Ad Placeholder Image

Mengenali Gejala Mpox dan Cara Mencegah Penularan Virusnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 12 Agustus 2026

Kenali gejala mpox serta cara efektif mencegah penyebaran virus ini agar tetap sehat setiap hari.

Mengenali Gejala Mpox dan Cara Mencegah Penularan VirusnyaMengenali Gejala Mpox dan Cara Mencegah Penularan Virusnya

DAFTAR ISI


MPox (sebelum dikenal sebagai monkeypox) adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus monkeypox, bagian dari keluarga virus cacar. Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, terutama lewat cairan tubuh, lesi kulit, atau droplet pernapasan. Gejalanya biasanya dimulai dengan demam, nyeri otot, lelah, dan pembengkakan kelenjar getah bening, diikuti oleh ruam yang berkembang menjadi lesi berisi cairan di kulit. Meski umumnya ringan dan sembuh sendiri dalam 2–4 minggu, MPox bisa serius pada kelompok berisiko seperti anak-anak, ibu hamil, atau orang dengan sistem imun lemah.

Pengobatan MPox biasanya bersifat suportif, seperti istirahat, hidrasi, dan obat pereda gejala. Namun, jika terjadi infeksi sekunder bakteri pada lesi kulit (misalnya karena menggaruk), dokter mungkin meresepkan antibiotik. Selain itu, dalam kasus tertentu, antiviral seperti acyclovir dapat dipertimbangkan. Oleh karena itu, penting untuk tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa rekomendasi medis — penggunaan yang salah justru bisa memperburuk kondisi.

Rekomendasi Obat MPox

1. Cefixime 200 mg 10 Kapsul

Cefixime adalah antibiotik golongan sefalosporin oral yang bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri. Biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi sekunder bakteri pada lesi MPox, seperti impetigo atau selulitis. Dosis umum dewasa: 200 mg sekali sehari. Hindari jika alergi penisilin atau sefalosporin.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cefixime 200 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Azithromycin 500 mg 6 Tablet

Azithromycin adalah antibiotik makrolid yang efektif terhadap berbagai infeksi bakteri, termasuk yang bersifat atipikal. Sering digunakan jika ada kecurigaan infeksi sekunder atau pada pasien dengan alergi penisilin. Dosis umum: 500 mg sekali sehari selama 3–5 hari. Peringatan: hindari pada pasien dengan gangguan hati berat.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Azithromycin 500 mg 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Perhatian: Jangan menggaruk lesi MPox!
  1. Menggaruk dapat menyebabkan infeksi sekunder bakteri, yang memerlukan antibiotik.
  2. Lesi yang terinfeksi bisa meninggalkan bekas luka permanen.
  3. Gunakan kain bersih yang dingin untuk menenangkan gatal, dan tetap cuci tangan sering.

3. Acyclovir 400 mg 10 Tablet

Acyclovir adalah obat antivirus yang biasanya digunakan untuk infeksi virus herpes, namun dalam beberapa kasus MPox, terutama yang berat atau pada pasien imunokompromais, dokter mungkin mempertimbangkan penggunaannya karena struktur virus yang serupa. Dosis umum: 800 mg lima kali sehari selama 7–10 hari. Tidak dianjurkan untuk penggunaan sendiri tanpa resep.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Acyclovir 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Clindamycin 300 mg 10 Kapsul

Clindamycin adalah antibiotik yang efektif melawan bakteri anaerob dan Gram-positif, sering dipilih jika ada tanda infeksi kulit yang dalam atau abses. Dosis dewasa: 300–450 mg setiap 6–8 jam. Peringatan: bisa menyebabkan diare berat (C. difficile), jadi gunakan hanya bila direkomendasikan dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Clindamycin 300 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

5. Metronidazole 500 mg 10 Tablet

Metronidazole digunakan untuk mengatasi infeksi oleh bakteri anaerob dan parasit, yang bisa muncul sebagai komplikasi pada lesi MPox yang terinfeksi. Dosis umum: 500 mg setiap 8 jam. Hindari alkohol selama penggunaan karena bisa menyebabkan reaksi berbahaya.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Metronidazole 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter umum Halodoc jika Anda mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, lesi kulit yang makin meluas atau bernanah, nyeri hebat di area genital/anus, atau kesulitan menelan dan bernapas. Jangan menunda, terutama jika Anda memiliki kondisi imun lemah atau sedang hamil.

Studi Terkait

WHO. Diakses pada 2026. Clinical Features and Management of Human Monkeypox: An Update.

The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. Antiviral Therapy in Monkeypox: A Systematic Review of Acyclovir and Tecovirimat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter umum atau spesialis secara online, kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu keluar rumah. Dokter di Halodoc berlisensi resmi dan siap membantu kamu memahami gejala MPox, menentukan apakah perlu pemeriksaan lanjutan, atau meresepkan obat yang tepat sesuai kondisimu. Konsultasi aman, privat, dan cepat — hanya dalam hitungan menit.

    FAQ

    1. Apakah MPox bisa menyebar melalui udara?
    MPox lebih sering menyebar melalui kontak langsung dengan lesi kulit, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi, bukan lewat udara jarak jauh seperti COVID-19. Namun, droplet pernapasan dalam jarak dekat bisa menularkan.

    2. Apakah vaksin MPox tersedia di Indonesia?
    Vaksin MPox (JYNNEOS) belum tersedia secara umum di Indonesia, tetapi dapat digunakan untuk kelompok berisiko tinggi atas keputusan Kementerian Kesehatan. Konsultasikan ke dokter jika kamu termasuk kelompok rentan.

    3. Berapa lama masa inkubasi MPox?
    Masa inkubasi MPox rata-rata 7–14 hari, tapi bisa berkisar 5–21 hari. Selama periode ini, seseorang belum menularkan virus meski sudah terpapar.

    4. Bisakah anak-anak terkena MPox?
    Ya, anak-anak berisiko terinfeksi, terutama jika tinggal serumah dengan penderita. Gejala pada anak bisa lebih berat, jadi penting untuk segera konsultasi ke dokter jika ada tanda ruam dan demam.

    Referensi

    WHO. Diakses pada 2026. Clinical Features and Management of Human Monkeypox: An Update.
    The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. Antiviral Therapy in Monkeypox: A Systematic Review of Acyclovir and Tecovirimat.
    Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Manajemen Klinis MPox di Indonesia.
    BPOM. Diakses pada 2026. Daftar Obat Antivirus dan Antibiotik yang Direkomendasikan untuk Infeksi Sekunder.