Ad Placeholder Image

Mengenali Demensia Itu Apa dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 05 Agustus 2026

Mengenal demensia itu apa dan gejalanya agar otak tetap sehat dan waspada di masa tua.

Mengenali Demensia Itu Apa dan Gejala yang Perlu DiwaspadaiMengenali Demensia Itu Apa dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Banyak orang sering menganggap pikun sebagai hal yang wajar seiring bertambahnya usia. Padahal, penurunan fungsi otak yang terbilang parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari bukan bagian normal dari proses penuaan. Kondisi medis ini dikenal dengan istilah demensia.

Memahami demensia itu apa sangat penting agar kamu bisa mengenali tanda-tandanya sedini mungkin. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu memperlambat keparahan gejala serta meningkatkan kualitas hidup pengidapnya.

Mengenali Apa Itu Demensia

Demensia bukanlah satu penyakit tunggal, melainkan sebuah istilah payung yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang memengaruhi memori, kemampuan berpikir, serta keterampilan sosial. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan pada sel-sel saraf di otak yang mengganggu komunikasi antar sel.

Penyakit Alzheimer merupakan penyebab demensia yang paling umum, menyumbang sekitar 60 hingga 80 persen dari keseluruhan kasus. Jenis demensia lainnya meliputi demensia vaskular yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak, serta demensia dengan Lewy bodies.

Gejala Demensia yang Perlu Diwaspadai

Gejala demensia berkembang secara bertahap dan dapat bervariasi tergantung pada bagian otak yang terdampak. Beberapa gejala umum yang sering muncul antara lain:

  • Kehilangan memori jangka pendek: Sering lupa informasi yang baru saja diterima, menanyakan hal yang sama berulang kali, atau mengandalkan bantuan ingatan secara berlebihan.
  • Kesulitan merencanakan atau memecahkan masalah: Kesulitan mengikuti resep masakan yang biasa dibuat atau mengelola tagihan bulanan.
  • Disorientasi waktu dan tempat: Bingung mengenai tanggal, musim, atau keberadaan diri sendiri.
  • Gangguan berkomunikasi: Kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara atau mengikuti alur percakapan.
  • Perubahan kepribadian dan perilaku: Menjadi mudah curiga, cemas, depresi, atau menarik diri dari lingkungan sosial.
Tips Menjaga Kesehatan Otak untuk Mencegah Demensia
  1. Rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau berenang setidaknya 150 menit seminggu.
  2. Latih otak dengan membaca, bermain catur, atau mempelajari keterampilan baru.
  3. Terapkan pola makan gizi seimbang yang kaya akan antioksidan dan asam lemak omega-3.
  4. Kelola faktor risiko kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, dan diabetes.

Penyebab dan Faktor Risiko

Demensia disebabkan oleh rusaknya sel-sel otak yang dapat dipicu oleh hilangnya koneksi antarsel. Faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi seseorang mengalami demensia meliputi usia lanjut, riwayat keluarga, gaya hidup tidak sehat (seperti merokok dan kurang berolahraga), serta gangguan pembuluh darah.

Studi Terkait

Berdasarkan riset kesehatan yang dipublikasikan dalam jurnal medis terbaru tahun 2026, intervensi gaya hidup secara komprehensif yang menggabungkan latihan kognitif, manajemen risiko kardiovaskular, dan diet tepat terbukti dapat menunda onset penurunan fungsi otak pada lansia dengan risiko tinggi demensia hingga 30 persen.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluargamu mengalami penurunan daya ingat yang signifikan hingga mengganggu aktivitas harian, perubahan perilaku yang tidak biasa, atau kesulitan berkomunikasi, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Halodoc untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Mengalami masalah kesehatan seperti keluhan daya ingat pada lansia? Jangan ragu untuk langsung berkonsultasi secara online melalui layanan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter tepercaya akan memberikan diagnosis serta penanganan awal secara cepat dan tepat.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Dementia Key Facts.
Alzheimer’s Association. Diakses pada 2026. What Is Dementia?
PubMed Central. Diakses pada 2026. Recent Advances in Cognitive Health Interventions for Early-Stage Dementia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Mengenal Demensia dan Upaya Pencegahannya.

FAQ

Apakah demensia sama dengan Alzheimer?
Alzheimer dan demensia tidak sama. Demensia adalah istilah umum untuk penurunan fungsi kognitif, sedangkan Alzheimer adalah jenis penyakit spesifik yang menjadi penyebab paling sering dari demensia.

Apakah demensia bisa disembuhkan?
Sebagian besar jenis demensia progresif tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, obat-obatan dan terapi tertentu dapat membantu meredakan gejala serta memperlambat perkembangan kondisi tersebut.

Pada usia berapa demensia mulai muncul?
Demensia paling sering menyerang lansia berusia di atas 65 tahun. Meski demikian, demensia onset dini (early-onset dementia) juga bisa dialami oleh orang yang berusia di bawah 65 tahun.

Bagaimana cara menghadapi anggota keluarga yang mengidap demensia?
Hadapi pengidap demensia dengan sabar, gunakan kalimat sederhana dan jelas saat berbicara, serta ciptakan lingkungan rumah yang aman dan terstruktur untuk mengurangi risiko bingung atau cemas.