akan membuat tubuh terus menahan air.