Ad Placeholder Image

Narkoba Pasal Berapa yang Mengatur Sanksi Hukum Pidana?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 September 2026

Ingin tahu narkoba pasal berapa yang berlaku di Indonesia? Simak penjelasan hukum lengkapnya di sini.

Narkoba Pasal Berapa yang Mengatur Sanksi Hukum Pidana?Narkoba Pasal Berapa yang Mengatur Sanksi Hukum Pidana?

DAFTAR ISI


Pertanyaan “narkoba pasal berapa” umumnya muncul ketika seseorang ingin mengetahui aturan pidana terkait penggunaan, kepemilikan, penyimpanan, atau peredaran narkotika. Di Indonesia, ketentuan tersebut terutama diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pasal yang dikenakan tidak selalu sama. Penentunya antara lain jenis dan jumlah narkotika, peran seseorang, tujuan kepemilikan, serta bukti yang ditemukan dalam proses hukum.

Selain aspek hukum, penyalahgunaan narkoba juga dapat menimbulkan ketergantungan dan gangguan kesehatan mental. Karena itu, orang yang menggunakan narkoba atau mengalami gejala putus zat membutuhkan pertolongan medis, bukan hanya penanganan hukum.

Berikut ringkasan pasal yang sering dikaitkan dengan narkotika. Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan pendampingan advokat maupun pemeriksaan tenaga kesehatan.

Narkoba Diatur dalam Pasal Berapa?

  • Pasal 111: mengatur perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman.
  • Pasal 112: mengatur memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman.
  • Pasal 114: berkaitan dengan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I.
  • Pasal 116: mengatur perbuatan memberikan narkotika golongan I kepada orang lain atau menggunakannya terhadap orang lain.
  • Pasal 127: mengatur penyalah guna narkotika untuk diri sendiri. Dalam kondisi tertentu, penyalah guna dapat menjalani rehabilitasi medis dan sosial sesuai ketentuan hukum serta hasil asesmen.
  • Pasal 54 dan 55: mengatur kewajiban rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan, serta pelaporan untuk memperoleh penanganan.

Pasal 129 mengatur tindak pidana yang berkaitan dengan prekursor narkotika. Ancaman pidana dalam setiap pasal dapat berbeda dan dipengaruhi oleh unsur perbuatan serta keadaan perkara. Untuk mengetahui pasal yang tepat, konsultasikan kasus secara langsung kepada advokat atau pihak berwenang.

Jika menemukan dugaan penyalahgunaan narkoba
  1. Jangan menghakimi atau melakukan kekerasan.
  2. Segera cari bantuan dari fasilitas kesehatan, BNN, atau layanan darurat jika terdapat overdosis.
  3. Simpan informasi penting dan mintalah bantuan hukum bila sudah masuk proses pemeriksaan.

Penanganan dan Kapan Harus ke Dokter?

Ketergantungan narkoba sebaiknya ditangani oleh dokter, psikiater, atau layanan rehabilitasi yang kompeten. Jangan menghentikan zat tertentu secara mendadak tanpa pengawasan karena gejala putus zat dapat membahayakan.

Segera ke fasilitas kesehatan apabila seseorang mengalami penurunan kesadaran, kejang, sesak napas, nyeri dada, kebingungan berat, halusinasi, atau keinginan menyakiti diri sendiri. Untuk kebutuhan konsultasi kesehatan mental dan penggunaan zat, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Studi Terkait

Ketergantungan narkoba merupakan kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi otak, perilaku, hubungan sosial, dan kemampuan mengambil keputusan. Rehabilitasi yang terstruktur dapat membantu seseorang mengurangi penggunaan zat dan mencegah kekambuhan.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc , lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi dapat membantu menilai kondisi kesehatan, risiko ketergantungan, serta kebutuhan rehabilitasi. Dokter juga dapat menyarankan langkah aman sesuai gejala dan riwayat kesehatan.

Referensi
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Diakses pada 2026.
World Health Organization. Neuroscience of Psychoactive Substance Use and Dependence. Diakses pada 2026.
National Institute on Drug Abuse. Drugs, Brains, and Behavior: The Science of Addiction. Diakses pada 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penyelenggaraan Rehabilitasi Medis Gangguan Penggunaan NAPZA. Diakses pada 2026.

FAQ

Narkoba pasal berapa untuk pengguna?

Penyalah guna narkotika untuk diri sendiri dapat dikaitkan dengan Pasal 127 UU Narkotika. Namun, penerapan pasal bergantung pada fakta perkara dan hasil pemeriksaan.

Apakah pengguna narkoba pasti dipenjara?

Tidak selalu. Hukum membuka kemungkinan rehabilitasi dalam kondisi tertentu, tetapi keputusan bergantung pada proses hukum, asesmen, dan bukti yang tersedia.

Pasal berapa untuk pengedar narkoba?

Peredaran narkotika golongan I antara lain dapat dikaitkan dengan Pasal 114. Pasal yang digunakan dan ancaman hukumannya bergantung pada jenis, jumlah, serta peran orang tersebut.

Ke mana harus mencari bantuan ketergantungan narkoba?

Hubungi fasilitas kesehatan, layanan rehabilitasi, BNN, atau dokter. Jika terdapat overdosis, penurunan kesadaran, atau gangguan napas, segera cari pertolongan darurat.