04 February 2018

Ini Perbedaan Demam Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang Perlu Diwaspadai

Ini Perbedaan Demam Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Meskipun gejala dan penyebabnya sekilas sama, ternyata terdapat perbedaan antara Demam Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Gejala kedua penyakit ini antara lain demam tinggi, sakit kepala, sakit mata, nyeri sendi, dan lesu. Nyamuk aedes pun merupakan sumber penyebaran dari chikungunya dan demam berdarah.

Menurut hasil penelitian University of Texas Medical Branch mengungkapkan bahwa nyamuk ini merupakan jenis nyamuk perkotaan di daerah tropis yang pada awalnya hanya menyebarkan demam di Amerika pada 1953, namun lambat laun menyebar ke Brazil dan negara tropis lainnya, termasuk di Indonesia.

Nah, jika perbedaan demam Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD)tidak diketahui, maka penanganan terhadap pengidapnya pun dapat salah, sehingga dapat mengancam jiwa mereka. Berikut beberapa perbedaan dari kedua penyakit ini:

Jenis Nyamuk

Karena disebarkan oleh nyamuk, maka penting untuk mengetahui spesifikasi nyamuk dari masing-masing penyakit ini. Chikungunya disebabkan oleh virus dengan genus Alphavirus dan famili Togaviridae. Dan Aedes aegypti pun merupakan penyebar utama. Namun baru-baru ini ditemukan bahwa nyamuk Aedes albopictus juga menyebarkan chikungunya.

Demam berdarah di sebabkan oleh virus dari nyamuk dengan genus Flavivirus dengan famili Flaviviridae. Tidak seperti chikungunya, demam berdarah hanya disebarkan oleh Aedes aegypti.

Gejala

Diawal, sangat sulit menentukan gejala antara Demam chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD) ini, namun setelah wabah besar yang melanda di tahun 1780-an, perbedaan antara kedua penyakit ini pun dirumuskan. Gejala Demam Chikungunya yang sering muncul antara lain, kulit iritasi dan timbul bercak merah serta bersisik, nyeri di punggung bagian bawah dan sendi, muntah dan mual, sakit kepala, mengigil serta demam. Sementara gejala Demam Berdarah Dengue adalah tiba-tiba mendadak demam tinggi, sakit kepala parah dengan nyeri di sekitar dahi dan mata, selain itu nyeri juga terjadi pada sendi.

Durasi

Masa inkubasi virus chikungunya adalah satu hingga dua belas hari. Sedangkan gejala dan penyakitnya bisa berlangsung sekitar satu hingga dua minggu. Dan untuk demam berdarah dengue, masa inkubasinya dari tiga sampai tujuh hari dan penyakitnya bisa berlangsung dari empat hingga tujuh minggu, tergantung pada sistem kekebalan tubuhnya.

Nah, untuk sistem kekebalan tubuh ini tergantung dari pola hidup seseorang. Oleh karena itu, penting untuk selalu mendapatkan asupan makanan berigizi dan seimbang serta olahraga.

Komplikasi

Ada sekitar 10 persen pengidap  demam chikungunya yang mengalami nyeri sendi yang parah dan kemungkinan besar lainnya adalah masalah pada  neurologi atau sistem saraf. Sedangkan pada demam berdarah dengue, gejala syok, kesulitan bernafas, dan pendarahan merupakan beberapa komplikasi yang kadang terjadi. Komplikasi lainnya yang terjadi adalah hilangnya nyawa seseorang. 

 

Masalah Kulit

Perbedaan demam chikungunya dengan demam berdarah dengue lainnya adalah letak ruam. Ruam merupakan penyakit dimana kondisi kulit mengalami iritas, bengkak, berwarna merah, gatal, berisisik, mengeras, dan kadang melepuh. Untuk demam chikungunya, ruam sering terjadi pada bagian wajah, telapak tangan dan kaki. Dan pada demam berdarah dengue, munculnya ruam ini hanya terbatas pada wajah dan tungkai kaki.

Nah, untuk langkah pencegahan kedua penyakit ini tidak ada perbedaan karena disebarkan oleh nyamuk. Langkah mudah mencegah nyamuk agar tidak berkembang biak adalah menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas. Untuk sehari-hari, kamu sebaiknya mengenakan pakaian berlapis, obat nyamuk, dan kelambu ketika tidur.

Namun, apabila terjadi gejala yang telah dijelaskan, maka segeralah mendiskusikannya ke dokter di Halodoc yang telah terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan memanfaatkan  Video Call, Voice Call, dan Chat.. Dan setelah itu, kamu pun bisa memesan obatmu melalui aplikasi yang sama yang akan tiba kurang dari sejam di tempat kamu.

Selain itu, kamu bisa membeli obat/vitamin tanpa perlu keluar rumah dengan menggunakan menu  Pharmacy Delivery yang diberikan Halodoc ini akan memudahkan kamu kalau saja tiba-tiba terjadi sesuatu. Kamu juga bisa mencoba fitur terbaru lainnya seperti Lab service yang bisa memudahkan kamu untuk langsung cek darah dan menentukan jadwal, lokasi dan petugas Lab yang bisa langsung datang ke lokasi yang dituju, jadi tunggu apalagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play sekarang juga!

Baca juga: Catat, 6 Makanan untuk Menyembuhkan Demam Berdarah