• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos tentang Perencanaan Kehamilan yang Sering Salah Kaprah

Mitos tentang Perencanaan Kehamilan yang Sering Salah Kaprah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Mitos tentang Perencanaan Kehamilan yang Sering Salah Kaprah

Halodoc, Jakarta - Bagi beberapa pasangan yang baru saja menikah, memiliki momongan mungkin menjadi dambaan mereka. Sayangnya, tidak semua wanita bisa hamil dengan mudah. Apalagi banyak sekali misinformasi yang beredar mengenai perencanaan kehamilan, sehingga membuat kehamilan malah semakin sulit terjadi. 

Kamu mungkin pernah mendengar mitos bahwa celana dalam pria yang terlalu ketat bisa mengganggu jumlah sperma pria. Atau mungkin mitos mengenai film seksi yang ditonton sebelum berhubungan seks bisa mempermudah kehamilan. Jika kamu dan pasangan sedang menjalankan program hamil, sangat besar kemungkinan ibu, sahabat, atau berita di internet membagikan beberapa teori kesuburan yang dimaksudkan untuk membantu.

Namun, sebelum kamu dan pasangan menganggapnya hanya sebagai mitos kesuburan yang tidak benar, sebaiknya kumpulkan semua infonya terlebih dahulu. Jika kamu merasa informasi tersebut tidak masuk akal dan kamu ragu akan kebenarannya, tanyakan saja pada dokter. 

Baca juga: Ingin Program Hamil Sukses? Ajak Pasangan Melakukan Ini 

Mitos Tentang Hal-Hal Seputar Program Hamil

Berikut ini adalah beberapa mitos terkait program hamil yang banyak beredar di masyarakat: 

Mitos: Jika Tidak Hamil Setelah Beberapa Bulan Mencoba, Ini Tanda Ada Masalah

Saat sedang belajar mata pelajaran biologi sewaktu sekolah, kamu mungkin membayangkan bahwa kehamilan sangat mudah terjadi. Sekali kamu berada di tempat tidur dengan pasangan, maka akan terjadi kehamilan. Namun, ketika kamu sudah menikah, mungkin kamu akan agak terkejut bahwa bagi beberapa pasangan, kehamilan bukanlah hal yang dapat dengan mudah terjadi. 

Faktanya, hanya ada sedikit pasangan yang hamil pada bulan pertama mereka mencoba. Sangat normal membutuhkan waktu hingga enam bulan untuk hamil. Bahkan beberapa pasangan membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk hamil, dan itu juga dalam keadaan normal.

Namun, jika kamu tidak kunjung hamil setelah setahun, maka peri segera kunjungi dokter kandungan. Namun, jika kamu berusia 35 tahun atau lebih, temui dokter setelah enam bulan. 

Mitos: Ovulasi Terjadi pada Hari ke-14 dari Siklus Menstruasi

Ovulasi mungkin terjadi pada hari ke 14 dari siklus. Namun, mungkin juga tidak. Ovulasi bisa terjadi pada waktu yang sangat awal seperti hari ke-6 atau ke-7 atau hingga hari ke-19 atau ke-20. Ini juga bukanlah hal yang tidak biasa atau abnormal.

Ketika belajar tentang reproduksi wanita, kebanyakan orang diajari bahwa siklus wanita rata-rata 28 hari dan ovulasi terjadi di titik tengah, yakni tepat pada hari ke-14. Frasa kuncinya di sini adalah rata-rata. Wanita sehat dengan kesuburan yang baik dapat memiliki siklus paling pendek 21 hari atau selama 35 hari, dan semuanya dianggap baik-baik saja. Hari masa subur bisa bergeser lebih awal atau lebih lambat, tergantung pada berapa lama siklus wanita itu.

Baca juga: Pemeriksaan yang Dilakukan saat Menjalani Program Hamil

Mitos: Kamu Harus Berhubungan Seks Setiap Hari Untuk Hamil Lebih Cepat

Saat baru-baru menikah, kamu dan pasangan mungkin bisa berhubungan seks setiap hari. Namun, tidak ada bukti bahwa itu akan membantu hamil lebih cepat. Malah, hal ini jauh lebih mungkin menyebabkan kelelahan dan frustasi, terutama jika kamu tak kunjung hamil di bulan pertama. 

Seks setiap hari, atau seks selama hari-hari paling subur, adalah cara yang sama-sama bisa membantu kamu hamil. Faktanya, jika kamu berhubungan seks tiga kali seminggu, juga akan cenderung mencapai waktu paling subur. Ini alasan mengapa lebih banyak seks tidak selalu berarti kamu akan hamil lebih cepat. Ada berbagai faktor fisiologis yang memengaruhi apakah kamu bisa hamil pada bulan tertentu. 

Mitos: Kehamilan di Usia 40 Tahun Juga Sama Baiknya 

Sayangnya, tidak peduli seberapa cantik atau tampan seseorang, seberapa sehat, kesuburan akan menurun seiring bertambahnya usia. Peluang untuk hamil pada usia 40 tidak sebaik pada usia 30. Faktanya, kesuburan wanita mulai menurun tajam sekitar usia 35 tahun. Inilah mengapa wanita di atas usia 35 harus mencari bantuan saat melakukan program hamil untuk bisa hamil lebih cepat daripada wanita yang lebih muda. 

Baca juga: Jalani Program Hamil, Hindari 6 Makanan Ini

Selama menjalani program hamil, kamu juga perlu mencukupi kebutuhan nutrisi untuk memastikan tubuh selalu sehat sehingga kehamilan bisa lebih mudah terjadi. Kamu juga bisa penuhi kebutuhan nutrisi ini dengan beli suplemen dan vitamin di Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan kamu akan segera tiba kurang dari satu jam sehingga kamu tak perlu repot antre. Praktis bukan? Yuk, gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Fertility Coalition. Diakses pada 2021. Trying for a Baby? 8 Myths and Misconceptions About What’s Good and Bad for Female Fertility.
Very Well Family. Diakses pada 2021. 16 Myths About Getting Pregnant and Ovulation.
What to Expect. Diakses pada 2021. Fertility Myths vs Facts: The Truth About Getting Pregnant.