• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Daun Binahong Dapat Sembuhkan Chikungunya

Mitos atau Fakta Daun Binahong Dapat Sembuhkan Chikungunya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Selama ini kamu mungkin lebih banyak tahu tentang penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Padahal bukan DBD saja, ada penyakit lain yang juga bisa ditularkan melalui nyamuk, salah satunya chikungunya. Seseorang yang telah digigit nyamuk pembawa virus chikungunya kemungkinan akan mengalami gejala demam dan nyeri sendi. 

Meski jarang berakibat fatal, gejala chikungunya bisa berkembang parah, tahan lama dan melemahkan pengidapnya. Sama dengan DBD, chikungunya termasuk penyakit yang umum terjadi di daerah tropis seperti Indonesia. Katanya, kondisi ini bisa diobati dengan cara tradisional, yakni menggunakan daun binahong. Benarkah demikian?

Baca juga: Waspadai Perbedaan Demam Chikungunya dan DBD

Benarkah Daun Binahong Ampuh Sembuhkan Chikungunya?

Sejauh ini, belum ada penelitian yang menunjukan bahwa chikungunya bisa diobati menggunakan daun binahong. Jurnal yang berjudul Antibacterial effect of binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leaf infusion against black pigmented bacteria, binahong adalah tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia dan dikenal untuk mengobati penyakit seperti diabetes mellitus dan muntah darah. 

Jurnal tersebut juga menyebutkan, daun binahong mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti saponin, flavonoid, dan fenol yang cukup tinggi dan memiliki efek antibakteri serta  antioksidan. Semua senyawa ini dapat ditemukan di semua bagian tanaman, tetapi paling tinggi kandungannya ada di bagian daun binahong. 

Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, sedangkan daun binahong lebih punya khasiat untuk melawan bakteri karena kandungan antibakterinya. Jadi, khasiat daun binahong untuk sembuhkan chikungunya sepertinya hanya mitos belaka karena belum ada temuan penelitian yang mendukungnya.

Perawatan yang Biasa Digunakan untuk Atasi Chikungunya

Pengidap chikungunya umumnya akan pulih dari demam dalam waktu seminggu, tetapi nyeri sendi mungkin dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Melansir dari Medical News Today, tidak ada obat khusus untuk mengobati chikungunya. Dokter biasanya hanya menyarankan pengidap untuk banyak beristirahat dan minum banyak cairan.

Baca juga: Gejalanya Mirip Demam Berdarah, Begini Cara Memastikan Chikungunya

Selain perawatan sederhana, ada sejumlah obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk membantu meredakan demam dan nyeri sendi, seperti naproxen, ibuprofen dan parasetamol. Obat-obatan ini mudah ditemukan karena banyak dijual bebas. Pada kasus pengidap yang sakit lebih tahan lama, fisioterapi mungkin dibutuhkan.

Tips Mencegah Penyakit Chikungunya

Penyakit chinkungunya disebabkan oleh gigitan nyamuk, maka pencegahan utamanya adalah menghambat perkembangbiakan populasi nyamuk. Salah satu metode pencegahan yang paling efektif dan sederhana contohnya menggunakan obat nyamuk. Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah chikungunya meliputi:

  • Menggunakan obat nyamuk, baik dalam bentuk semprot untuk di ruangan atau lotion untuk dioleskan ke kulit
  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh.
  • Tinggal di dalam rumah terutama saat pagi dan sore hari.
  • Menghindari bepergian ke daerah yang sedang marak wabah chikungunya.
  • Menggunakan produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus 
  • Menggunakan AC untuk mencegah nyamuk masuk kamar.

Baca juga: Vaksin Belum Ditemukan, Bagaimana Cara Mencegah Chikungunya?

Kalau kamu mengalami demam yang disertai nyeri sendi dan khawatir mengidap chikungunya, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi:
Iop Science. Diakses pada 2020. Antibacterial effect of binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leaf infusion against black pigmented bacteria.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Chikungunya: What you need to know.