• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai Perbedaan Demam Chikungunya dan DBD

Waspadai Perbedaan Demam Chikungunya dan DBD

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Lingkungan yang kurang bersih dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Selain itu, kotornya suatu lingkungan dapat menimbulkan hewan-hewan yang tidak diharapkan, seperti nyamuk. Banyak jenis nyamuk yang dapat menimbulkan seseorang terserang penyakit yang terbilang berbahaya, contohnya demam chikungunya dan demam berdarah dengue (DBD).

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini memang kerap terjadi di daerah tropis, seperti halnya di Indonesia. Demam chikungunya dan demam berdarah dengue memang mempunyai banyak kemiripan pada tahap awal, sehingga banyak yang salah diagnosis untuk pengobatannya. Berikut pembahasan mengenai perbedaan demam chikungunya dan DBD!

Baca juga: Sama-Sama karena Nyamuk, Chikungunya Vs DBD Lebih Bahaya Mana?

Perbedaan Mendasar Antara Demam Chikungunya dan DBD

Demam berdarah dengue (DBD) dan demam chikungunya adalah dua penyakit yang dapat disebabkan oleh gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti. Walau begitu, banyak orang yang lebih familiar dengan DBD, sehingga dengan cepat mengatakan apabila gangguan yang menyerang adalah DBD. Memang, lingkungan yang kotor membuat nyamuk lebih mudah berkembang biak.

Faktanya kedua penyakit ini terbilang dalam gangguan yang berbeda. Hal yang membuat seseorang sulit menentukannya adalah gejala awal yang mirip satu sama lain. Untuk menghindari penanganan yang salah, kamu harus mengetahui beberapa perbedaan yang dapat terlihat ketika seseorang mengidap demam chikungunya atau demam berdarah dengue. Berikut beberapa hal yang membedakannya:

Perbedaan dari Segi Penyebab

Demam berdarah dengue (DBD) dan demam chikungunya adalah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk jenis tertentu. Dua penyakit berbahaya ini dapat disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Walau begitu, demam chikungunya dapat terjadi juga karena gigitan Aedes albopictus. Hal ini memang sering terjadi di daerah tropis, seperti Afrika, Amerika Selatan, dan Asia, seperti halnya Indonesia.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait demam berdarah dengue dan demam chikungunya, dokter dari Halodoc selalu siap untuk menjawabnya. Caranya mudah sekali, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Perbedaan dari Segi Gejala

Gejala yang timbul antara demam chikungunya dan demam berdarah dengue memang agak sulit dibedakan di awal. Dahulu bahkan dunia medis percaya bahwa itu adalah penyakit yang sama. Maka dari itu, penting untuk mengetahui perbedaan gejala yang timbul ketika seseorang mengidap salah satu gangguan ini. Berikut beberapa perbedaannya:

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit ini dapat menyebabkan demam akut yang dapat bervariasi dalam tingkat keparahannya selama 5-7 hari. Dengan mengenali gejalanya, penyakit ini dapat ditangani untuk mencegah terjadinya kematian. Berikut fase-fasenya:

  • Fase Demam: Hal ini dapat berlangsung sejak 2-7 hari setelah digigit dan menimbulkan dua periode. Pada periode awal, seseorang dapat mengidap sakit kepala, nyeri sendi dan otot, ruam, perdarahan ringan, hingga neutropenia.
  • Fase Kritis: Terjadinya penurunan pada suhu tubuh yang terjadi selama 24-48 jam. Umumnya hal ini dapat membaik, tetapi beberapa orang membutuhkan rawat inap untuk pengobatan.

2. Demam Chikungunya

Gangguan ini diawali sebagai penyakit demam akut. Beberapa gejala yang dapat timbul adalah mengalami poliartralgia atau rasa sakit yang parah. Beberapa gejala yang dapat timbul seperti sakit kepala, nyeri otot, sendi membengkak, dan ruam.

Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya

Perbedaan dari Segi Durasi

Demam chikungunya dan demam berdarah dengue juga dapat dibedakan dari segi lamanya menyerang. Pada demam chikungunya, masa inkubasi virusnya sekitar satu hingga dua belas hari. Sedangkan gejala dan penyakitnya bisa berlangsung sekitar satu hingga dua minggu. 

Jika seseorang mengidap demam berdarah dengue (DBD), masa inkubasinya dari tiga sampai tujuh hari. Sedangkan penyakitnya bisa berlangsung dari empat hingga tujuh minggu, tergantung pada sistem kekebalan tubuhnya. Maka dari itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan berolahraga teratur.

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Itulah beberapa perbedaan yang terlihat antara demam chikungunya dengan demam berdarah dengue. Sangat disarankan untuk mengetahui perbedaannya agar kamu tidak salah melakukan penanganan, terutama ketika penyakit tersebut sedang dalam fase kritis.

 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Is it Chikungunya or Dengue?
Medlife. Diakses pada 2020. 7 Difference Between Chikungunya and Dengue – Causes, Symptoms and Prevention