• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Program Kehamilan

Program Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Program Kehamilan

Apa Itu Program Kehamilan?

Bagi pasangan yang ingin memiliki bayi, perencanaan kehamilan atau program kehamilan (pregnancy planning) adalah hal yang penting untuk dilakukan. Meskipun kehamilan bisa terjadi pada pasangan suami istri yang sehat setelah melakukan hubungan seksual, program kehamilan yang tepat bisa meningkatkan peluang untuk kehamilan yang sehat.

Program kehamilan, yang disering disebut juga promil, penting bagi pasangan yang ingin memiliki momongan tapi belum kunjung mendapatkannya.

Program kehamilan biasanya meliputi:

  • Berdiskusi dengan dokter kandungan mengenai nutrisi dan vitamin, olahraga, konseling genetik, penambahan berat badan dan kebutuhan untuk menghindari obat-obatan dan alkohol tertentu.
  • Menjadwalkan hubungan seksual setiap bulan pada masa subur wanita. Dengan berhubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat pelindung, sebagian besar pasangan yang sehat bisa hamil dalam satu tahun. 

Namun, pasangan yang sudah melakukan hubungan seksual secara teratur dan masih belum hamil biasanya bisa berdiskusi dengan spesialis kesuburan. Dokter umumnya menganjurkan agar pasangan sehat dengan wanita di bawah usia 35 tahun yang sudah mencoba hamil selama setahun untuk berdiskusi dengan spesialis kesuburan. Sementara wanita di atas 35 tahun bisa berdiskusi pada spesialis kesuburan setelah 6 bulan mencoba untuk hamil.

  • Wanita yang memilih untuk memulai program kehamilan sebelum konsepsi bisa mengambil langkah-langkah untuk menghindari paparan zat yang berpotensi berbahaya bagi kehamilan.

Baca juga: Amankah Merencanakan Kehamilan saat Pandemi Corona?


Bagaimana Melakukan Program Kehamilan?

Sebelum hamil, bicarakan dengan dokter tentang perawatan kesehatan prakonsepsi. Dokter akan mendiskusikan riwayat kesehatan kamu dan pasangan. Dokter juga akan menanyakan kondisi medis apa pun yang dialami saat ini yang bisa memengaruhi kehamilan.

Ia juga akan membahas masalah kehamilan sebelumnya, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, vaksinasi yang mungkin dibutuhkan, dan langkah-langkah yang bisa diambil sebelum kehamilan untuk mencegah cacat lahir tertentu.

Berikut riwayat kesehatan yang perlu didiskusikan dengan dokter:

  • Kondisi Medis 

Bila saat ini kamu memiliki kondisi medis seperti diabetes, penyakit tiroid, penyakit ginjal, atau penyakit jantung, pastikan untuk mengobati dan mengontrolnya dengan baik sebelum konsepsi untuk meningkatkan peluang kehamilan yang sehat.

  • Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Minum obat-obatan tertentu selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir yang serius. Hal itu termasuk beberapa obat resep dan obat bebas serta suplemen makanan atau herbal. Jadi, sebelum merencanakan kehamilan, ada baiknya beritahu dokter mengenai obat-obatan apa saja yang dikonsumsi dan pastikan kamu hanya minum obat yang diperlukan.

  • Riwayat Penyakit Bawaan

Pasangan yang memiliki riwayat penyakit bawaan, memiliki anak dengan penyakit genetik, atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tertentu bisa menjalani konseling genetik sebelum konsepsi.

Baca juga: Inilah Alasan Pentingnya Melakukan Cek Pranikah

  • Gaya Hidup

Berhenti merokok bisa meningkatkan kehamilan yang sehat, dan wanita yang merencanakan kehamilan juga perlu menjauhkan diri dari penggunaan alkohol dan narkoba.

  • Vaksinasi 

Beberapa vaksinasi dianjurkan untuk didapatkan sebelum atau selama kehamilan, atau segera setelah melahirkan. Mendapatkan vaksinasi pada waktu yang tepat bisa membantu ibu tetap sehat dan membantu menjaga bayi agar tidak sakit parah atau mengalami masalah kesehatan seumur hidup.

Selain itu, wanita yang merencanakan kehamilan juga perlu mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari, setidaknya satu bulan sebelum dan selama kehamilan untuk membantu mencegah cacat lahir pada otak dan tulang belakang bayi. 

Mendapatkan dan menjaga berat badan yang sehat juga tidak kalah penting untuk dilakukan saat merencanakan kehamilan. Pasalnya, wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas berisiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai kondisi serius, termasuk komplikasi selama kehamilan, penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan kanker tertentu. Orang yang kekurangan berat badan juga berisiko serius mengalami masalah kesehatan.

Baca juga: Pemeriksaan yang Dilakukan saat Menjalani Program Hamil


Kapan Melakukan Program Kehamilan?

Program kehamilan bisa dilakukan sebelum pembuahan atau segera setelah mengetahui kehamilan, sehingga bisa meminimalkan kemungkinan paparan racun pada janin.

Di Mana Program Kehamilan Bisa Dilakukan?

Program atau perencanaan kehamilan bisa dilakukan dengan menemui dokter kandungan yang ada di rumah sakit atau klinik. Gunakan aplikasi Halodoc untuk mempermudah program kehamilan yang ingin dilakukan.

Referensi:
Centers for Disease and Control Prevention. Diakses pada 2021. Planning for Pregnancy.
Medicine Net. Diakses pada 2021. Pregnancy planning definition, tips, and facts.