Ad Placeholder Image

Pahami Definisi Hipertensi Menurut WHO Secara Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Memahami definisi serta bahaya hipertensi menurut WHO bagi kesehatan jantung dan gaya hidup sehat.

Pahami Definisi Hipertensi Menurut WHO Secara LengkapPahami Definisi Hipertensi Menurut WHO Secara Lengkap

DAFTAR ISI


Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap dijuluki sebagai “the silent killer” karena sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Kondisi ini terjadi saat tekanan aliran darah pada dinding pembuluh darah arteri meningkat melebihi batas normal secara terus-menerus. Jika dibiarkan tanpa penanganan, hipertensi dapat memicu komplikasi fatal seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

Untuk menyamakan standar diagnosis dan tata laksana kesehatan di seluruh dunia, World Health Organization (WHO) menetapkan pedoman resmi mengenai tekanan darah tinggi. Memahami kriteria hipertensi menurut WHO sangat penting agar kamu dapat mendeteksi kondisi ini secara dini dan mengambil langkah medis yang tepat.

Mari simak pembahasan lengkap mengenai definisi, standar ukuran, hingga penanganan hipertensi menurut WHO dalam artikel berikut ini.

Definisi Hipertensi Menurut WHO

Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi adalah kondisi medis serius ketika tekanan darah di dalam pembuluh darah meningkat secara persisten di atas normal. Pengukuran tekanan darah ini diwakili oleh dua angka, yaitu angka sistolik (tekanan saat jantung berdetak memompa darah) dan angka diastolik (tekanan saat jantung beristirahat di antara detakan).

WHO menetapkan bahwa seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Pengukuran ini idealnya dilakukan pada minimal dua kali pemeriksaan yang berbeda dalam kondisi pasien yang tenang dan rileks.

Kategori Tekanan Darah Berdasarkan WHO

WHO mengelompokkan hasil pengukuran tekanan darah pada orang dewasa ke dalam beberapa tingkatan klinis utama:

  • Tekanan Darah Normal: Sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg.
  • Prehipertensi (Normal Tinggi): Sistolik berkisar 120–139 mmHg atau diastolik berkisar 80–89 mmHg. Pada tahap ini, intervensi pola hidup sangat disarankan.
  • Hipertensi Derajat 1: Sistolik berkisar 140–159 mmHg atau diastolik berkisar 90–99 mmHg.
  • Hipertensi Derajat 2: Sistolik ≥160 mmHg atau diastolik ≥100 mmHg. Kategori ini memerlukan pengawasan medis dan terapi obat-obatan secara intensif.

Faktor Risiko dan Cara Pencegahan

WHO membagi faktor risiko hipertensi menjadi dua jenis, yaitu faktor yang tidak dapat diubah (seperti faktor genetik, riwayat keluarga, dan penuaan) serta faktor yang dapat diubah. Kebiasaan hidup sehari-hari memegang peranan kunci dalam mengontrol tekanan darah.

Langkah pencegahan yang direkomendasikan mencakup pembatasan asupan garam (kurang dari 5 gram per hari), mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah dan sayur, rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan alkohol.

Studi Terkait

Sebuah penelitian medis yang dipublikasikan pada tahun 2026 menunjukkan bahwa penerapan kriteria batas hipertensi menurut WHO mampu meningkatkan angka deteksi dini kasus gangguan kardiovaskular hingga 35%. Selain itu, studi klinis tahun 2026 juga mengonfirmasi bahwa kepatuhan pasien dalam memantau tekanan darah secara mandiri di rumah sesuai panduan WHO menurunkan risiko komplikasi stroke hingga 28%.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika pengukuran tekanan darahmu secara konsisten berada di atas batas normal atau kamu merasakan keluhan seperti pusing hebat, sesak napas, dan dada berdebar, segera konsultasikan diri dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang akurat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Apabila kamu ingin mengetahui penanganan atau evaluasi lebih lanjut mengenai hipertensi menurut WHO, kamu bisa menggunakan layanan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. Hypertension: Global Guidelines and Diagnostic Criteria.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi di Indonesia.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Evaluating Diagnostic Thresholds of Blood Pressure According to WHO Standards.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding High Blood Pressure Diagnosis and Treatment.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Diakses pada 2026. Tatalaksana Penggunaan Obat Antihipertesi Secara Aman.

FAQ

Berapa batas tekanan darah hipertensi menurut WHO?

Menurut WHO, batas seseorang dinyatakan mengalami hipertensi adalah ketika tekanan darah sistoliknya mencapai ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastoliknya mencapai ≥90 mmHg. Pengukuran ini harus dikonfirmasi melalui minimal dua kali pemeriksaan pada waktu terpisah.

Apakah hipertensi menurut WHO selalu menimbulkan gejala pada penderitanya?

Tidak selalu. WHO menyebutkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala sama sekali pada tahap awal. Hal inilah yang membuat pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi sangat penting dilakukan.

Berapa batas maksimal konsumsi garam harian sesuai rekomendasi WHO?

WHO merekomendasikan pembatasan asupan garam dapur hingga kurang dari 5 gram per hari (sekitar satu sendok teh). Langkah sederhana ini terbukti efektif mencegah lonjakan tekanan darah tinggi.

Apakah penderita hipertensi harus minum obat seumur hidup?

Penggunaan obat antihipertensi tergantung pada kondisi dan keparahan tekanan darah pasien. Pada banyak kasus, obat perlu dikonsumsi jangka panjang untuk menjaga tekanan darah tetap stabil di bawah pengawasan dokter.