18 October 2018

Inilah 4 Cara untuk Cegah HIV/AIDS

inilah 4 cara untuk cegah HIV/AIDS

Halodoc, Jakarta – HIV/AIDS dikenal sebagai penyakit mematikan yang bisa menular. Meskipun demikian, pengidap HIV/AIDS tidak perlu dijauhi. Justru dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat sangat dibutuhkan oleh pengidap agar bisa menjalani hari-harinya dengan baik. Namun, buat kamu yang tinggal serumah dengan pengidap HIV/AIDS atau ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit berbahaya ini, kamu perlu tahu cara cegah HIV agar bisa melindungi diri sendiri dari penularan virus tersebut.

Ketahui Cara Penularan HIV/AIDS

Sebelum mengetahui cara cegah HIV, kamu perlu tahu dulu bagaimana cara virus tersebut menyebar. Penularan virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menjadi penyebab AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) terjadi bila darah, sperma, ataupun cairan Miss V pengidap masuk ke dalam tubuh kamu. Berbagai cara yang memungkinkan hal ini terjadi, antara lain:

  • Hubungan Intim. Berhubungan intim, baik melalui Miss V maupun dubur (anal) dengan pengidap HIV bisa menjadi cara virus HIV menyebar. Meskipun sangat jarang terjadi, tapi HIV juga bisa menular melalui seks oral. Namun, penularan lewat seks oral hanya akan terjadi bila terdapat luka terbuka di dalam mulut pengidap, misalnya sedang mengalami gusi berdarah atau sariawan.
  • Transfusi Darah. Salah satu cara virus HIV menular adalah melalui darah. Jadi, bila kamu menerima donor darah dari pengidap HIV, maka sudah bisa dipastikan akan mengidap HIV/AIDS.
  • Berbagi jarum suntik. Menggunakan jarum suntik yang sama dengan pengidap HIV juga bisa membuat kamu tertular HIV. Cara penularan HIV ini bisa terjadi bila kamu menggunakan obat-obatan terlarang melalui jarum suntik. Selain itu, menggunakan jarum suntik yang sudah terkontaminasi darah pengidap saat membuat tato.
  • Kehamilan. Ibu hamil yang terkena virus HIV juga berisiko menularkan virus tersebut ke janin yang dikandungnya. Virus dapat menular pada proses melahirkan atau melalui air susu ibu saat proses menyusui.

Perlu kamu ingat bahwa bersentuhan kulit seperti berjabat tangan atau berpelukan dengan pengidap HIV tidak akan menyebabkan kamu tertular virus HIV. Bahkan, terkena butiran ludah dari pengidap pun tidak akan membuat kamu tertular, kecuali bila pengidap mengalami sariawan, gusi berdarah, atau luka terbuka lainnya di dalam mulut.

Pencegahan Virus HIV

1. Melakukan Hubungan Intim yang Aman

Usahakan untuk tidak bergonta-ganti pasangan dan berhubungan intim hanya dengan satu orang yang sama saja. Agar lebih aman, kamu juga dianjurkan untuk selalu menggunakan kondom yang baru setiap kali berhubungan intim, baik melalui Miss V atau melalui dubur. Bila ingin menggunakan kondom berpelumas, pilihlah pelumas yang berbahan dasar air. Hindari kondom dengan pelumas berbahan dasar minyak, karena lebih mudah bocor.

2. Hindari Alkohol dan Obat-obatan Terlarang

Mengonsumsi minuman beralkohol memang tidak akan membuatmu tertular virus HIV. Namun, kebiasaan minum minuman beralkohol secara berlebihan dapat menurunkan tingkat kesadaranmu, sehingga kamu cenderung mengambil keputusan yang buruk seperti menggunakan obat-obatan terlarang. Sedangkan menggunakan obat-obatan terlarang dengan jarum suntik, apalagi berbagi jarum suntik dengan orang lain dapat menyebabkan kamu tertular virus HIV.

3. Bicarakan dengan Dokter

Bagi ibu hamil yang didiagnosis positif mengidap HIV, sebaiknya bicarakan kepada dokter kandungan mengenai penanganan selanjutnya dan perencanaan metode persalinan, untuk mencegah virus menular ke janin.

4. Jujur dengan Pasangan

Beri tahu pasangan bila kamu positif mengidap HIV, agar pasangan kamu bisa menjalani tes HIV. Semakin cepat HIV terdeteksi, maka semakin dini penanganan dapat dilakukan sehingga dapat mencegah infeksi HIV semakin berkembang.

Oleh karena itu, yuk cegah penularan HIV/AIDS dengan langsung tanyakan kepada dokter ahli yang ada di aplikasi Halodoc. Kamu dapat menghubunginya melalui pilihan metode Voice/Video Call dan Chat di Halodoc menggunakan smartphone, kapan saja dan di mana saja. Yuk! download Halodoc sekarang juga di App Store atau Google Play.

Baca juga: