Ad Placeholder Image

Pahami Berbagai Penyebab Mastitis yang Sering Dialami Ibu

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Kenali Penyebab Mastitis agar Proses Menyusui Kembali Lancar dan Terasa Nyaman Tanpa Nyeri Berlebih.

Pahami Berbagai Penyebab Mastitis yang Sering Dialami IbuPahami Berbagai Penyebab Mastitis yang Sering Dialami Ibu

DAFTAR ISI


Mastitis adalah kondisi peradangan pada jaringan payudara yang sering dialami oleh ibu menyusui, terutama pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, hingga rasa hangat pada area payudara yang terdampak. Tidak jarang, mastitis juga disertai gejala seperti demam dan menggigil menyerupai flu.

Memahami penyebab mastitis sangat penting agar kamu bisa mengambil langkah pencegahan serta penanganan yang tepat sejak dini. Secara umum, mastitis dipicu oleh penumpukan sisa ASI yang tersumbat di dalam saluran payudara atau akibat adanya infeksi bakteri yang masuk melalui celah luka pada puting.

Jika kamu mulai merasakan gejala awal mastitis, penanganan mandiri dan pemicu nyeri dapat diringankan dengan produk perawatan payudara maupun obat-obatan pereda nyeri yang aman untuk ibu menyusui. Namun, pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter untuk penggunaan obat keras seperti antibiotik.

Rekomendasi Obat dan Perawatan Mastitis

Berikut adalah beberapa produk yang dapat membantu meredakan nyeri, demam, serta merawat luka pada puting akibat mastitis:

1. Sanmol 500 mg 10 Tablet

Sanmol mengandung Paracetamol 500 mg yang bekerja sebagai analgesik dan antipiretik. Obat ini efektif meredakan rasa nyeri pada payudara serta meredakan demam yang sering menyertai mastitis. Dosis umum dewasa adalah 1 tablet, 3-4 kali sehari setelah makan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Ibuprofen 200 mg 10 Tablet

Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang berguna mengurangi peradangan, pembengkakan, dan nyeri akibat mastitis. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim prostaglandin pemicu rasa sakit. Dosis dewasa umum adalah 1 tablet 3 kali sehari setelah makan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ibuprofen 200 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Lansinoh HPA Lanolin Nipple Cream 10 ml

Krim ini terbuat dari 100% lanolin murni yang berguna melembapkan, menenangkan, dan mempercepat penyembuhan puting yang lecet atau pecah-pecah. Dengan menjaga keutuhan kulit puting, risiko bakteri masuk ke saluran ASI dapat ditekan. Oleskan secukupnya pada area puting setelah menyusui.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lansinoh HPA Lanolin Nipple Cream 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab Mastitis pada Ibu Menyusui

Proses terjadinya mastitis umumnya melibatkan dua faktor utama, yaitu penyumbatan dan infeksi. Berikut detail penyebab mastitis:

  • Saluran ASI Tersumbat: Jika payudara tidak dikosongkan secara sempurna saat menyusui, sisa ASI dapat tertahan dan menyumbat saluran. Hal ini memicu terjadinya peradangan pada jaringan sekitar.
  • Infeksi Bakteri: Bakteri dari permukaan kulit ibu atau mulut bayi (seperti Staphylococcus aureus) dapat masuk ke dalam saluran ASI melalui celah lecet atau retakan pada puting.
  • Posisi Pelekatkan Bayi yang Kurang Tepat: Pelekatkan (latch-on) yang tidak sempurna membuat pengosongan ASI tidak optimal dan berisiko merusak kulit puting.
  • Tekanan Eksternal pada Payudara: Penggunaan bra yang terlalu ketat atau tali sabuk pengaman yang menekan payudara dapat menghambat aliran ASI.

Studi Terkait

Studi terbaru dari International Breastfeeding Journal (2026) menunjukkan bahwa penanganan dini pada sumbatan saluran ASI melalui kompres dingin, drainase fisiologis, dan perawatan lecet puting dapat menurunkan risiko terjadinya mastitis infeksiosa hingga 65%. Riset tersebut juga menegaskan bahwa pencegahan lecet pada puting menjadi benteng utama dari masuknya bakteri patogen ke jaringan payudara.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala mastitis tidak membaik dalam kurun waktu 24–48 jam setelah perawatan mandiri, atau jika demam tinggi memburuk serta muncul nanah pada area payudara, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau dokter umum di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi dengan dokter secara online di Halodoc memberikan kemudahan bagi ibu menyusui yang kesulitan meninggalkan rumah.

  • ✅ Respon Cepat: Dokter siap melayani dalam hitungan menit untuk membantu mengatasi keluhan kesehatanmu.
  • ✅ Dokter Berpengalaman: Terhubung dengan dokter umum hingga dokter spesialis berpengalaman dan terverifikasi.
  • ✅ 24/7 Akses: Layanan konsultasi dokter online tersedia kapan saja selama 24 jam nonstop.
  • ✅ Privasi Aman: Sesi konsultasi berlangsung aman dan rahasia medis kamu terjamin penuh.
  • ✅ Tautan Langsung Beli Obat: Dokter dapat memberikan rekomendasi resep obat langsung ke aplikasi Halodoc untuk kemudahan pembelian.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Mastitis: Causes and Management.
PubMed. Diakses pada 2026. Clinical Management and Prevention of Lactational Mastitis.
WebMD. Diakses pada 2026. Nursing Mastitis: Causes, Symptoms, and Treatments.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Kesehatan Ibu Menyusui dan Manajemen Laktasi.

FAQ

Apakah ibu menyusui boleh tetap menyusui saat terkena mastitis?
Ya, ibu sangat disarankan untuk tetap menyusui dari payudara yang terkena mastitis. Menyusui membantu mengosongkan ASI sehingga mengurangi penyumbatan dan mempercepat proses penyembuhan.

Apakah mastitis bisa sembuh sendiri tanpa antibiotik?
Mastitis akibat penyumbatan non-bakteri bisa sembuh dengan penanganan mandiri seperti kompres hangat, pijat lembut, dan pengosongan ASI secara rutin. Namun, jika disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik dari dokter diperlukan.

Apa perbedaan antara saluran ASI tersumbat dan mastitis?
Saluran ASI tersumbat hanya berupa benjolan keras yang nyeri tanpa disertai demam. Sementara mastitis ditandai dengan area kemerahan yang meluas, terasa panas, serta disertai gejala sistemik seperti demam dan tubuh lemas.

Bagaimana cara mencegah terjadinya mastitis berulang?
Mencegah mastitis dapat dilakukan dengan menyusui bayi secara teratur, memastikan posisi perlekatan bayi sudah benar, merawat kulit puting agar tidak lecet, serta menghindari pakaian atau bra yang terlalu ketat.