
Mengenali Gejala Mpox dan Cara Mencegah Penularan Virusnya
Kenali gejala mpox serta cara efektif mencegah penyebaran virus ini agar tetap sehat setiap hari.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat MPox
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
MPox (sebelum dikenal sebagai monkeypox) adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus monkeypox, bagian dari keluarga virus cacar. Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, terutama lewat cairan tubuh, lesi kulit, atau droplet pernapasan. Gejalanya biasanya dimulai dengan demam, nyeri otot, lelah, dan pembengkakan kelenjar getah bening, diikuti oleh ruam yang berkembang menjadi lesi berisi cairan di kulit. Meski umumnya ringan dan sembuh sendiri dalam 2–4 minggu, MPox bisa serius pada kelompok berisiko seperti anak-anak, ibu hamil, atau orang dengan sistem imun lemah.
Pengobatan MPox biasanya bersifat suportif, seperti istirahat, hidrasi, dan obat pereda gejala. Namun, jika terjadi infeksi sekunder bakteri pada lesi kulit (misalnya karena menggaruk), dokter mungkin meresepkan antibiotik. Selain itu, dalam kasus tertentu, antiviral seperti acyclovir dapat dipertimbangkan. Oleh karena itu, penting untuk tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa rekomendasi medis — penggunaan yang salah justru bisa memperburuk kondisi.
Rekomendasi Obat MPox
1. Cefixime 200 mg 10 Kapsul
Cefixime adalah antibiotik golongan sefalosporin oral yang bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri. Biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi sekunder bakteri pada lesi MPox, seperti impetigo atau selulitis. Dosis umum dewasa: 200 mg sekali sehari. Hindari jika alergi penisilin atau sefalosporin.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cefixime 200 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
2. Azithromycin 500 mg 6 Tablet
Azithromycin adalah antibiotik makrolid yang efektif terhadap berbagai infeksi bakteri, termasuk yang bersifat atipikal. Sering digunakan jika ada kecurigaan infeksi sekunder atau pada pasien dengan alergi penisilin. Dosis umum: 500 mg sekali sehari selama 3–5 hari. Peringatan: hindari pada pasien dengan gangguan hati berat.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Azithromycin 500 mg 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Perhatian: Jangan menggaruk lesi MPox!
- Menggaruk dapat menyebabkan infeksi sekunder bakteri, yang memerlukan antibiotik.
- Lesi yang terinfeksi bisa meninggalkan bekas luka permanen.
- Gunakan kain bersih yang dingin untuk menenangkan gatal, dan tetap cuci tangan sering.
3. Acyclovir 400 mg 10 Tablet
Acyclovir adalah obat antivirus yang biasanya digunakan untuk infeksi virus herpes, namun dalam beberapa kasus MPox, terutama yang berat atau pada pasien imunokompromais, dokter mungkin mempertimbangkan penggunaannya karena struktur virus yang serupa. Dosis umum: 800 mg lima kali sehari selama 7–10 hari. Tidak dianjurkan untuk penggunaan sendiri tanpa resep.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Acyclovir 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
4. Clindamycin 300 mg 10 Kapsul
Clindamycin adalah antibiotik yang efektif melawan bakteri anaerob dan Gram-positif, sering dipilih jika ada tanda infeksi kulit yang dalam atau abses. Dosis dewasa: 300–450 mg setiap 6–8 jam. Peringatan: bisa menyebabkan diare berat (C. difficile), jadi gunakan hanya bila direkomendasikan dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Clindamycin 300 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
5. Metronidazole 500 mg 10 Tablet
Metronidazole digunakan untuk mengatasi infeksi oleh bakteri anaerob dan parasit, yang bisa muncul sebagai komplikasi pada lesi MPox yang terinfeksi. Dosis umum: 500 mg setiap 8 jam. Hindari alkohol selama penggunaan karena bisa menyebabkan reaksi berbahaya.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Metronidazole 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter umum Halodoc jika Anda mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, lesi kulit yang makin meluas atau bernanah, nyeri hebat di area genital/anus, atau kesulitan menelan dan bernapas. Jangan menunda, terutama jika Anda memiliki kondisi imun lemah atau sedang hamil.
Studi Terkait
WHO. Diakses pada 2026. Clinical Features and Management of Human Monkeypox: An Update.
The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. Antiviral Therapy in Monkeypox: A Systematic Review of Acyclovir and Tecovirimat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter umum atau spesialis secara online, kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu keluar rumah. Dokter di Halodoc berlisensi resmi dan siap membantu kamu memahami gejala MPox, menentukan apakah perlu pemeriksaan lanjutan, atau meresepkan obat yang tepat sesuai kondisimu. Konsultasi aman, privat, dan cepat — hanya dalam hitungan menit.
FAQ
1. Apakah MPox bisa menyebar melalui udara?
MPox lebih sering menyebar melalui kontak langsung dengan lesi kulit, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi, bukan lewat udara jarak jauh seperti COVID-19. Namun, droplet pernapasan dalam jarak dekat bisa menularkan.
2. Apakah vaksin MPox tersedia di Indonesia?
Vaksin MPox (JYNNEOS) belum tersedia secara umum di Indonesia, tetapi dapat digunakan untuk kelompok berisiko tinggi atas keputusan Kementerian Kesehatan. Konsultasikan ke dokter jika kamu termasuk kelompok rentan.
3. Berapa lama masa inkubasi MPox?
Masa inkubasi MPox rata-rata 7–14 hari, tapi bisa berkisar 5–21 hari. Selama periode ini, seseorang belum menularkan virus meski sudah terpapar.
4. Bisakah anak-anak terkena MPox?
Ya, anak-anak berisiko terinfeksi, terutama jika tinggal serumah dengan penderita. Gejala pada anak bisa lebih berat, jadi penting untuk segera konsultasi ke dokter jika ada tanda ruam dan demam.




