• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menstruasi Retrograde Dapat Sebabkan Endometriosis

Menstruasi Retrograde Dapat Sebabkan Endometriosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar tentang menstruasi retrograde? Kondisi ini terjadi ketika darah bukannya mengalir keluar dari vagina selama menstruasi, melainkan malah mundur ke panggul. Menstruasi retrograde sering terjadi pada kebanyakan wanita yang mengalami menstruasi. Meski demikian, beberapa ahli percaya bahwa wanita yang mengalami menstruasi retrograde berisiko tinggi mengalami endometriosis.

Endometriosis adalah kelainan di mana jaringan yang mirip dengan jaringan yang melapisi bagian dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini paling sering tumbuh di ovarium, saluran tuba, dan jaringan yang melapisi panggul. Meskipun jarang terjadi, jaringan endometrium juga dapat tumbuh di luar organ panggul.


Alasan Menstruasi Retrograde Menyebabkan Endometriosis

Penyebab endometriosis masih belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun, menstruasi retrograde adalah kondisi yang diyakini dapat menyebabkan endometriosis. Hal ini ketika darah menstruasi yang mengandung sel endometrium mengalir kembali melalui tuba falopi dan masuk ke rongga panggul dan bukannya keluar dari tubuh.

Kemudian, sel-sel endometrium tersebut menempel pada dinding panggul dan permukaan organ panggul, di mana mereka bisa tumbuh dan menebal serta berdarah selama setiap kali siklus menstruasi terjadi. 

Studi dalam jurnal Ginekologia Polska mengungkapkan, dari sekitar 90 persen wanita yang mengalami menstruasi retrograde hanya 6-10 persen dari mereka mengidap endometriosis.

Oleh karena itu, menstruasi retrograde dapat menjadi faktor risiko, tapi tidak menjadi faktor penyebab pasti dari endometriosis. 

Baca juga: Benarkah Endometriosis Pengaruhi Kesuburan?


Apa Penyebab Menstruasi Retrograde?

Sebagian besar penelitian tentang menstruasi retrograde memfokuskan pada perannya dalam konteks terjadinya endometriosis. Sementara, penelitian tentang penyebab menstruasi retrograde masih sangat sedikit.

Namun, ada sebuah penelitian dasar yang menunjukkan bahwa menstruasi retrograde umum pada wanita yang mengalami menstruasi. Oleh karena itu, kondisi tersebut mungkin dianggap sebagai aspek fungsi menstruasi yang normal.

Menstruasi retrograde baru menjadi masalah yang butuh penanganan medis bila menyebabkan gejala atau kondisi lainnya, seperti endometriosis.


Cara Mencegah Endometriosis

Cara paling efektif untuk mencegah endometriosis dengan mengobati kondisi yang dapat memicu terjadinya penyakit tersebut. Menstruasi retrograde dipercaya dapat menyebabkan endometriosis, para wanita dianjurkan untuk mewaspadai masalah menstruasi tersebut dengan mengenali gejalanya. Sayangnya, menstruasi retrograde sering kali tidak menimbulkan gejala.

Gejala utama yang biasanya muncul saat mengalami menstruasi retrograde adalah nyeri saat menstruasi (dismenore). Namun, hal itu bukan gejala yang spesifik, karena nyeri haid juga bisa dikaitkan dengan banyak kondisi lainnya yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi.

Ada baiknya kamu memeriksakan diri ke dokter bila kamu mengalami nyeri menstruasi yang parah atau gejala menstruasi lainnya yang tidak normal, agar masalah reproduksi dapat segera diketahui dan diobati.

Baca juga: Nyeri Haid Tak Tertahankan, Tanda Endometriosis?

Bila kamu mengalami menstruasi retrograde, ada baiknya kamu menanyakan pada dokter mengenai langkah-langkah untuk mencegah endometriosis. Pada dasarnya, menstruasi retrograde tidak diobati bila tidak menyebabkan masalah lain. Namun, dokter mungkin dapat meresepkan obat hormon atau IUD hormonal untuk mengurangi atau menghilangkan aliran menstruasi.

Obat hormon juga memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium dan mencegah impan baru jaringan endometrium. Selain itu, histerektomi juga dapat mengatasi menstruasi retrograde, tapi prosedur ini hanya akan digunakan bila terdapat alasan lain untuk mengangkat rahim.

Baca juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

Itulah penjelasan mengenai menstruasi retrograde yang dapat menyebabkan endometriosis. Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kamu juga bisa langsung membuat janji di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc, lho. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. An Overview of Retrograde Menstruation.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Endometriosis
Ginekologia Polska. Diakses pada 2020. Increased risk of endometriosis in patients with endometritis — a nationwide cohort study involving 84,150 individuals