Mengenal Fungsi Vacutainer dan Arti Warna Tutup Tabung

DAFTAR ISI
- Jenis-Jenis Tabung Vacutainer
- Prosedur Penggunaan Tabung Darah
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Bagi kamu yang pernah melakukan pemeriksaan medis di laboratorium, prosedur pengambilan darah tentu bukan hal yang asing lagi. Saat perawat atau tenaga medis (flebotomis) mengambil darah dari lenganmu, mereka biasanya menggunakan serangkaian tabung kecil dengan tutup berwarna-warni. Tabung inilah yang secara medis dikenal dengan sebutan vacutainer.
Vacutainer adalah tabung reaksi berbahan kaca atau plastik steril yang memiliki ruang hampa udara di dalamnya. Sistem hampa udara (vakum) ini dirancang sedemikian rupa untuk menarik darah masuk ke dalam tabung dengan volume yang sudah diukur secara presisi. Hal ini sangat penting agar perbandingan antara darah dan zat kimia pelestari (aditif) di dalam tabung sesuai dengan standar pengujian laboratorium.
Penggunaan alat ini sangat merevolusi dunia medis, khususnya dalam tes darah. Sebelum sistem ini ditemukan, tenaga medis harus menggunakan spuit (suntikan) manual untuk mengambil darah, lalu memindahkannya satu per satu ke dalam tabung yang berbeda. Proses manual tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan sel darah (hemolisis), kontaminasi udara, serta risiko tenaga medis tertusuk jarum.
Kini, vacutainer menjadi standar emas dalam pengumpulan spesimen darah di seluruh dunia. Kamu juga bisa menemukan berbagai jenis jarum, perban, atau alat kesehatan terkait perawatan luka pasca-pengambilan darah di apotek terdekat. Menariknya, warna tutup pada setiap tabung memiliki arti medis yang sangat spesifik, karena setiap warna menunjukkan jenis zat kimia yang ada di dalamnya dan jenis tes darah yang akan dilakukan.
Jenis-Jenis Tabung Vacutainer Berdasarkan Warnanya
Karena setiap tes laboratorium membutuhkan kondisi darah yang berbeda—ada yang butuh darah beku, ada yang butuh darah utuh yang tidak beku—maka diciptakanlah berbagai jenis tabung. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis tabung yang sering digunakan:
1. Tabung Vacutainer Merah (Serum)
Tabung dengan tutup berwarna merah adalah salah satu yang paling umum digunakan. Tabung jenis ini umumnya tidak mengandung zat antikoagulan (pencegah pembekuan darah), melainkan berisi zat pengaktif pembekuan (clot activator) berbahan silika. Cara kerjanya adalah dengan membiarkan darah membeku secara alami di dalam tabung selama sekitar 30-60 menit.
Manfaat dari tabung ini adalah untuk memisahkan serum (cairan bening dari darah) dari sel darah merah. Serum ini sangat krusial untuk uji imunologi, serologi, pemeriksaan profil lipid (kolesterol), uji fungsi hati, ginjal, dan berbagai tes kimia darah lainnya.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Produk Kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc
2. Tabung Vacutainer Ungu (EDTA)
Tabung dengan tutup ungu atau lavender mengandung antikoagulan bernama EDTA (Ethylenediaminetetraacetic acid). Cara kerjanya adalah dengan mengikat kalsium di dalam darah, sehingga proses pembekuan darah terhenti total. Dengan menggunakan tabung ini, darah akan tetap dalam bentuk utuh cair (whole blood).
Manfaat utama dari tabung ungu adalah untuk pemeriksaan hematologi lengkap (Complete Blood Count/CBC). Tes ini meliputi penghitungan sel darah merah, sel darah putih, trombosit, serta kadar hemoglobin. Tabung ini juga sering digunakan untuk tes HbA1c pada pasien diabetes dan pemeriksaan golongan darah.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Produk Kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Persiapan Sebelum Melakukan Tes Darah
- Perhatikan instruksi puasa: Beberapa tes, seperti tes gula darah puasa atau kolesterol, mewajibkan kamu berpuasa selama 8 hingga 12 jam. Hindari makan dan minum selain air putih.
- Minum air putih yang cukup: Tetap terhidrasi sangat penting. Pembuluh darah akan lebih mudah ditemukan dan ditusuk jika tubuhmu terhidrasi dengan baik.
- Tidur yang cukup: Pastikan kamu beristirahat yang cukup di malam sebelum tes agar tekanan darah stabil dan meminimalisir rasa pusing pasca-pengambilan darah.
- Rilekskan lengan: Saat jarum akan ditusukkan, ambil napas dalam-dalam dan jangan tegangkan otot lenganmu. Otot yang tegang bisa membuat tusukan terasa lebih nyeri.
3. Tabung Vacutainer Biru Terang (Natrium Sitrat)
Tabung biru terang mengandung cairan antikoagulan Natrium Sitrat. Seperti halnya EDTA, natrium sitrat bekerja dengan mengikat kalsium untuk mencegah pembekuan darah. Namun, bedanya, efek antikoagulan ini bisa dibalikkan (reversible) di laboratorium dengan menambahkan kalsium kembali ke dalam sampel darah.
Manfaat tabung ini dikhususkan untuk tes koagulasi atau uji pembekuan darah. Tes yang menggunakan tabung ini meliputi tes Prothrombin Time (PT), Activated Partial Thromboplastin Time (aPTT), dan tes D-Dimer. Sangat penting bagi tenaga medis untuk mengisi tabung ini tepat sampai batas volume yang ditentukan, karena rasio antara darah dan sitrat harus pas 9:1 agar hasil akurat.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Produk Kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc
4. Tabung Vacutainer Hijau (Heparin)
Tabung bertutup hijau mengandung antikoagulan jenis Heparin (bisa berupa Lithium Heparin atau Sodium Heparin). Heparin mencegah pembekuan darah dengan cara menghambat kerja trombin, sebuah enzim yang memicu terbentuknya bekuan darah.
Manfaat tabung hijau biasanya difokuskan pada tes kimia klinis yang membutuhkan plasma darah (bukan serum) secara cepat, atau pemeriksaan gas darah dan kromosom. Keuntungannya adalah plasma dapat dipisahkan segera setelah darah diambil, tanpa harus menunggu darah membeku seperti pada tabung merah, sehingga sangat berguna dalam situasi gawat darurat (cito).
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Produk Kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc
5. Tabung Vacutainer Kuning (SST)
Tabung berwarna kuning (terkadang disebut tabung emas) dikenal dengan istilah SST (Serum Separator Tube). Tabung ini berisi clot activator untuk mempercepat pembekuan darah dan gel pemisah berbasis polimer di bagian dasarnya.
Cara kerjanya sangat unik. Saat tabung ini dimasukkan ke dalam mesin pemusing (centrifuge), gel tersebut akan naik dan membentuk pembatas fisik yang solid antara sel darah dan serum di atasnya. Manfaatnya, serum yang dihasilkan sangat bersih dan bebas dari kontaminasi sel darah merah, sehingga sangat ideal untuk uji endokrinologi (hormon), imunologi, tumor marker, dan tes penyakit menular.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Produk Kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc
Prosedur Penggunaan Tabung Darah
Meskipun alat ini sangat praktis, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Ada aturan medis yang dinamakan Order of Draw (urutan pengambilan darah) yang ditetapkan oleh panduan laboratorium internasional.
Jika pasien membutuhkan banyak tes yang mengharuskan penggunaan beberapa tabung berwarna sekaligus, tenaga medis wajib menancapkan tabung ke jarum dengan urutan tertentu. Urutan standarnya adalah tabung untuk kultur darah terlebih dahulu, disusul tabung biru (sitrat), tabung merah atau kuning (serum), tabung hijau (heparin), tabung ungu (EDTA), dan terakhir tabung abu-abu (untuk tes glukosa spesifik).
Alasan urutan ini sangat ketat adalah untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang (cross-contamination) dari zat kimia antikoagulan antar tabung. Misalnya, EDTA pada tabung ungu mengandung banyak kalium. Jika tabung ungu ditancapkan lebih dulu sebelum tabung merah, kalium dari EDTA berisiko terbawa jarum masuk ke tabung merah, dan akan membuat hasil tes kalium pasien di laboratorium melonjak tajam (kesalahan diagnostik).
Setelah terisi, setiap tabung yang mengandung zat tambahan harus segera diayunkan atau dibolak-balik secara perlahan (inversi) sebanyak 3 hingga 10 kali (tergantung jenis tabung) agar darah dan zat kimia tercampur sempurna. Jika tidak dicampur dengan benar, darah bisa menggumpal dan sampel tersebut akan ditolak oleh pihak laboratorium, mengharuskan pasien ditusuk ulang.
Studi Terkait
Penelitian terkini mengenai teknologi pengambilan spesimen darah terus berkembang pesat. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Laboratory Medicine pada tahun 2026 menyoroti pengembangan lapisan nanoteknologi pada dinding dalam tabung vacutainer.
Studi tersebut menemukan bahwa pelapisan tabung dengan polimer bio-kompatibel jenis baru berhasil menekan tingkat hemolisis (pecahnya sel darah merah) hingga 85% dibandingkan tabung konvensional. Inovasi teknologi pada tabung tahun 2026 ini memastikan bahwa tingkat presisi pemeriksaan biomarker kanker dan penyakit kardiovaskular menjadi jauh lebih akurat, mengurangi angka kesalahan hasil laboratorium yang berujung pada diagnosis keliru.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika setelah melakukan tes darah kamu mengalami bengkak, memar kebiruan yang semakin melebar, nyeri tak tertahankan pada area tusukan jarum, atau timbul demam, itu bisa menjadi tanda phlebitis atau infeksi. Segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis!
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. WHO guidelines on drawing blood: best practices in phlebotomy.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Blood test: Why it’s done.
- Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan yang Benar.
- PubMed Central (NIH). Diakses pada 2024. Preanalytical Errors in the Clinical Laboratory: A Review focusing on Blood Specimen Collection.
FAQ
1. Apa sebenarnya fungsi dari vacutainer?
Vacutainer berfungsi untuk menampung darah pasien dengan cara yang steril, aman, dan tertutup rapat. Ruang kedap udara di dalamnya memastikan darah tersedot masuk sesuai takaran, sehingga bercampur dengan zat kimia di dalamnya secara presisi.
2. Mengapa tutup tabung darah memiliki warna yang berbeda-beda?
Warna pada tutup tabung mengindikasikan jenis zat aditif (kimia tambahan) yang ada di dalam tabung tersebut. Warna ini menjadi kode universal bagi tenaga medis untuk mengetahui tabung mana yang cocok untuk jenis pemeriksaan darah tertentu.
3. Apakah proses pengambilan darah menggunakan alat ini aman?
Sangat aman. Sistem vakum ini dirancang menggunakan jarum steril sekali pakai dan sistem tertutup. Hal ini mencegah darah pasien terpapar udara bebas sehingga tidak terkontaminasi kuman, dan melindungi perawat dari percikan darah.
4. Berapa lama darah yang disimpan di tabung bisa bertahan sebelum diteliti?
Tergantung jenis tabung dan suhu penyimpanannya. Darah yang mengandung EDTA atau Heparin biasanya stabil pada suhu ruang selama beberapa jam. Namun, jika sampel langsung disentrifus (diputar) dan serum/plasmanya dipisahkan, sampel bisa bertahan berhari-hari bila disimpan di lemari pendingin laboratorium.





