Kenali perbedaan serum dan plasma darah dengan penjelasan singkat serta mudah dipahami berikut ini.

DAFTAR ISI
- Perbedaan Utama Serum dan Plasma Darah
- Komponen dan Fungsi Serum serta Plasma
- Tips Menjaga Kesehatan Darah
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Darah adalah cairan tubuh vital yang mengangkut oksigen, nutrisi, dan hormon ke seluruh organ tubuh. Saat kamu menjalani tes darah di laboratorium, petugas medis umumnya akan memisahkan sel-sel darah dari bagian cairnya. Bagian cair ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu plasma dan serum.
Meskipun sekilas tampak serupa dan sama-sama berwarna kekuningan, serum dan plasma memiliki karakteristik serta fungsi biologis yang berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada keberadaan faktor pembekuan darah, khususnya protein yang disebut fibrinogen.
Memahami perbedaan antara serum dan plasma sangat penting, terutama jika kamu ingin mengetahui bagaimana sampel darahmu diolah untuk mendeteksi berbagai jenis kondisi kesehatan atau penyakit.
Perbedaan Utama Serum dan Plasma Darah
Plasma adalah bagian cair dari darah yang belum mengalami pembekuan. Plasma menyusun sekitar 55% dari total volume darah manusia. Untuk mendapatkan plasma, darah segar dicampur dengan zat antikoagulan (pencegah pembekuan) sebelum dimasukkan ke dalam mesin pemutar (sentrifugasi).
Sementara itu, serum adalah bagian cair dari darah yang tersisa setelah darah mengalami proses pembekuan secara alami. Karena pembekuan telah terjadi, protein pembeku darah seperti fibrinogen sudah terpakai dan tidak lagi ditemukan di dalam serum.
Berikut adalah perbedaan mendasar antara keduanya:
- Fibrinogen: Plasma mengandung fibrinogen, sedangkan serum tidak mengandung fibrinogen.
- Proses Pemisahan: Plasma membutuhkan zat antikoagulan saat pengambilan sampel, sedangkan serum dipisahkan dari darah yang sengaja dibiarkan membeku terlebih dahulu.
- Waktu Pemrosesan: Pemisahan plasma dapat dilakukan secara langsung setelah pengambilan darah, sedangkan pemisahan serum memerlukan waktu jeda agar darah membeku secara sempurna.
Komponen dan Fungsi Serum serta Plasma
Baik plasma maupun serum memiliki peran krusial dalam dunia medis dan diagnostik laboratorium. Komponen utama plasma meliputi air, garam, gula, lemak, dan protein (seperti albumin, globulin, dan fibrinogen). Plasma sering digunakan untuk pengujian tes pembekuan darah (koagulasi) serta digunakan dalam prosedur transfusi darah bagi pasien trauma atau luka bakar.
Di sisi lain, serum mengandung air, elektrolit, antibodi, antigen, hormon, dan nutrisi tanpa keterlibatan faktor koagulasi. Serum merupakan pilihan utama dalam pemeriksaan kimia darah, pengujian kadar antibodi (serologi), pengujian hormon, serta tes fungsi hati dan ginjal karena zat antikoagulan tidak akan mengganggu hasil tes.
Faktor Penting Persiapan Tes Darah
- Lakukan puasa sesuai arahan petunjuk medis (biasanya 8–12 jam) sebelum pengambilan sampel.
- Cukupi kebutuhan air putih agar pembuluh darah lebih mudah ditemukan.
- Informasikan kepada petugas jika kamu sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau suplemen tertentu.
Tips Menjaga Kesehatan Komponen Darah
Kualitas serum dan plasma darah sangat bergantung pada pola hidup harian yang kamu jalani. Berikut adalah beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan darahmu:
- Penuhi Kebutuhan Cairan: Minum air putih setidaknya 8 gelas sehari untuk memelihara volume dan viskositas plasma darah yang optimal.
- Konsumsi Makanan Bergizi: Perbanyak asupan makanan kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B12 seperti sayuran hijau, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan.
- Rutin Berolahraga: Aktivitas fisik yang teratur membantu melancarkan sirkulasi darah ke seluruh jaringan tubuh.
- Hindari Rokok dan Alkohol: Kebiasaan ini dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu komposisi elektrolit serta protein dalam darah.
Studi Terkait
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Pathology (2026) menunjukkan bahwa pemilihan matriks sampel antara serum dan plasma sangat memengaruhi stabilitas biomarker protein dalam uji laboratorium diagnostik cepat. Riset tersebut menyimpulkan bahwa penggunaan plasma dengan antikoagulan EDTA memberikan stabilitas yang lebih tinggi untuk deteksi dini penanda inflamasi kardiovaskular dibandingkan serum.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami gejala seperti sering lemas, memar tanpa sebab yang jelas, gangguan pembekuan darah, atau memerlukan evaluasi hasil laboratorium rutin, segera konsultasikan diri dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Melalui Halodoc, kamu dapat melakukan konsultasi ke dokter spesialis secara daring kapan saja dan di mana saja. Layanan konsultasi 24 jam ini memudahkanmu untuk memperoleh pembacaan hasil laboratorium secara akurat, diagnosis dini, serta rekomendasi penanganan medis yang tepat langsung dari ahlinya.
Referensi
Journal of Clinical Pathology. Diakses pada 2026. Evaluation of Serum vs Plasma Matrix Stability in Cardiovascular Biomarker Detection.
PubMed. Diakses pada 2026. Blood Components: Plasma, Serum, and Cellular Fractions in Diagnostic Medicine.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Blood Safety and Clinical Laboratory Testing Standards.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Laboratorium Klinik Kesehatan Darah.
FAQ
1. Apakah serum dan plasma darah itu sama?
Tidak, serum dan plasma berbeda. Plasma adalah bagian cair darah yang mengandung faktor pembekuan (fibrinogen), sedangkan serum adalah bagian cair darah yang terbentuk setelah darah membeku sehingga tidak lagi memiliki fibrinogen.
2. Mengapa serum tidak memiliki faktor pembekuan darah?
Serum tidak mengandung faktor pembekuan darah karena protein fibrinogen telah digunakan dan diubah menjadi benang-benang fibrin saat proses pembekuan darah terjadi sebelum sampel dipisahkan.
3. Kapan tes medis membutuhkan plasma dibandingkan serum?
Tes medis membutuhkan sampel plasma saat dokter perlu memeriksa proses pembekuan darah pasien (seperti tes PT/APTT) atau ketika pengujian sampel laboratorium harus dilakukan dengan sangat cepat tanpa menunggu darah membeku.
4. Bagaimana warna serum dan plasma yang normal?
Secara umum, baik serum maupun plasma darah yang normal berwarna kuning jernih atau agak kemerahan transparan, tergantung pada tingkat hidrasi dan konsumsi makanan individu sebelum pengambilan darah.





