• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri Haid Bikin Ulu Hati Sakit, Ini Penyebabnya

Nyeri Haid Bikin Ulu Hati Sakit, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Bagi sebagian wanita, fluktuasi hormon estrogen dan progesteron saat haid dapat menyebabkan ulu hati sakit, perut terasa kembung, selama dan sebelum menstruasi. Meningkatnya kadar estrogen pada hari-hari menjelang haid memengaruhi reseptor estrogen di perut dan usus kecil. Kadar estrogen yang lebih tinggi inilah yang menyebabkan ulu hati terasa nyeri. 

Estrogen dan progesteron juga dapat memengaruhi retensi cairan. Saat kadar estrogen dan kadar progesteron menurun, wanita cenderung menahan lebih banyak air daripada biasanya. Inilah yang biasanya menyebabkan ulu hati terasa nyeri atau kembung.

Baca juga: Hati-hati, Ini Penyakit yang Sebabkan Nyeri Haid

Hubungan Antara Siklus Haid dan Mulas

Porsi makanan yang lebih besar dan makanan berlemak tinggi akan mendorong tubuh meningkatkan konsumsi kalori jika tubuh sedang berovulasi atau bersiap akan haid. Penelitian menunjukkan bahwa makanan berat dan makanan berlemak merupakan pemicu utama gejala mulas atau sakit pada ulu hati. Hal ini karena makan besar memberi tekanan pada perut, mendorong isi asam ke dalam tenggorokan. 

Makanan berlemak tinggi mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, cincin otot antara lambung dan esofagus yang menghentikan asam agar tidak kembali ke tenggorokan. Ditambah lagi, makanan kaya lemak lebih lambat dicerna, yang akan memicu produksi asam lambung. 

Jadi apa yang dapat kamu lakukan jika ulu hati terasa sakit saat haid? Coba perhatikan jika kamu mengalami perubahan konsumsi makanan sehari-hari yang meningkatkan risiko nyeri (seperti makan lebih banyak dan berlemak). Lakukan penyesuaian diet, mengurangi porsi dan membatasi makanan yang berlemak. Lalu, lihat apakah cara ini membantu mengatasinya. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Nyeri Haid Tanpa Obat

Jika membantu, teruslah menghindari pemicu sakit ulu hati atau mulas yang umum. Makanan tersebut biasanya mencakup cokelat, kafein, alkohol, peppermint, tomat, bawang putih, buah jeruk, dan minuman berkarbonasi. Namun, jika rasa sakit tidak hilang, cobalah untuk bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk tindakan yang lebih tepat. 

Memang dengan mengurangi makanan dan makanan berlemak tidak serta merta langsung menghilangkan rasa sakit. Namun, tidak ada salahnya untuk dicoba. Selain itu, hindari makan dalam jumlah besar setidaknya dua jam sebelum tidur, karena itu akan memberi tubuh waktu untuk mencerna makanan dan membantunya melewati perut, sehingga asam tidak meresap kembali saat kamu berbaring. 

Siklus Haid Akan Berubah Sepanjang Hidup

Mungkin kamu merasa dapat memprediksi kapan menstruasi datang, hanya saja siklus dapat berubah. Perubahan hormon akan selalu terjadi sepanjang hidup. Setelah mendapatkan haid pertama, siklus kamu mungkin lebih lama, yang berarti lebih banyak waktu dapat berlalu antara saat satu periode ke periode berikutnya. 

Siklus khas untuk gadis remaja mungkin 21 hingga 45 hari. Seiring berjalan waktu, siklus bisa menjadi lebih pendek dan lebih dapat diprediksi, rata-rata sekitar 21 hingga 35 hari. 

Baca juga: 6 Trik Atasi Nyeri Haid saat di Kantor

Perubahan hormon yang terjadi selama perimenopause, tahun-tahun sebelum menopause ketika tubuh mulai membuat lebih sedikit estrogen, dapat membuat siklus terputus-putus. Waktu dari satu periode ke periode berikutnya bisa menjadi lebih pendek atau lebih lama, dan kamu mungkin mengalami perdarahan yang lebih berat atau lebih ringan selama periode kamu. Fase ini dapat bertahan hingga 10 tahun sebelum kamu mulai menopause dan berhenti mendapatkan menstruasi. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. 5 Things You May Not Know About Your Period
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Gas Before My Period and What Can I Do About It?