• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menjadi Pereda Nyeri, Ini Pegunaan dan Efek Samping Codeine
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menjadi Pereda Nyeri, Ini Pegunaan dan Efek Samping Codeine

Menjadi Pereda Nyeri, Ini Pegunaan dan Efek Samping Codeine

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Agustus 2022

“Codeine harus digunakan sesuai dosis dan aturan pakai dari dokter. Sebab, ada risiko efek samping serius yang bisa terjadi.”

Menjadi Pereda Nyeri, Ini Pegunaan dan Efek Samping CodeineMenjadi Pereda Nyeri, Ini Pegunaan dan Efek Samping Codeine

Halodoc, Jakarta – Codeine adalah obat yang biasa diresepkan dokter untuk meredakan nyeri, mulai dari yang ringan hingga sedang. Obat ini termasuk dalam obat golongan opioid. Selain untuk nyeri, Codeine juga bisa digunakan untuk meredakan batuk.

Obat pereda nyeri ini dapat ditemukan dalam bentuk sediaan tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain. Lantas, seperti apa penggunaan dan efek samping dari obat ini? Yuk simak lebih lanjut!

Dosis dan Cara Penggunaan Codeine

Codeine tersedia dalam bentuk oral dan suntikan intramuskular. Dosis obat dapat berbeda-beda tergantung usia dan kondisi yang diatasi. Berikut ini dosis Codein oral berdasarkan kondisi yang diatasi:

  1. Untuk Nyeri Ringan hingga Sedang
  • Dewasa: Dosis awal 15-60 mg setiap 4 jam, sesuai kebutuhan. Dosis maksimal 360 mg per hari.
  • Anak-anak: 0,5-1 mg/kgBB setiap 6 jam sesuai kebutuhan. Dosis maksimal 240 mg per hari (60 mg/dosis).
  • Lansia: Penyesuaian dosis oleh dokter mungkin diperlukan.
  1. Untuk Penekan Batuk
  • Dewasa: 15-30 mg 3-4 kali sehari.
  • Lansia: Penyesuaian dosis oleh dokter mungkin diperlukan.
  1. Untuk Diare Akut
  • Dewasa: 30 mg 3-4 kali sehari.
  • Lansia: Penyesuaian dosis mungkin diperlukan.

Sementara itu, Codeine bentuk sediaan suntikan intramuskular hanya bisa diberikan oleh dokter atau petugas medis. Dosisnya adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 30-60 mg setiap 4 jam sesuai kebutuhan.
  • Anak-anak: 0,5-1 mg/kg setiap 6 jam sesuai kebutuhan. Dosis maksimal 240 mg per hari.

Pastikan untuk menggunakan Codeine sesuai dosis yang telah ditentukan oleh dokter. Obat ini dapat memperlambat atau menghentikan pernapasan. Jangan pernah menggunakan obat ini dalam jumlah yang lebih besar, atau lebih lama dari yang ditentukan. 

Beri tahu dokter jika obat ini tidak lagi memberikan perubahan dalam menghilangkan rasa sakit. Obat ini juga mungkin menyebabkan ketergantungan, bahkan pada dosis biasa. Jadi, jangan pernah berbagi obat ini dengan orang lain, terutama orang dengan riwayat penyalahgunaan atau kecanduan narkoba. 

Minumlah 6 sampai 8 gelas penuh air setiap hari untuk membantu mencegah sembelit saat minum obat ini. Jangan berhenti menggunakan kodein secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang, karena dikhawatirkan ada gejala penarikan. 

Efek Samping Codeine

Setiap obat memiliki risiko efek samping, tak terkecuali Codeine. Beberapa efek samping umum yang dapat terjadi adalah:

  • Merasa pusing atau mengantuk.
  • Sembelit.
  • Masalah pencernaan, seperti mual, muntah, atau sakit perut.

Segera dapatkan bantuan medis darurat jika mengalami tanda-tanda reaksi alergi seperti: 

  • Gatal-gatal.
  • Sulit bernapas.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Karena obat golongan opioid seperti Codeine dapat memperlambat atau menghentikan pernapasan, orang yang merawat harus waspadai. Segera cari bantuan medis darurat jika pernapasan menjadi lambat dengan jeda yang lama, bibir berwarna biru, atau jika sulit untuk bangun.

Selain itu, segera hubungi dokter juga jika mengalami efek samping serius seperti berikut ini:

  • Napas bunyu, dangkal, atau berhenti saat tidur.
  • Detak jantung lambat atau nadi lemah.
  • Pusing dan perasaan akan pingsan.
  • Kebingungan atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa.
  • Perasaan bahagia atau sedih yang ekstrem.
  • Kejang (konvulsi).
  • Masalah dengan buang air kecil.
  • Kehilangan nafsu makan. 
  • Kelelahan atau kelemahan yang memburuk.

Efek samping yang serius mungkin lebih mungkin terjadi pada lansia dan mereka yang kelebihan berat badan, kurang gizi, atau lemah. Penggunaan jangka panjang obat ini dapat memengaruhi kesuburan pada pria atau wanita. Jadi, penting untuk tidak menggunakan obat ini jangka panjang.

Itulah pembahasan mengenai cara penggunaan dan efek samping Codeine. Meski ada risiko efek samping, penggunaan obat ini sesuai dosis dan instruksi dokter umumnya aman. 

Jika kamu memiliki keluhan kesehatan lebih lanjut, segera download Halodoc untuk membuat janji rumah sakit dengan dokter, ya.

Referensi:
MIMS. Diakses pada 2022. Codeine.
Drugs. Diakses pada 2022. Codeine.
WebMD. Diakses pada 2022. Codeine Sulfate – Uses, Side Effects, and More.
Everyday Health. Diakses pada 2022. Codeine.