Orang dengan HIV dan AIDS Berisiko Terkena Tuberkulosis

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   23 November 2020
Orang dengan HIV dan AIDS Berisiko Terkena TuberkulosisOrang dengan HIV dan AIDS Berisiko Terkena Tuberkulosis

Halodoc, Jakarta - Pada dasarnya, pengidap human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) harus senantiasa waspada terhadap penyakit lainnya yang bisa menghantui dirinya.

Pengidap HIV dan AIDS rentan terhadap berbagai komplikasi yang membahayakan tubuhnya. Komplikasi HIV dan AIDS sebetulnya beragam, salah satunya tuberkulosis (TB) yang bisa menyerang paru-paru hingga menimbulkan batuk kronis, bahkan berdarah. 

Lantas, mengapa pengidap HIV dan AIDS rentan terserang TB? 

Baca juga: Inilah 4 Cara untuk Cegah HIV/AIDS

TB Sebabkan Kematian HIV Terbanyak

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 37,9 juta orang mesti berhadapan dengan HIV pada 2018. Parahnya lagi, WHO memperkirakan jumlahnya terus meningkat sampai sekarang. Ingat, HIV dan AIDS bukan penyakit yang bisa disepelekan. Alasannya, komplikasi dari penyakit ini tidak main-main.

Menurut WHO, infeksi dari HIV dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan AIDS. Seseorang yang mengalami kondisi ini mengalami gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, demam, diare, dan batuk. 

Masih menurut WHO, tanpa pengobatan yang tepat pengidap HIV dan AIDS dapat mengembangkan penyakit parah seperti TB. TB ini disebabkan oleh infeksi kuman bernama Mycobacterium tuberculosis. Kuman atau bakteri ini bisa menyebar di udara lewat percikan ludah (droplet) pengidapnya saat berbicara, bersin, atau batuk.

Meski begitu, penularan TB membutuhkan kontak yang cukup dekat dan lama dengan pengidapnya. Boleh dibilang, penularannya tak semudah penyebaran flu.

Namun, ada beberapa kelompok orang yang rentan terhadap penyakit TB, salah satunya pengidap HIV dan AIDS. Pengidap HIV dan AIDS memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga mudah terserang infeksi virus, kuman, atau pula bakteri. 

Di beberapa negara, TB adalah infeksi oportunistik paling umum yang terkait dengan HIV. Komplikasi HIV dan AIDS berupa TB, menjadi penyebab utama kematian di antara orang-orang dengan AIDS. Penyakit yang menyerang paru-paru ini bertanggung jawab atas atas 1 dari 3 kematian terkait HIV. Nah, cukup mengkhawatirkan bukan? 

Baca juga: Ini Alasan Pengidap TBC Lebih Mudah Terkena Virus

Amati Gejala Tuberkulosis

Gejala tuberkulosis bisa berbeda-beda pada tiap pengidapnya. Pada masa awal terinfeksi, gejala tuberkulosis yang timbul hanya ringan, bahkan sering tidak muncul sampai penyakit ini berkembang di dalam tubuh.

Nah, berikut ini gejala tuberkulosis yang perlu diwaspadai:

  • Batuk kronis (berlangsung 3 minggu atau lebih).
  • Batuk mengeluarkan darah.
  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk.
  • Lemas.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Demam dan menggigil.
  • Warna urine berubah menjadi kemerahan atau keruh.
  • Nyeri dada yang bisa sebabkan sesak napas.
  • Nafsu makan menurun.
  • Penurunan berat badan.

Baca juga: Bukan Cuma Paru-Paru, Tuberkulosis Juga Serang Organ Tubuh Lain

Ingat, TB bukan penyakit yang terbilang enteng. Sebanyak 1,5 juta orang meninggal karena TB pada tahun 2018 (termasuk 251.000 orang dengan HIV). Pada 2018, diperkirakan sekitar 10 juta orang mesti berhadapan dengan penyakit ini. Cukup banyak bukan angkanya?

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada Januari 2020. Diseases and Conditions. HIV/AIDS.
Mayo Clinic. Diakses pada Januari 2020. Diseases and Conditions. HIV/AIDS.
Tuberculosis
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada Januari 2020. HIV/AIDS
WHO. Diakses pada Januari 2020. HIV/AIDS - Key Facts
WHO. Diakses pada 2020. Tuberculosis

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan