• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri Dada karena Masuk Angin Bolehkah Dikerok?

Nyeri Dada karena Masuk Angin Bolehkah Dikerok?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kerokan menjadi salah satu cara yang dilakukan banyak warga Indonesia untuk membuat badan terasa lebih bugar. Beberapa diantaranya melakukan kerokan saat tidak enak badan karena masuk angin. Setelah melakukannya, bekas kerokan akan terlihat kemerahan pada kulit.

Kerokan sendiri merupakan alternatif yang dilakukan ketika seseorang malas mengonsumsi obat atau jamu tradisional, yang dilakukan dengan cara menggosokkan logam pada permukaan kulit dengan minyak angin atau losion. Awalnya, kerokan ditemukan oleh warga Tiongkok yang dikenal dengan sebutan gua sha. Namun, apakah boleh kerokan saat nyeri dada?

Baca juga: Rentan Berakibat Fatal, Ini Cara-Cara Mencegah Angina Pektoris

Kerokan Saat Nyeri Dada, Kenali Akibatnya

Kerokan sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan ketika merasa tidak enak badan karena masuk angin. Namun, jika kamu merasakan adanya keluhan seperti nyeri dada, bisa jadi kamu tengah mengidap gangguan aliran darah ke jaringan otot jantung. Kondisi ini dikenal dengan angin duduk (angina). Terlihat rancu memang, karena gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan penyakit lain. 

Pada pengidapnya, angin duduk akan menimbulkan gejala, seperti tertindih atau tertekan, yang akan lebih sering muncul ketika pengidap sedang beraktivitas. Apalagi, jika kamu melakukan aktivitas yang membuat organ jantung memompa darah lebih cepat. Hal penting yang perlu kamu lakukan adalah, jangan melakukan kerokan saat nyeri dada, karena hal tersebut merupakan pertanda jika kamu tengah mengidap hal yang lebih dari sekedar masuk angin.

Baca juga: Muncul Sebelum Serangan Jantung, Apa Itu Angina Pektoris?

Sebenarnya, bukan hal yang benar ketika kerokan menyembuhkan pegal-pegal, nyeri seluruh badan, tidak enak badan, flu, bahkan nyeri dada. Meski begitu, mitos ini dianggap paling ampuh, yang hingga saat ini masih seringkali dilakukan orang masyarakat Indonesia. Tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri di rumah sakit terdekat jika muncul serangkaian gejala yang telah disebutkan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Jika ditemukan sesuatu yang dirasa membahayakan, dokter dapat menanganinya dengan tepat. Pasalnya, angin duduk yang terlambat ditangani dapat menyebabkan pengidapnya kehilangan nyawa begitu saja. Penyakit ini terlalu berisiko, sehingga penanganannya pun harus dilakukan dengan ahlinya, dan tidak bisa diatasi dengan kerokan saja. Sampai disini, apakah masih ingin kerokan saat nyeri dada berlangsung?

Apa yang Jadi Penyebab Angin Duduk?

Angina, atau yang lebih dikenal dengan angin duduk terjadi ketika pembuluh darah jantung mengalami penyempitan. Pembuluh darah jantung sendiri berfungsi untuk mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke otot jantung, agar jantung dapat menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Ketika mengalami penyempitan, suplai oksigen menuju otot jantung akan terganggu, sehingga akan muncul penyakit berbahaya, yaitu penyakit jantung koroner.

Baca juga: Beda Tanda Masuk Angin dan Angina Pektoris

Penyakit jantung koroner menjadi salah satu penyebab utama dari angin duduk, karena adanya plak atau tumpukan lemak di pembuluh darah koroner yang sudah menyempit. Bahayanya, angin duduk bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat. Berikut sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner:

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Mengidap kolesterol tinggi.

  • Mengidap darah tinggi.

  • Mengidap diabetes.

  • Stres berat.

  • Kurang berolahraga.

  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

Untuk mencegah terjadinya nyeri dada yang disebabkan oleh angin duduk, lakukan sejumlah langkah pencegahan, seperti rutin berolahraga, konsumsi makanan sehat bergizi seimbang untuk organ jantung yang lebih sehat, hindari konsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi dan lemak jenuh, jaga berat badan ideal, serta berhenti merokok dan konsumsi alkohol. Jaga selalu kesehatan dirimu, ya!

Referensi:

Heart.org. Diakses pada 2020. Angina (Chest Pain).
NHS. Diakses pada 2020. Angina.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Angina.