• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Endometriosis

Endometriosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita. Kondisi ini menyebabkan jaringan dari lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim. Endometriosis terjadi saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Jika seorang wanita mengidap endometriosis, jaringan tersebut juga mengalami proses penebalan dan luruh, yang sama dengan siklus menstruasi. Namun, darah tersebut akhirnya mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim sehingga dapat mengiritasi jaringan di sekitarnya.

Faktor Risiko Endometriosis

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan seseorang bisa mengidap endometriosis, yaitu:

  • Ada anggota keluarga yang mengidap endometriosis.
  • Tidak pernah melahirkan.
  • Memiliki kondisi medis yang menyebabkan darah menstruasi terhambat untuk keluar dari tubuh.
  • Memiliki gangguan pada sistem imun.
  • Adanya kelainan pada rahim.
  • Mengalami menstruasi pertama sebelum berusia 12 tahun.
  • Vagina, leher rahim, atau rahim memiliki bentuk abnormal yang membuat menstruasi bisa terhambat.
  • Gaya hidup yang kurang sehat, seperti mengonsumsi alkohol dan pola makan yang kurang sehat.
  • Kurang memenuhi asupan asam lemak omega-3.

 Penyebab Endometriosis

Penyebab endometriosis tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi yang dinilai menjadi pemicu penyakit ini, seperti:

  • Retrograde Menstruation

Kondisi ini menyebabkan darah menstruasi tidak mengalir keluar tetapi mengalir kembali melalui saluran tuba dan masuk ke rongga panggul. Sel-sel endometrium akan menempel pada dinding panggul dan terus menebal.

  • Transformasi Sel Embrio

Hormon seperti estrogen dapat mengubah sel embrionik menjadi implan sel seperti endometrium.

  • Tindak Bedah

Setelah bedah, seperti histerektomi atau operasi caesar, sel-sel endometrium dapat menempel pada sayatan bedah. 

  • Gangguan Sistem Imun Tubuh

Masalah dengan sistem kekebalan tubuh membuat tubuh tidak mengenali dan menghancurkan jaringan mirip endomterium yang tumbuh di luar rahim. 

Gejala Endometriosis

Gejala endometriosis antara lain:

Rasa sakit yang luar biasa pada sekitar pinggul dan perut bagian bawah. Gejala akan terasa paling parah sebelum dan selama siklus menstruasi. Namun, ada juga yang merasakan sakit sepanjang waktu. Rasa sakit juga bisa muncul saat berhubungan seks atau setelahnya, serta rasa sakit waktu buang air kecil dan besar.

  • Muncul darah pada feses atau urine.
  • Perut terasa kembung.
  • Volume darah yang berlebihan saat menstruasi.
  • Mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi. 
  • Konstipasi.
  • Diare.
  • Kelelahan.
  • Mual selama periode menstruasi.

Rasa sakit saat buang air besar dan kecil juga dirasakan sebagian pengidap endometriosis saat buang air besar dan kecil, maupun saat berhubungan intim. Selain itu, pendarahan di urine atau tinja dan perdarahan menstruasi yang berlebihan juga bisa terjadi pada pengidap endometriosis.

Pengaruh endometriosis berbeda-beda pada setiap wanita, bahkan pada beberapa kasus ada yang tidak merasakan gejala sama sekali. Hal yang perlu diperhatikan adalah rasa sakit luar biasa saat datang bulan. Jika muncul rasa sakit yang tidak biasa, sebaiknya langsung menghubungi dokter.

Diagnosis Endometriosis

Selain mengetahui riwayat kesehatan yang dialami oleh pengidap, ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis endometriosis. 

  • Pemeriksaan Panggul. Pemeriksaan ini akan dilakukan secara manual oleh dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kelainan pada organ reproduksi. 
  • Ultrasound. Tes ini dilakukan dengan memasukkan alat melalui vagina yang bekerja menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambaran kondisi dalam tubuh. Tes ini dapat dilakukan untuk memastikan adanya gangguan kesehatan yang terkait dengan endometriosis.
  • MRI. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk membuat gambaran detail organ dan jaringan dalam tubuh.
  • Laparoskopi. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai lokasi, luas, dan ukuran implan endometriosis. 

Komplikasi Endometriosis

Sebaiknya segera atasi endometriosis yang kamu alami secara tepat. Pasalnya, endometriosis yang tidak diatasi dengan baik dapat meningkatkan risiko komplikasi pada pengidapnya, seperti:

  • Gangguan Kesuburan

Komplikasi utama dari penyakit ini adalah gangguan kesuburan. Sepertiga hingga setengah wanita yang mengalami penyakit ini kesulitan mendapatkan kehamilan. Endometriosis dapat menghalangi tuba falopi sehingga mencegah sel telur dan sperma bertemu. 

  • Kanker

Pengidap endometriosis lebih tinggi berisiko mengalami kanker ovarium dibandingkan mereka yang tidak mengalami penyakit ini. 

Untuk itu, melakukan pengobatan dan menjalankan perawatan adalah hal penting yang perlu dilakukan untuk menurunkan risiko komplikasi.

Pengobatan Endometriosis

Pengobatan yang paling umum dilakukan untuk mengatasi endometriosis adalah menggunakan obat-obatan. Obat anti inflamasi non-steroid, seperti ibuprofen, dapat membantu mengatasi rasa nyeri terkait endometriosis. Selain itu, obat-obatan yang membantu mengontrol hormon wanita juga bisa meredakan nyeri yang terjadi akibat penyakit ini. 

Tindakan bedah bisa dilakukan untuk mengatasi endometriosis melalui pengangkatan atau fulgurasi lesi endometriosis. Pengobatan dengan cara ini dinilai efektif untuk membantu wanita yang menginginkan kehamilan.

Pencegahan Endometriosis

Lakukan pencegahan dengan pemeriksaan pada organ kewanitaan. Terutama jika dirasa datang bulan mengalami masalah. Selain itu, tidak ada cara tepat untuk mencegah penyakit ini. Namun, kamu bisa melakukan beberapa hal untuk menurunkan risiko penyakit endometriosis, seperti olahraga, menghindari pengonsumsi alkohol berlebihan, mengontrol berat badan, dan membatasi asupan kafein.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika kamu mengalami gejala-gejala seperti:

  • Merasakan sakit saat menstruasi.
  • Rasa sakit mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Merasakan sakit saat berhubungan seks.
  • Merasakan sakit saat buang air kecil.
  • Terdapat darah pada urine atau kesulitan mengendalikan aliran urine.
  • Tidak kunjung hamil setelah mencoba selama 12 bulan.

Jangan ragu untuk bertanya pada dokter secara langsung melalui Halodoc apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:

Current Obstetrics and Gynecology Reports. Diakses pada 2022. Endometriosis: Epidemiology, Diagnosis and Clinical Management.

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Endometriosis.

UCLA Health. Diakses pada 2022. Endometriosis.

Web MD. Diakses pada 2022. Can I Prevent Endometriosis?

Diperbarui pada 5 April 2022.