Ad Placeholder Image

Pahami Perbedaan Kateterisasi Jantung dan Pasang Ring Jantung

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 15 September 2026

Pahami Perbedaan Kateterisasi Jantung dan Pasang Ring untuk Kesehatan Jantung Anda.

Pahami Perbedaan Kateterisasi Jantung dan Pasang Ring JantungPahami Perbedaan Kateterisasi Jantung dan Pasang Ring Jantung

DAFTAR ISI


Kateterisasi jantung merupakan prosedur untuk melihat kondisi pembuluh darah dan ruang jantung dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah. Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mencari penyumbatan pada pembuluh darah koroner.

Istilah pasang ring biasanya merujuk pada pemasangan stent untuk membantu membuka pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat. Lantas, apa perbedaan kateterisasi jantung dan pasang ring?

Memahami Perbedaannya

Kateterisasi jantung adalah prosedur diagnostik maupun tindakan tertentu dengan bantuan kateter, sedangkan pemasangan ring atau stent merupakan tindakan terapeutik untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka. Jadi, kateterisasi tidak selalu berarti seseorang akan dipasang ring.

Dalam kateterisasi diagnostik, dokter menyuntikkan zat kontras lalu mengambil gambaran pembuluh darah menggunakan sinar-X. Jika ditemukan penyempitan yang signifikan, dokter dapat mempertimbangkan angioplasti dan pemasangan stent pada saat yang sama atau dalam sesi berbeda.

Keputusan memasang stent dipengaruhi oleh lokasi dan tingkat penyumbatan, gejala, hasil pemeriksaan, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan. Setelah pemasangan stent, pasien biasanya membutuhkan obat antiplatelet dan pengendalian kolesterol sesuai resep dokter.

Karena setiap prosedur dan obat memiliki risiko serta manfaat yang berbeda, penggunaannya harus ditentukan oleh dokter spesialis jantung. Beberapa obat berikut hanya boleh digunakan sesuai evaluasi dan resep tenaga medis.

Rekomendasi Obat Jantung

Obat setelah kateterisasi atau pemasangan stent membantu menurunkan risiko penyumbatan ulang dan komplikasi. Namun, pilihan obat, dosis, dan lama pemakaian harus mengikuti resep dokter, terutama karena obat antiplatelet dapat meningkatkan risiko perdarahan.

1. Atorvastatin 20 mg 10 Tablet

Atorvastatin termasuk statin yang menurunkan kadar kolesterol LDL dengan menghambat pembentukan kolesterol di hati. Manfaatnya adalah membantu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada pasien tertentu. Dosis umum dapat dimulai 10–20 miligram sekali sehari, tetapi harus disesuaikan dokter. Waspadai nyeri otot, kelemahan, atau urine berwarna gelap dan jangan digunakan tanpa pengawasan medis.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Atorvastatin 20 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Clopidogrel 75 mg 10 Tablet

Clopidogrel adalah obat antiplatelet yang mengurangi kemampuan trombosit membentuk gumpalan, termasuk pada area stent. Dosis pemeliharaan yang sering digunakan adalah 75 miligram sekali sehari, sesuai resep. Efek samping pentingnya adalah perdarahan atau mudah memar, sehingga jangan menghentikannya sendiri setelah pemasangan stent.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Clopidogrel 75 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Ascardia 80 mg 10 Tablet

Ascardia mengandung asetosal atau aspirin dosis rendah yang menghambat penggumpalan trombosit. Obat ini dapat digunakan dalam terapi antiplatelet pada kondisi tertentu berdasarkan anjuran dokter, dengan dosis umum 80 miligram sekali sehari. Peringatannya meliputi risiko perdarahan, iritasi lambung, dan reaksi alergi; hindari bila memiliki alergi aspirin atau riwayat perdarahan tertentu tanpa konsultasi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ascardia 80 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika muncul nyeri dada menekan yang menjalar ke lengan atau rahang, sesak napas, keringat dingin, pingsan, atau jantung berdebar hebat. Setelah pemasangan stent, perdarahan yang sulit berhenti, benjolan membesar di lokasi masuknya kateter, dan kelemahan mendadak juga memerlukan pemeriksaan segera.

Untuk keluhan yang mengarah pada penyakit jantung atau pertanyaan tentang kateterisasi, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter membantu memperoleh penjelasan mengenai gejala, hasil pemeriksaan, obat, dan persiapan tindakan secara lebih praktis. Dokter juga dapat membantu menentukan kapan keluhan membutuhkan pemeriksaan langsung atau pertolongan darurat.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. Cardiovascular diseases.
PubMed. Diakses pada 2026. Coronary Angiography and Percutaneous Coronary Intervention.
BPOM RI. Diakses pada 2026. Informasi Obat dan Produk Teregistrasi.
WebMD. Diakses pada 2026. Cardiac Catheterization.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Penyakit Jantung Koroner.

FAQ

Apakah kateterisasi jantung sama dengan pasang ring?

Tidak sama. Kateterisasi adalah prosedur menggunakan kateter untuk memeriksa atau menangani pembuluh darah, sedangkan pasang ring merupakan tindakan memasukkan stent untuk menjaga pembuluh yang menyempit tetap terbuka.

Apakah setiap kateterisasi berakhir dengan pemasangan ring?

Tidak. Ring hanya dipasang bila hasil pemeriksaan menunjukkan penyempitan atau sumbatan yang memerlukan tindakan, berdasarkan penilaian dokter jantung.

Berapa lama pemulihan setelah pasang ring?

Waktu pemulihan berbeda-beda, bergantung pada kondisi jantung, lokasi akses kateter, dan ada tidaknya komplikasi. Ikuti jadwal kontrol serta pembatasan aktivitas yang diberikan dokter.

Bolehkah menghentikan obat setelah pasang ring?

Jangan menghentikan obat antiplatelet atau statin tanpa persetujuan dokter. Penghentian mendadak, terutama obat antiplatelet, dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan pada stent.